Surakarta — Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Publikasi Internasional bertajuk Emerald Writing Abstract with Impact pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid di Ruang Siti Badilah UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS serta melalui platform Zoom Meeting.
Workshop menghadirkan Customer Success Partner dari Emerald Group Publishing Limited, William Loh, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa abstrak memiliki peran krusial dalam menarik perhatian editor maupun pembaca.
“Penulisan abstrak yang menarik sangat penting untuk meningkatkan keterbacaan artikel penelitian,” ujar William.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dalam negeri dan internasional, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan UMS.
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., yang turut hadir dalam workshop tersebut, menyampaikan bahwa kemampuan menulis abstrak menjadi hal penting bagi akademisi. Menurutnya, menulis abstrak memiliki tantangan tersendiri karena peneliti harus mampu merangkum penelitian yang panjang ke dalam 200–300 kata secara efektif.
“Peneliti harus mampu membuat abstrak yang powerful agar dapat menarik minat pembaca untuk membaca keseluruhan artikel,” ungkap Ihwan.
Ia juga menyoroti bahwa banyak penelitian mahasiswa UMS yang sebenarnya memiliki kualitas baik dan topik yang menarik, namun belum didukung dengan penulisan abstrak yang optimal.
“Seringkali abstrak hanya ditulis sebagai rangkuman, padahal abstrak lebih dari sekadar itu. Abstrak harus mampu merepresentasikan nilai penting dari penelitian,” tambahnya.
Melalui workshop ini, UMS berharap dapat meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, khususnya di kalangan mahasiswa. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen UMS dalam mewujudkan visi sebagai world class university dengan mendorong publikasi penelitian di jurnal internasional bereputasi. nnf190/Ai
Surakarta, 5 Februari 2026 — Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Orientasi dan Capacity Building Duta Perpustakaan UMS 2026 selama dua hari, Rabu–Kamis (4–5 Februari 2026), bertempat di Ruang Siti Badilah Lantai 1, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis perpustakaan dalam menyiapkan Duta Perpustakaan UMS 2026 sebagai mitra aktif yang profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan layanan dan teknologi informasi. Acara dibuka secara resmi oleh Gatiningsih, S.IP., selaku Kepala Seksi (Kasi) Layanan Perpustakaan, yang hadir mewakili Kepala Perpustakaan UMS yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar para duta perpustakaan yang telah terpilih dapat mengikuti seluruh rangkaian pembekalan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pembekalan ini merupakan fondasi penting agar para duta mampu memahami, menguasai, dan menjelaskan seluruh layanan Perpustakaan dan Layanan Digital UMS secara utuh, sehingga dapat menjadi rujukan informasi yang kredibel, komunikatif, serta berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan citra perpustakaan sebagai pusat layanan akademik yang modern dan terpercaya.
Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test sebagai pemetaan awal pemahaman peserta, kemudian dilanjutkan dengan materi penguatan integritas dan loyalitas layanan, kehumasan dan promosi perpustakaan, serta pengenalan berbagai layanan inti seperti layanan sirkulasi, referensi, cadangan, trolly, layanan informasi, pojok statistik, corner, dan layanan unggulan lainnya. Pada hari ini pula, peserta mendapatkan pembekalan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung layanan perpustakaan dan pendampingan pemustaka di era digital, yang menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi. Selain itu, materi Turnitin dan Turnitin Draft Coach turut diberikan sebagai bagian dari penguatan literasi akademik dan etika kepenulisan ilmiah. Seluruh rangkaian sesi dikemas secara interaktif dengan selingan ice breaking untuk menjaga fokus, partisipasi, dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.
Salah satu pemateri, Esti Handayani, S.I.Pust., yang menyampaikan materi Turnitin, menegaskan pentingnya integritas dalam kepenulisan akademik di kalangan mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa integritas akademik merupakan fondasi utama dalam dunia pendidikan tinggi, sehingga mahasiswa perlu memahami batasan antara menulis ilmiah dan tindakan plagiarisme. Esti menekankan perlunya strategi parafrase yang benar dan tepat, yaitu dengan memahami substansi sumber rujukan, menyusunnya kembali menggunakan struktur dan gaya bahasa sendiri, serta tetap mencantumkan sitasi yang sesuai. Selain itu, ia juga menyoroti pemanfaatan Turnitin Draft Coach sebagai alat bantu penulisan yang efektif dan edukatif, karena dapat digunakan sejak tahap awal penyusunan draf karya ilmiah. Fitur ini, lanjutnya, dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh sivitas akademika UMS sebagai sarana pembelajaran mandiri dalam meningkatkan kualitas tulisan akademik yang orisinal dan beretika.
Sementara itu, pada hari kedua kegiatan difokuskan secara khusus pada peningkatan kapasitas literasi informasi dan kualitas pelayanan perpustakaan. Para peserta mendapatkan pembekalan pemanfaatan basis data ilmiah bereputasi seperti Scopusdan ScienceDirect sebagai rujukan utama penelitian dan kepenulisan akademik, serta pelatihan pengelolaan sitasi dan referensi menggunakan Mendeley untuk mendukung penulisan karya ilmiah yang sistematis dan terstandar. Pada hari ini pula, peserta dibekali materi layanan prima yang diisi oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc(ITE) yakni menitikberatkan pada pembentukan sikap, etika, dan keterampilan komunikasi dalam melayani pemustaka secara ramah, empatik, dan solutif. Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan post-test sebagai bentuk evaluasi capaian pembelajaran serta sesi capacity building yang berfokus pada penguatan kerja sama tim, kepemimpinan, dan kepercayaan diri para duta. Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan ini, Perpustakaan UMS berharap Duta Perpustakaan 2026 mampu menjadi agen literasi informasi yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan dan pemanfaatan Perpustakaan dan Layanan Digital UMS di era digital. (han/ai)
library.ums.ac.id (Surakarta), 5 Mei 2025 – Dalam upaya memperkuat kapasitas internal menghadapi perkembangan teknologi informasi, Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada Senin, 5 Mei 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh staf karyawan dan pustakawan Perpustakaan UMS sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar serta praktik pemanfaatan teknologi AI dalam mendukung layanan perpustakaan yang lebih modern, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan sivitas akademika.
Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai aspek dasar AI generatif (Generative AI) dan contoh-contoh penerapannya, mulai dari penelusuran referensi, penyusunan konten informasi, otomatisasi tugas rutin, hingga strategi komunikasi berbasis AI.
“Sebagai lembaga informasi, perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan peran pustakawan, tetapi untuk mendukung kinerja agar lebih cepat, tepat, dan relevan,” ujar Hardika (Kabag Pengelolaan dan Layanan Digital, Perpustakaan UMS)
Sosialisasi ini juga menjadi ruang diskusi bersama mengenai tantangan dan peluang dalam pemanfaatan AI di lingkungan perpustakaan, termasuk kebutuhan pelatihan lanjutan, pemilihan tools yang aman dan etis, serta penyusunan kebijakan internal yang mengatur pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
Dengan adanya kegiatan ini, Perpustakaan UMS berharap seluruh staf dan pustakawan dapat mengembangkan literasi teknologi, serta memanfaatkan AI secara bijak untuk mendukung inovasi layanan, pengembangan konten, dan peningkatan kualitas informasi bagi pemustaka. (whd/ai)
(library.ums.ac.id) Surakarta, 20 Juli 2024 – Dalam rangka menjalankan catur dharma perguruan tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah, Pustakawan Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah II Kadipiro, Banjarsari, Surakarta. Panti asuhan yang berlokasi di Jalan Tulang Bawang Utara No 41 ini menjadi tempat dilaksanakannya program pembangunan perpustakaan panti dengan tujuan meningkatkan literasi baca di lingkungan panti untuk mendukung generasi islami berkemajuan yang berlandaskan Al-Islam dan Ke-Muhammadiyahan serta menciptakan suasana perpustakaan yang nyaman untuk belajar dan mencari sumber referensi yang layak.
Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pihak Panti Asuhan dengan Perpustakaan UMS yang mendelegasikan tiga pustakawan, yaitu M. Yusuf Setiawan, Qodri Royani, dan Hanun Adlan. Mereka memiliki visi yang sama dalam meningkatkan akses pendidikan dan literasi bagi anak-anak yatim piatu dan dhu’afa, khususnya dalam konteks keislaman dan ajaran Muhammadiyah. Ketiga pustakawan ini berkomitmen untuk menyediakan sumber daya pendidikan yang memadai dan ramah anak sehingga dapat memotivasi anak-anak panti dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis mereka. Selama kegiatan berlangsung, para pustakawan bersama-sama dengan anak-anak panti asuhan bahu-membahu dalam menyusun rak-rak buku, menata koleksi buku, dan melakukan otomasi perpustakaan. Kegembiraan dan semangat terlihat di wajah anak-anak saat mereka antusias memilih buku-buku yang akan menjadi teman belajar mereka.
Pihak Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah II Kadipiro menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari para pustakawan UMS. Perpustakaan ini akan menjadi aset berharga bagi anak-anak kami dalam menimba ilmu dan mengembangkan diri,” kata pengurus panti asuhan. Dalam keterangan tambahannya, Dra. Elly Elliyun sebagai Ketua Panti menyatakan, “Kami melihat pentingnya peran perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk anak asuh kami juga masyarakat sekitar panti. Dengan membangun perpustakaan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan literasi dan pendidikan mereka.”
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, para pustakawan UMS juga berencana untuk terus memantau dan memberikan bimbingan rutin kepada anak-anak panti asuhan dalam memanfaatkan perpustakaan. Mereka berharap perpustakaan ini akan menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan minat baca dan literasi di kalangan anak-anak panti asuhan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan wujud nyata dari komitmen UMS dalam mengabdi kepada masyarakat dan memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih. Diharapkan, dengan adanya perpustakaan ini, anak-anak panti asuhan dapat lebih termotivasi untuk belajar dan meraih cita-cita mereka. (han)
Pada Rabu, 10 Juni 2015, Ari Fatmawati Aisyah SIP yang mewakili Universitas Muhammadiyah Surakarta berhasil meraih juara I Lomba Pustakawan Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah. Lomba ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh DIKTI.
Dalam lomba tersebut, tiap peserta menjalani berbagai tes. Tes Pertama yang harus dijalani setiap peserta adalah tes tulis tentang teori dan pengelolaan Perpustakaan. Kemudian ditambah tes tulis Bahasa Inggris. Setelah tes tulis, setiap peserta kemudian diwajibkan untuk menulis artikel spontan tentang Perpustakaan. Selanjutnya para peserta mempresentasikan karya unggulannya masing-masing. Ari Fatmawati Aisyah pada lomba ini mempresentasikan tentang “Pengembangan Repository dengan Unggah Mandiri”. Pada sesi presentasi ini, para peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya pada peserta lainnya. Tes Terakhir yang dijalani oleh setiap peserta adalah sesi wawancara dengan juri.
Juara 1, 2 dan 3 berhak untuk diikutsertakan dalam lomba Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional.
Selamat dan Sukses untuk Mbak Ari, semoga semakin bersinar di tingkat Nasional dan mampu membawa nama baik Perpustakaan UMS dan Universitas Muhammadiyah Surakarta tentunya. (Red:Husnun)