Skip to main content

SURABAYA – Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., memimpin kunjungan studi banding ke Perpustakaan Universitas Airlangga (UNAIR) pada selasa 20 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami implementasi manajemen penjaminan mutu serta strategi pengembangan perpustakaan sebagai sistem pendukung (support system) vital di lingkungan universitas.

Dalam pertemuan tersebut, Maria Husnun Nisa menyampaikan keinginannya untuk mempelajari secara rinci bagaimana Perpustakaan UNAIR menangani penjaminan mutu, mulai dari peta proses hingga audit. Selain itu, diskusi juga difokuskan pada pengembangan sarana dan prasarana (sarpras), layanan pemustaka, manajemen koleksi, repositori, hingga sistem informasi yang digunakan.

Sinergi Penjaminan Mutu Rombongan UMS disambut hangat oleh Kepala Seksi Kepustakawanan UNAIR, Ika Rudianto, S.Sos., M.I.Kom. Dalam paparan pembukanya, Ika menjelaskan perjalanan bisnis proses perpustakaan UNAIR hingga terbentuknya peta pelaksanaan penjaminan mutu yang solid. Ia menekankan bahwa keberhasilan proses ini tidak lepas dari pendampingan intensif oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) universitas, yang memastikan evaluasi dan audit berjalan rutin setiap tahunnya.

Integrasi Sistem dan Layanan Digital Diskusi berlanjut pada aspek teknis dan inovasi layanan. Perpustakaan UNAIR memaparkan kebijakan integrasi yang ketat, di mana mahasiswa diwajibkan mengunggah sertifikat Online Research Management (ORM) sebagai syarat melihat Kartu Hasil Studi (KHS). Kebijakan ini telah diakomodasi penuh oleh sistem universitas.

Terkait sistem informasi, UNAIR memanfaatkan Inlislite dan AILIS for Education yang didukung dengan kegiatan Training of Trainer secara rutin. Evaluasi koleksi dilakukan berbasis statistik; jika data menunjukkan minimnya peminat, koleksi tersebut akan ditarik untuk menjaga efisiensi.

Strategi “Jemput Bola” dan Promosi Kreatif Untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan, Perpustakaan UNAIR menerapkan strategi proaktif atau “jemput bola”. Kegiatan roadshow ke fakultas dan program studi dilakukan secara berkala untuk pengenalan perpustakaan serta pendampingan unggah mandiri.

Inovasi fisik juga menjadi sorotan. Penataan koleksi didesain menarik per subjek layaknya toko buku modern (seperti Gramedia), lengkap dengan alarm pengingat bulanan. Koleksi buku direkomendasikan menggunakan bantuan Artificial Intelligence (AI) dan ditampilkan dalam book showcase yang estetik.

Guna menarik minat pemustaka, berbagai taktik promosi diterapkan, antara lain:

  • Pemberian suvenir (tas) bagi pemustaka yang meminjam buku dalam jumlah banyak.
  • Fitur Express Your Idea dan pameran buku populer.

Kunjungan ditutup dengan library tour yang dipandu langsung oleh Kepala Perpustakaan UNAIR, Prof. Dr. Rahma Sugihartati, Dra., M.Si. Rombongan UMS diajak melihat langsung fasilitas dan implementasi layanan yang telah didiskusikan guna menjadi referensi pengembangan di UMS ke depannya. (nnf190/Ai)

Share