Surakarta, 3 Juli 2026 – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan akademik melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Workshop Sitasi dan Indeksasi yang diikuti oleh pustakawan dan tenaga kependidikan UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS pada Jumat (3/7/2026) di Ruang Internet UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam memahami konsep sitasi, pengelolaan referensi, serta proses indeksasi karya ilmiah. Kompetensi tersebut dinilai penting agar pustakawan mampu memberikan layanan pendampingan yang lebih optimal kepada sivitas akademika, khususnya dalam penyusunan dan publikasi karya ilmiah.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Digital UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (ITE), menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pustakawan menjadi salah satu strategi perpustakaan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
“Perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia sumber informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi sivitas akademika dalam proses publikasi ilmiah. Melalui workshop ini, kami ingin meningkatkan kompetensi pustakawan agar mampu memberikan pendampingan terkait sitasi, pengelolaan referensi, hingga pemahaman mengenai indeksasi jurnal secara lebih profesional,” ujar Hardika.
Menurutnya, perkembangan dunia akademik menuntut pustakawan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu menjawab kebutuhan dosen, mahasiswa, maupun peneliti dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.
Workshop ini juga menjadi bagian dari program peningkatan kompetensi berkelanjutan yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan sehari-hari, sehingga kualitas layanan informasi dan pendampingan publikasi ilmiah di lingkungan UMS semakin meningkat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS kembali menegaskan perannya sebagai pusat informasi sekaligus mitra akademik yang mendukung peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan kompetensi sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Surakarta. (nnf190/Ai)
Surakarta – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah bekerja sama dengan UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Public Speaking for Librarians pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Ruang Siti Badilah UMS.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh pustakawan dan pengelola perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Workshop diselenggarakan selama kurang lebih 10 jam dan terbagi dalam dua sesi utama, yaitu sesi penyampaian materi pada pagi hari dan sesi praktik pada siang hari.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua FPPTI Jawa Tengah, Suwondo, S.Hum., M.Kom., yang menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi komunikasi bagi pustakawan di era layanan informasi yang semakin berkembang. Sambutan juga disampaikan oleh Maria Husnun Nisa, selaku Kepala UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, yang menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai sarana pengembangan kapasitas pustakawan.
Workshop menghadirkan narasumber Novy Diana Fauzie, S.S., M.A., Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi pustakawan di tingkat nasional. Dalam pemaparannya, Novy menekankan bahwa keterampilan berbicara di depan umum merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki pustakawan untuk mendukung keberhasilan layanan, pelatihan, literasi informasi, maupun berbagai program perpustakaan.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai lima komponen utama presentasi yang efektif, yaitu pesan yang jelas, pemahaman terhadap audiens, struktur presentasi yang baik, teknik penyampaian melalui bahasa tubuh dan intonasi suara, serta persiapan yang matang. Narasumber juga membahas strategi membangun kepercayaan diri, mengatasi rasa gugup, mengelola interaksi dengan audiens, hingga teknik membuka dan menutup presentasi secara menarik.
Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya menyesuaikan gaya penyampaian dengan karakter audiens dan situasi acara. Berbagai contoh pengalaman nyata dalam kegiatan pelatihan, edukasi pengguna, maupun peran sebagai moderator dan pembawa acara turut dibagikan untuk memperkaya wawasan peserta.
Memasuki sesi praktik pada siang hari, peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik public speaking yang telah dipelajari. Kegiatan praktik meliputi latihan artikulasi, pengaturan napas, kontak mata, ekspresi wajah, teknik membaca naskah, serta simulasi menjadi moderator dan master of ceremony (MC). Setiap peserta mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber guna meningkatkan kualitas penyampaian dan kepercayaan diri saat tampil di depan publik.
Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Melalui kombinasi materi teoritis dan praktik intensif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat diterapkan dalam kegiatan pelayanan perpustakaan, pelatihan literasi informasi, maupun berbagai kegiatan akademik lainnya.
Melalui workshop ini, FPPTI Jawa Tengah berharap para pustakawan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi profesional sehingga dapat menyampaikan informasi secara lebih efektif, membangun hubungan yang baik dengan pemustaka, serta mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan di perguruan tinggi. (nnf190)
Surakarta, 2 Juni 2026 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Perpustakaan UMS bekerja sama dengan Elsevier menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan LeapSpace bagi Sivitas Akademika UMS pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan YouTube Live ini menghadirkan Dr. Johan Jang, Strategic Engagement Manager Southeast Asia Elsevier, sebagai narasumber utama.
Acara dibuka oleh Maria Husnun Nisa,S.Sos.,M.A selaku kepala UPT Perpustakaan UMS yang menyampaikan bahwa UMS memperoleh kesempatan untuk melakukan uji coba (trial) LeapSpace selama satu bulan. Program ini diharapkan dapat membantu dosen, peneliti, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas penelitian dan produktivitas akademik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam paparannya, Dr. Johan Jang memperkenalkan LeapSpace sebagai platform AI generasi terbaru dari Elsevier yang dirancang untuk mendukung proses penelitian secara lebih cepat, efisien, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik. LeapSpace memungkinkan pengguna melakukan pencarian literatur dari berbagai penerbit, memperoleh jawaban dalam bahasa alami, serta memanfaatkan fitur Trust Card yang berfungsi mengevaluasi tingkat keandalan jawaban yang dihasilkan AI.
Melalui demonstrasi langsung, Johan menunjukkan cara mengakses LeapSpace melalui ScienceDirect dan mempraktikkan berbagai fitur yang tersedia. Salah satu keunggulan yang ditampilkan adalah kemampuan sistem dalam menilai potensi halusinasi atau ketidakakuratan informasi melalui mekanisme evaluasi yang transparan, sehingga pengguna dapat lebih kritis dalam memanfaatkan hasil yang diberikan AI.
Lebih lanjut, Johan menjelaskan bahwa LeapSpace tidak hanya membantu pencarian referensi ilmiah, tetapi juga menyediakan fitur rekomendasi jurnal, unggah dokumen, serta kemampuan deep research yang mendukung eksplorasi topik penelitian secara lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa dokumen yang diunggah pengguna tidak akan digunakan sebagai data pelatihan sistem, sehingga keamanan dan privasi data tetap terjaga.
“LeapSpace menggunakan pendekatan yang netral terhadap penerbit sehingga pengguna dapat memperoleh referensi dari berbagai sumber, tidak terbatas pada satu platform tertentu,” jelas Johan.
Pada sesi diskusi, peserta menanyakan berbagai hal terkait kemampuan bahasa dan fitur penelitian yang tersedia. Johan menjelaskan bahwa LeapSpace dapat menghasilkan jawaban dalam berbagai bahasa sesuai preferensi pengguna. Namun, sebagian besar referensi yang digunakan tetap berasal dari publikasi internasional berbahasa Inggris yang terindeks dalam basis data seperti Scopus dan ScienceDirect.
Selain itu, dibahas pula perbedaan antara mode pencarian standar dan fitur deep research. Menurut Johan, penggunaan fitur penelitian mendalam akan menghasilkan jawaban yang lebih komprehensif karena sistem melakukan analisis sumber yang lebih luas, meskipun prosesnya membutuhkan waktu yang lebih lama.
Terkait pengelolaan referensi, LeapSpace menyediakan fasilitas ekspor dalam berbagai format, seperti RIS, BibTeX, dan CSV, sehingga memudahkan integrasi dengan perangkat lunak manajemen referensi yang umum digunakan peneliti. Menjawab pertanyaan peserta mengenai pencarian jurnal tanpa biaya publikasi (non-APC), Johan menjelaskan bahwa LeapSpace memungkinkan pengguna melakukan penyaringan berdasarkan status akses sehingga dapat membantu menemukan jurnal yang sesuai dengan kebutuhan.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa masa uji coba LeapSpace di UMS berlangsung hingga 1 Juli 2026 dengan akses penggunaan tanpa batas selama periode trial. Johan mengingatkan bahwa meskipun teknologi AI dapat mempercepat proses penelitian, pengguna tetap perlu melakukan evaluasi terhadap referensi dan memastikan kredibilitas sumber yang digunakan sesuai standar akademik.
Melalui kegiatan ini, UMS menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan dan penelitian. Kehadiran LeapSpace diharapkan dapat menjadi solusi inovatif yang membantu sivitas akademika UMS dalam mengakses, menganalisis, dan mengelola informasi ilmiah secara lebih efektif di era kecerdasan buatan. (nnf190/Ai)
SURAKARTA, 19 Mei 2026 — Dalam upaya memperkuat dan menanamkan budaya literasi sejak dini di lingkungan sekolah, Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara resmi meluncurkan dan meresmikan fasilitas baru bertajuk UMS Library Corner di Perpustakaan SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta pada hari ini, Selasa (19/5).
Hadirnya Library Corner ini mengadaptasi program inovasi pengabdian masyarakat milik UMS untuk memperluas jangkauan literasi, yang mana sebelumnya model serupa juga sukses diinisiasi di beberapa sekolah menengah di Surakarta.
Sinergi dan Keberlanjutan Program Literasi
Kepala Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran UMS Library Corner bukan sekadar program seremonial biasa. Fasilitas ini merupakan bagian dari inovasi berkelanjutan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata serta kemanfaatan luas bagi masyarakat, khususnya di ekosistem pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah.
Apresiasi Tinggi untuk Fasilitas Masa Depan
Langkah strategis ini disambut dengan antusiasme yang sangat luar biasa oleh pihak sekolah. Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasihnya yang mendalam atas dipilihnya sekolah mereka sebagai mitra program dari perpustakaan UMS.
Acara peresmian ditandai dengan prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kemitraan oleh Maria Husnun Nisa dan Muhdiyatmoko. (arr241)
Surakarta, 20 Mei 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei 2026, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kegiatan “Perpus UMS Berbagi Es Krim” yang berlangsung pada 18–20 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada sivitas akademika sekaligus upaya meningkatkan minat baca dan kunjungan ke perpustakaan.
Melalui program ini, mahasiswa dan pemustaka berkesempatan memperoleh voucher gratis es krim dengan mengikuti salah satu dari empat aktivitas yang telah disediakan. Aktivitas tersebut meliputi berfoto swafoto (selfie) di Perpustakaan UMS dan mengunggahnya ke media sosial dengan menandai akun Instagram @perpusums, meminjam minimal tiga buku, mengisi formulir usulan koleksi buku, atau memberikan ulasan dan rating positif untuk Perpustakaan UMS di Google.
Setelah menyelesaikan salah satu aktivitas tersebut, peserta dapat menunjukkan bukti kepada petugas perpustakaan untuk memperoleh voucher es krim yang kemudian dapat ditukarkan di bagian Informasi/Administrasi Perpustakaan.
Kepala Perpustakaan UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos.,M.A menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara kreatif untuk mengajak mahasiswa lebih dekat dengan perpustakaan dan memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia.
“Peringatan Hari Buku Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan budaya membaca, tetapi juga untuk memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan secara lebih menarik dan menyenangkan bagi mahasiswa,” ujarnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat sejak hari pertama pelaksanaan kegiatan. Banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkunjung, meminjam buku, serta berinteraksi dengan berbagai layanan yang ada di perpustakaan.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan UMS berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi, meningkatkan pemanfaatan koleksi dan layanan perpustakaan, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman, inspiratif, dan dekat dengan sivitas akademika.
SURAKARTA, UMS.ac.id – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan kegiatan SNI Live Corner bertajuk “Implementasi Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi Berbasis ISO 31000:2018”. Acara yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) pukul 08.30 WIB ini dilaksanakan secara hybrid, berpusat di Ruang Siti Badilah Meeting & Discussion Room Kampus UMS, serta disiarkan secara daring melalui platform Zoom.
Kegiatan penting ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Nihayati, S.I.P., M.Hum. (Pustakawan Ahli Muda BSN sekaligus Pengelola Risiko Pusat Data dan Informasi BSN) dan Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D. (Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan UMS sekaligus Dosen Program Studi Teknik Industri UMS).
Meski dilaksanakan secara bauran (hybrid), acara tetap berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Minanuddin, S.I.P., M.Hum. selaku Kepala Bagian Layanan Informasi dan Perpustakaan BSN yang hadir secara virtual melalui Zoom. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini serta menekankan pentingnya sinergi antara BSN dan perguruan tinggi dalam memasyarakatkan budaya standar dan pengelolaan risiko demi mutu institusi yang lebih baik.
Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., yang juga tersambung secara daring via Zoom. Dalam pidato pembukaannya, beliau menekankan bahwa UMS berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam sistem tata kelola universitas guna menghadapi tantangan masa depan dan menjaga mutu akademik.
Memasuki sesi inti, narasumber pertama, Nihayati, S.I.P., M.Hum., memaparkan materi mengenai “Implementasi Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi Berbasis ISO 31000:2018”. Beliau menegaskan bahwa tujuan utama dari manajemen risiko adalah untuk menciptakan dan melindungi nilai (value) organisasi, meningkatkan kinerja, serta mendorong inovasi.
“Sebagai pondasi pertimbangan, pengelolaan risiko wajib memenuhi delapan prinsip utama: harus terintegrasi dengan seluruh aktivitas; dijalankan secara terstruktur dan komprehensif; disesuaikan (customized) dengan konteks organisasi; bersifat inklusif dengan melibatkan pemangku kepentingan; dinamis dalam merespons perubahan; bersandar pada informasi terbaik yang tersedia; mempertimbangkan faktor manusia dan budaya; serta mengutamakan perbaikan berkelanjutan,” urai Nihayati.
Melanjutkan sesi kedua, Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., mengupas sisi praktis melalui materi “Implementasi Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi Berbasis ISO 21001:2018”. Beliau memberikan mengingatkan pentingnya kesadaran risiko bagi keberlanjutan institusi.
“Perguruan Tinggi yang tidak mengelola risiko secara sistematis tidak akan gagal hari ini, tapi pasti akan tertinggal besok. Manajemen risiko bukan hanya kepatuhan; ia adalah cara berpikir strategis dalam menjaga keberlanjutan dan reputasi institusi,” tegas Munajat.
Lebih lanjut, Munajat memetakan pengelolaan risiko di perguruan tinggi ke dalam enam tipologi utama yaitu Strategis, Akademik, Operasional, Keuangan, Kepatuhan dan Reputasi. Untuk mengukur risiko tersebut, institusi dapat menggunakan alat evaluasi Risk Matrix 5×5 untuk menakar tingkat keseringan (likelihood) dan dampak (impact) dari setiap potensi kejadian buruk.
Acara SNI Live Corner ini berlangsung dinamis dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta yang hadir di ruangan maupun peserta virtual, yang diharapkan mampu memberikan panduan aplikatif bagi seluruh unit kerja di lingkungan UMS dalam mengelola risiko secara profesional. (nnf190/Ai)
Surakarta, 23 April 2026 — Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan dengan topik “Pelatihan Resiliensi dan Kesehatan Mental untuk Karyawan” pada Rabu, 23 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 3,5 jam ini dihadiri oleh 23 staf perpustakaan UMS dan dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A.
Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh dan resilien di lingkungan kerja. Kesehatan mental menjadi fondasi penting bagi kinerja optimal karyawan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2022, satu dari lima karyawan di tempat kerja mengalami kondisi kesehatan mental yang memerlukan perhatian serius. Selain itu, stigma dan kurangnya kesadaran terhadap kesehatan mental masih menjadi hambatan nyata bagi kesetaraan di tempat kerja.
Pelatihan dibawakan oleh Rina Jayanti, M.Psi, Psikolog, CHt® yang merupakan Psikolog Klinis di RS PKU Muhammadiyah Surakarta dan Certified Clinical Hypnotherapist by AWGI. Beliau membawakan materi komprehensif mencakup pemahaman konsep kesehatan mental dan resiliensi, strategi praktis mengelola stres, serta cara menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Pemateri membagikan definisi kesehatan mental menurut WHO yang menekankan bahwa kesehatan mental bukan sekadar ketiadaan gangguan, melainkan kemampuan seseorang untuk belajar, bekerja dengan baik, dan menjalani hidup yang bermakna.
Melalui materi yang disajikan, peserta diajarkan tentang penyebab stres di tempat kerja, antara lain beban kerja yang tinggi, konflik interpersonal, ketidakjelasan peran, serta ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Rina Jayanti menjelaskan dampak stres yang tidak dikelola dengan baik, mulai dari burnout—kelelahan total secara fisik dan emosional—hingga penurunan produktivitas dan kualitas layanan terhadap pengguna. Untuk mengatasi hal tersebut, beliau menghadirkan strategi manajemen stres yang terdiri dari tiga pendekatan: regulasi emosi melalui relaksasi dan teknik grounding, strategi perilaku dengan time management dan teknik Pomodoro, serta strategi sosial melalui pembangunan support system dan komunikasi asertif.
Konsep resiliensi yang disampaikan dalam pelatihan mengutip pemahaman dari Ann Masten (2001) yang mendefinisikan resiliensi sebagai kemampuan untuk “bounce back”—bangkit dari tekanan, bertahan, dan justru berkembang dalam situasi yang sulit. Resiliensi bukan berarti tidak pernah jatuh, melainkan kemampuan untuk bangkit kembali dengan lebih kuat setiap kali menghadapi tantangan. Rina Jayanti mengidentifikasi lima karakteristik individu yang resilien: kemampuan mengelola emosi secara positif, berpikir fleksibel, memiliki makna hidup yang jelas, terampil dalam problem solving, serta memiliki dukungan sosial yang kuat.
Pada sesi praktis, peserta dilatih menggunakan teknik grounding untuk melepaskan emosi negatif dan meningkatkan kesadaran diri. Pemateri juga memperkenalkan konsep self-compassion (welas asih diri) berdasarkan penelitian Dr. Kristin Neff yang menekankan pentingnya bersikap lembut terhadap diri sendiri, menyadari bahwa penderitaan adalah bagian dari pengalaman manusia yang universal, serta mengembangkan kesadaran yang seimbang terhadap emosi yang sulit. Teknik Pomodoro juga diajarkan sebagai sistem manajemen waktu yang efektif untuk meningkatkan fokus dan produktivitas kerja melalui pembagian waktu kerja menjadi sesi 25 menit yang diselingi istirahat singkat.
Pemateri menekankan pentingnya pengembangan kemampuan adaptasi dan ketahanan psikologis melalui fleksibilitas berpikir, toleransi terhadap ketidakpastian, dan adopsi growth mindset—kepercayaan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, Rina Jayanti juga membahas peran kepemimpinan suportif, budaya kerja yang seimbang, psychological safety, dan apresiasi terhadap kontribusi karyawan.
Dalam konteks kebijakan kesehatan mental di tempat kerja, Rina Jayanti mengacu pada rekomendasi WHO tahun 2022 yang menekankan tiga pilar utama: pencegahan risiko psikososial di tempat kerja, perlindungan dan promosi kesehatan mental, serta dukungan kepada karyawan untuk pulih dan berkembang. Keseimbangan antara upaya individu dan dukungan organisasi menjadi kunci mencapai kesehatan mental yang optimal.
Maria Husnun Nisa mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta dan menekankan komitmen perpustakaan untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan kompetensi dan kesejahteraan karyawan. Beliau menyatakan bahwa investasi dalam kesehatan mental karyawan merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan produktivitas di perpustakaan UMS.
Dengan menyelenggarakan pelatihan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat memberdayakan setiap karyawan untuk membangun resiliensi yang kuat, mengelola stres dengan efektif, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan saling mendukung. Pelatihan resiliensi dan kesehatan mental ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memupuk budaya kerja yang lebih sehat, produktif, dan bermakna di lingkungan perpustakaan UMS ke depannya. (han/ai)
Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Analisis Bibliometrik untuk Penyusunan Riset pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meetings dan diikuti oleh 155 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum.
Workshop ini menghadirkan narasumber Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., yang merupakan Sekretaris Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam UMS. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan analisis bibliometrik sebagai pendekatan strategis dalam mendukung penyusunan riset yang lebih sistematis, terarah, dan berbasis data.
Analisis bibliometrik merupakan metode yang digunakan untuk mengkaji publikasi ilmiah melalui pendekatan kuantitatif, seperti analisis jumlah sitasi, tren topik penelitian, pola kolaborasi penulis, hingga perkembangan suatu bidang keilmuan. Melalui pemanfaatan berbagai perangkat pendukung, metode ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi topik yang sedang berkembang, menemukan celah penelitian (research gap), serta merumuskan arah riset yang relevan dan memiliki kontribusi ilmiah yang signifikan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh wawasan praktis mengenai teknik penelusuran dan pemetaan literatur ilmiah secara efektif. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat terus meningkatkan literasi riset di lingkungan sivitas akademika serta mendorong lahirnya karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan berdampak luas. (nnf190/Ai)