Skip to main content
Tag

LLF

LLF 2025 Resmi Dibuka, Perpustakaan UMS Menghadirkan Strategi dan Kupas Tuntas Publikasi Tembus Scopus

By Event, News

SURAKARTA – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka rangkaian Library Literacy Fest (LLF) 2025 pada Senin (1/12). Kegiatan tahunan tersebut diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan literasi akademik, kemampuan penulisan ilmiah, serta kualitas publikasi sivitas akademika UMS. LLF 2025 menjadi salah satu wujud komitmen perpustakaan dalam mendukung visi UMS sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi informasi yang berlandaskan nilai keislaman.

Acara dibuka oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada peserta serta menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas literasi riset bagi mahasiswa dan dosen. Ia juga menekankan bahwa perpustakaan akan terus menghadirkan program yang mendorong penguatan budaya menulis ilmiah, sebagaimana tercermin dalam penyelenggaraan LLF setiap tahun.

Pada sesi pembuka LLF 2025, perpustakaan menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Noor Kholid, S.Pd., M.Pd., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan IV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS. Beliau menyampaikan materi berjudul “Optimizing Research Writing: Kunci Sukses Publikasi di Scopus.” Dalam paparannya, Dr. M. Noor Kholid menekankan bahwa keberhasilan publikasi ilmiah tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis menulis, tetapi juga pada ketepatan menentukan arah riset, pemahaman struktur artikel yang sesuai, dan penguatan kualitas akademik.

Ia menjelaskan pentingnya membangun kebaruan (novelty) dalam penelitian agar artikel memiliki nilai kontribusi yang jelas. Selain itu, ia menguraikan struktur artikel ilmiah yang baik, mulai dari perumusan masalah, tinjauan pustaka yang relevan, metodologi yang kuat, hingga penyajian hasil dan diskusi yang mampu menunjang temuan penelitian. Menurutnya, keselarasan antara topik riset dan cakupan jurnal menjadi salah satu faktor penentu diterimanya artikel oleh editor.

Dr. M. Noor Kholid juga memberikan sejumlah strategi untuk menghindari penolakan (rejection), seperti memastikan kecukupan referensi ilmiah mutakhir, menghindari plagiarisme, serta memperhatikan gaya selingkung jurnal tujuan. Ia mencontohkan beragam bentuk kesalahan umum yang sering menyebabkan artikel ditolak, dan memberikan langkah-langkah praktis dalam memilih jurnal terindeks Scopus yang sesuai dengan bidang penelitian.

Sesi materi berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan dari peserta mengenai tantangan publikasi, penyusunan artikel, dan teknik korespondensi dengan editor jurnal. Antusiasme peserta tampak dari banyaknya mahasiswa, dosen, dan pustakawan yang terlibat aktif dalam diskusi.

Rangkaian LLF 2025 akan diselenggarakan sepanjang bulan Desember dengan berbagai agenda lanjutan, meliputi workshop penulisan ilmiah berbasis SLR, Pelatihan kepenulisan di ScienceDirect, serta program penguatan literasi informasi lainnya. Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat mendorong peningkatan produktivitas riset dan kualitas publikasi sivitas akademika, sekaligus memperkuat kontribusi UMS dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional. (han/ai)