Skip to main content
Tag

FPPTI Jateng

Pustakawan UMS Ikuti Studi Banding FPPTI Jawa Tengah ke Malaysia, Presentasikan Program IMAM di University Malaya

By Event

KUALA LUMPUR — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan studi banding ke Malaysia yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada 26–29 Juli 2026 ini membawa rombongan mengunjungi tiga institusi perpustakaan terkemuka, yaitu Perpustakaan Tun Seri Lanang University Kebangsaan Malaysia (UKM), Perpustakaan University Malaya (UM), dan Persatuan Pustakawan Malaysia (PPM) yang bertempat di Perpustakaan Kuala Lumpur.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, UMS mengirimkan dua orang delegasinya dan turut berkesempatan menyampaikan presentasi dan sharing session di Universiti Malaya. Kesempatan ini dimanfaatkan sebagai ajang pertukaran wawasan mengenai pengelolaan dan inovasi layanan perpustakaan digital antara UMS sebagai anggota Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Jawa Tengah dan pihak Perpustakaan Universiti Malaya. Keterlibatan ini menjadi bukti nyata bahwa pustakawan UMS memiliki kapasitas dalam berbagi gagasan dengan perguruan tinggi ternama di Asia Tenggara.

Kepala Perpustakaan UMS, Maria Husnun Nisa, tampil mewakili UMS dalam sesi presentasi tersebut. Ia mengangkat inovasi bertajuk “Knowledge Sharing Melalui Program “IMAM” Perpustakaan UMS” — sebuah program pengabdian masyarakat yang dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari pendidikan dan pelatihan (diklat), pendampingan sertifikasi, pendampingan akreditasi, hingga UMS Library Corner.

Menurut Husnun, tujuan dari program Ilmu Manfaat Amal Memberi (IMAM) ini adalah untuk menciptakan masyarakat yang humanis (memanusiakan manusia), Liberasi (memerdekakan manusia dari kebodohan) dan Transendensi (dalam rangka ibadah dan mencari keridhaan Allah SWT), dan program IMAM dirancang agar keberadaan perpustakaan tidak hanya bermanfaat bagi civitas akademika, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Inovasi yang dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi tidak hanya dapat dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika saja, namun juga harus berdampak kepada masyarakat. Alhamdulillah, inovasi perpustakaan UMS berdampak positif kepada masyarakat sekitar” ujar Husnun.

Studi banding ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah strategis UMS dalam memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus terus mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan melalui pengembangan perpustakaan perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Dengan aktif berpartisipasi dalam forum lintas negara seperti ini, Perpustakaan UMS menegaskan komitmennya untuk ikut serta membentuk arah pengembangan ekosistem perpustakaan perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ke depan, hasil dari studi banding ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman, melainkan menjadi bekal nyata untuk terus menghadirkan inovasi layanan perpustakaan yang relevan, berdampak, dan berdaya saing global.

LSP Bekerjasama dengan FPPTI Jawa Tengah dan Perpustakaan UMS adakan sertifikasi Pustakawan

By News

Dalam rangka meningkatkan profesionalitas dan pengembangan karir pustakawan, Lembaga setifikasi Profesi (LSP) Pustakawan Bekerjasama dengan FPPTI Jawa Tengah dan Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS mengadakan Uji Sertifikasi Kompetensi Pustakawan di lingkup Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan asesmen berlangsung selama 3 hari pada 6-8 September 2023 di gedung Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS.

Maria Husnun Nisa, Kepala Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS sekaligus Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya FPPTI Jawa Tengah menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan pendampingan pemberkasan pada tanggal 6 dan dilanjutkan dengan pembukaan serta asesmen selama dua hari, yaitu pada tanggal 7 dan 8 September 2023.

Menurut Maria, kegiatan uji sertifikasi ini sangat penting bagi karir para pustakawan, karena selain menambah rasa percaya diri, juga dapat mempertajam wawasan para pustakawan dan berkompeten pada tiap klaster yang dipilih.

Kepala Bagian Pengembangan Pustakawan Perpusnas RI, Opong Sumiati yang hadir melalui Zoom Meeting menegaskan bahwa program sertifikasi ini telah digaungkan sejak masa pemerintahan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Dimana sertifikasi menjadi tolak ukur para profesional dalam menjunjung tinggi profesionalisme dalam melaksanakan profesi masing-masing.

Titiek Kismiyati sebagai Kepala Bidang Pengendalian Mutu LSP menjelaskan alasan mengapa UMS ditunjuk sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Pustakawan. Hal ini karena UMS telah memenuhi syarat, yaitu sesuai dengan Klaster; Tempat yang Nyaman; Sarana dan Prasarana Lengkap; dan Ada Layanan Pendukung. Titiek juga mengungkapkan bahwa baru kali ini TUK menyediakan printer di tiap asesor, hal ini menjadi salah satu kelebihan UMS dimana pada beberapa TUK terjadi antrian dalam pencetakan dokumen asesmen karena terbatasnya jumlah printer.

Saat ini, di Jawa Tengah khususnya, minat untuk mengikuti sertifikasi semakin tinggi, bahkan sertifikasi telah menjadi salah satu persyaratan untuk PPPK, sehingga mengurangi kebutuhan untuk menguji individu secara terpisah, yang memakan waktu. Cukup dengan memiliki Sertifikat Kompetensi yang sudah ada. Selain itu, sertifikasi juga memiliki arti yang cukup penting dalam elemen akreditasi Perpustakaan, karena salah satu komponennya adalah SDM yang telah tersertifikasi.

Peserta Uji Kompetensi berjumlah 70 orang, dimana 50 orang berasal dari perpustakaan perguruan Tinggi, sedangkan sisanya berasal dari Perpustakaan Sekolah.

Penulis: mh246