Skip to main content
Tag

Universitas Muhammadiyah Surakarta

BiblioBattle 2026: “One Book Can Change Everything”, Perpus UMS Ajak Sivitas Akademika Berburu Buku yang Mengubah Cara Pandang

By News

Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar ajang tahunan BiblioBattle 2026 dengan mengusung tema “One Book Can Change Everything” pada Senin (3/8/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Ruang Koleksi Referensi dan Periodikal, Lantai 3, Gedung UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS.

BiblioBattle dirancang sebagai ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk saling berbagi rekomendasi bacaan yang dinilai mampu mengubah cara pandang pembacanya, sekaligus menjadi ajang kompetisi presentasi buku yang menghadirkan dialog interaktif antara presenter, juri, dan audiens.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang hadir dan menegaskan pentingnya membangun budaya literasi di lingkungan kampus sebagai bekal berpikir kritis dan reflektif, baik bagi mahasiswa maupun dosen. Ia juga berharap BiblioBattle dapat menumbuhkan minat baca sekaligus mempererat kolaborasi antara perpustakaan dan sivitas akademika.

Bertindak sebagai reviewer dalam kegiatan ini adalah Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. selaku Kepala Perpustakaan, serta Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. selaku Kabid Pengelolaan dan Layanan Digital UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS.

Sesi inti BiblioBattle 2026 diisi oleh enam presenter dari kalangan dosen, pustakawan, dan mahasiswa yang secara bergantian membedah buku pilihan masing-masing:

  1. Ayu Khoirotul Umaroh, S.KM., M.K.M. (Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS) membuka sesi dengan membahas Filsafat Kecemasan karya Dr. Muhammad Faisal. Ia mengupas bagaimana buku ini menawarkan perspektif filosofis dalam memahami dan mengelola kecemasan, lengkap dengan langkah praktis yang bisa diterapkan pembaca dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Eko Purnomo, S.Pd., M.Pd. (Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP) mempresentasikan Perempuan Bayangan karya Netty Virgiantini. Ia menyoroti kompleksitas persoalan psikologis dan sosial yang dihadapi tokoh-tokoh perempuan dalam novel tersebut, dengan penekanan pada tema cinta, pengkhianatan, dan harga diri.
  3. Aurelea Fatiha (Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Duta Perpus) membawakan Platinum Data karya Keigo Higashino. Ia mengulas sisi thriller novel ini yang mengkritisi manipulasi data dan isu privasi, sekaligus menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan yang tak tergantikan oleh teknologi.
  4. Zahra Fadhilah Husna, S.Hum. (Pustakawan UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS) mempromosikan Keajaiban Toko Kelontong Namiya karya Keigo Higashino. Ia menekankan konsep unik surat-menyurat anonim lintas waktu dalam novel tersebut, yang memadukan unsur misteri dengan pesan-pesan moral yang mendalam.
  5. Nadia Qurrotu (Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Duta Perpus) mengangkat Aroma Karsa karya Dee Lestari. Ia memaparkan bagaimana cerita fiksi ini menghadirkan latar sejarah sekaligus modern, dengan tokoh-tokoh dari kalangan marjinal beserta pergulatan hidup mereka.
  6. Aisha Rachmalia Rayhan, S.Hum. (Pustakawan UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS) menutup sesi presentasi dengan membahas Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna. Buku ini menyoroti profesi-profesi kecil seperti pramuria, cleaning service, penjual makanan kaki lima, hingga pencuri motor, menggambarkan sisi kota besar yang jarang terlihat di balik gemerlapnya. Ia memaparkan kisah perjuangan hidup orang-orang kecil di kampung pinggiran Jakarta demi bertahan hidup di balik gemerlap ibu kota.

Usai seluruh presentasi, sesi dilanjutkan dengan tanggapan dari dewan juri dan audiens. Diskusi berkembang ke berbagai pertanyaan reflektif, mulai dari cara mengelola kecemasan, penggambaran karakter dalam karya fiksi, hingga relevansi cerita-cerita yang dibahas dengan isu kesehatan mental dan norma sosial dalam kehidupan nyata.

Rangkaian BiblioBattle 2026 diakhiri dengan pengumuman hasil voting peserta. Buku Filsafat Kecemasan karya Dr. Muhammad Faisal, yang dipresentasikan oleh Ayu Khoirotul Umaroh, S.KM., M.K.M., terpilih sebagai buku pemenang. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ucapan terima kasih kepada seluruh partisipan.

Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan terus memberi dampak nyata bagi budaya membaca dan berbagi pengetahuan di lingkungan UMS.

BiblioBattle adalah format ajang literasi yang mempertemukan beberapa presenter untuk mempresentasikan satu buku pilihan masing-masing secara singkat, lengkap dengan alasan mengapa buku tersebut layak dibaca. Setelah seluruh presentasi selesai, audiens dan/atau dewan juri memberikan tanggapan serta memilih buku yang dinilai paling menarik melalui voting. Format ini populer digunakan di lingkungan kampus dan perpustakaan sebagai cara menumbuhkan minat baca sekaligus melatih kemampuan presentasi dan diskusi kritis para pesertanya. (nnf190)

Pustakawan UMS Ikuti Studi Banding FPPTI Jawa Tengah ke Malaysia, Presentasikan Program IMAM di University Malaya

By News

KUALA LUMPUR — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan studi banding ke Malaysia yang diselenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada 26–29 Juli 2026 ini membawa rombongan mengunjungi tiga institusi perpustakaan terkemuka, yaitu Perpustakaan Tun Seri Lanang University Kebangsaan Malaysia (UKM), Perpustakaan University Malaya (UM), dan Persatuan Pustakawan Malaysia (PPM) yang bertempat di Perpustakaan Kuala Lumpur.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, UMS mengirimkan dua orang delegasinya dan turut berkesempatan menyampaikan presentasi dan sharing session di Universiti Malaya. Kesempatan ini dimanfaatkan sebagai ajang pertukaran wawasan mengenai pengelolaan dan inovasi layanan perpustakaan digital antara UMS sebagai anggota Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Jawa Tengah dan pihak Perpustakaan Universiti Malaya. Keterlibatan ini menjadi bukti nyata bahwa pustakawan UMS memiliki kapasitas dalam berbagi gagasan dengan perguruan tinggi ternama di Asia Tenggara.

Kepala Perpustakaan UMS, Maria Husnun Nisa, tampil mewakili UMS dalam sesi presentasi tersebut. Ia mengangkat inovasi bertajuk “Knowledge Sharing Melalui Program “IMAM” Perpustakaan UMS” — sebuah program pengabdian masyarakat yang dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari pendidikan dan pelatihan (diklat), pendampingan sertifikasi, pendampingan akreditasi, hingga UMS Library Corner.

Menurut Husnun, tujuan dari program Ilmu Manfaat Amal Memberi (IMAM) ini adalah untuk menciptakan masyarakat yang humanis (memanusiakan manusia), Liberasi (memerdekakan manusia dari kebodohan) dan Transendensi (dalam rangka ibadah dan mencari keridhaan Allah SWT), dan program IMAM dirancang agar keberadaan perpustakaan tidak hanya bermanfaat bagi civitas akademika, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Inovasi yang dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi tidak hanya dapat dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika saja, namun juga harus berdampak kepada masyarakat. Alhamdulillah, inovasi perpustakaan UMS berdampak positif kepada masyarakat sekitar” ujar Husnun.

Studi banding ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah strategis UMS dalam memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus terus mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan melalui pengembangan perpustakaan perguruan tinggi di kawasan ASEAN. Dengan aktif berpartisipasi dalam forum lintas negara seperti ini, Perpustakaan UMS menegaskan komitmennya untuk ikut serta membentuk arah pengembangan ekosistem perpustakaan perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ke depan, hasil dari studi banding ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman, melainkan menjadi bekal nyata untuk terus menghadirkan inovasi layanan perpustakaan yang relevan, berdampak, dan berdaya saing global.

Perkuat Literasi Sekolah, UMS Launching UMS Library Corner di SMA Muhammadiyah Plus Salatiga

By News

SALATIGA — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi melaunching UMS Library Corner di SMA Muhammadiyah Plus Salatiga. Kegiatan launching sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 09.00 WIB, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua belah pihak.

SMA Muhammadiyah Plus Salatiga menjadi sekolah penerima pojok baca UMS Library Corner, dan langsung disambut oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Plus Salatiga, Risda Mila Shanti, S.Pd. Sementara dari pihak UMS, sambutan disampaikan oleh Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., selaku Kepala Perpustakaan UMS.

Dalam sambutannya, Risda Mila Shanti menyampaikan rasa terima kasih atas fasilitas pojok baca UMS Library Corner yang dihadirkan di sekolahnya. Menurutnya, kehadiran fasilitas ini merupakan wujud dari impian sekolah untuk memiliki perpustakaan yang lebih baik dan representatif.

“Perpustakaan merupakan gudang ilmu bagi siswa,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan yang mudah diakses oleh seluruh warga sekolah.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada UMS yang telah menjalin kolaborasi dengan sekolahnya, sehingga meskipun berlokasi di Salatiga, pihak sekolah merasa semakin dekat dengan keberadaan UMS. Risda Mila Shanti menyebutkan bahwa dirinya merupakan lulusan UMS dari Program Studi Bahasa Inggris, dan beberapa pendidik lain di sekolah tersebut juga tercatat sebagai alumni UMS.

Sementara itu, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. dalam sambutannya menjelaskan bahwa program UMS Library Corner merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS untuk memajukan perpustakaan sekolah-sekolah mitra.

“Kami selalu berusaha memantik sekolah-sekolah untuk memiliki perpustakaan yang berkualitas,” ungkapnya. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah bersama untuk maju, sekaligus menjadi pemantik semangat bagi siswa maupun guru dalam meningkatkan literasi dan minat baca, meskipun di tengah keterbatasan kondisi yang ada.

Lebih lanjut, Maria Husnun Nisa menyampaikan bahwa program ini bertujuan menambah wawasan, mengasah kemampuan imajinasi, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis bagi para siswa melalui akses bacaan yang lebih baik.

UMS Library Corner merupakan program dari UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta yang menghadirkan pojok baca di sekolah-sekolah mitra. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata UMS dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya dalam peningkatan budaya literasi di kalangan pelajar.

Melalui kegiatan launching dan penandatanganan MoU ini, kedua belah pihak berharap kerja sama tersebut dapat turut memajukan Persyarikatan Muhammadiyah serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mencetak generasi yang cerdas, gemar membaca, dan berpikir kritis. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk turut mengembangkan fasilitas literasi demi kemajuan pendidikan bersama, sekaligus memperkokoh posisi SMA Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai sekolah yang unggul dalam literasi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. (nnf190/AI)

Awardee UMS Library Digital Scholarship 2026 Presentasikan Hasil Program pada Monev Akhir

By News

UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Akhir Awardee UMS Library Digital Scholarship 2026 pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Meeting dan Diskusi Siti Badilah, Lantai 1 Perpustakaan UMS. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian program pembinaan yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Acara diawali dengan sambutan dari Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Dalam sambutannya, Maria menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh awardee yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, serta tanggung jawab selama mengikuti program. Menurutnya, para awardee tidak hanya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan layanan digital dan promosi perpustakaan, tetapi juga menjadi representasi mahasiswa yang mampu berinovasi dan berkolaborasi untuk mendukung transformasi perpustakaan di era digital.

Sambutan juga disampaikan oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (ITE), Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Digital. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan kompetensi para awardee selama program berlangsung. Menurutnya, hasil karya, inovasi, dan semangat belajar yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti bahwa program UMS Digital Library Scholarship mampu mencetak mahasiswa yang memiliki kemampuan teknis sekaligus kreativitas dalam menghasilkan solusi dan konten digital yang bermanfaat bagi Perpustakaan UMS.

Pada kegiatan monitoring dan evaluasi, masing-masing awardee mempresentasikan laporan akhir, capaian program, serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti UMS Digital Library Scholarship 2026. Tim pengelola memberikan masukan dan evaluasi sebagai bahan pengembangan program pada periode mendatang.

Program UMS Digital Library Scholarship 2026 menghasilkan lima awardee terbaik yang telah berkontribusi aktif sesuai bidangnya. Pada kategori Teknologi Informasi/Sistem Informasi/Aplikasi, awardee terdiri atas Haydar Aulia Rahman dan Narendra Satya Adikurniawan. Sementara pada kategori Konten Kreator, awardee terdiri atas M. Ghali Apriansyah, Deysilla Afifah Feriz, dan Septyas Ayu Kusuma Aji.

Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap para awardee dapat terus mengembangkan kompetensi yang telah diperoleh serta menjadi agen perubahan dalam pengembangan literasi digital, teknologi informasi, dan kreativitas konten, baik di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta maupun di masyarakat luas.

Monitoring dan Evaluasi Akhir ini menjadi penanda berakhirnya program UMS Digital Library Scholarship 2026 sekaligus menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian yang telah diraih, sebagai bekal untuk menghadirkan program yang semakin berkualitas pada periode selanjutnya. (nnf190)

Perpustakaan UMS Selenggarakan Workshop Turnitin for Instructor untuk Optimalisasi Pemanfaatan Turnitin

By News

Surakarta, 9 Juli 2026 – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Turnitin for Instructor: Optimalisasi Pemanfaatan Turnitin untuk Dosen dan Tendik secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UMS sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan Turnitin dalam mendukung integritas akademik.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa UMS telah menggunakan layanan Turnitin sejak tahun 2012. Seiring berkembangnya teknologi dan hadirnya berbagai pembaruan fitur, pelatihan ini menjadi penting agar dosen dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan Turnitin secara lebih optimal dalam proses pembelajaran maupun penulisan karya ilmiah.

Workshop menghadirkan Muhammad David Lung, Senior Professional and Education Services Consultant, Turnitin, LLC, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Turnitin saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pendeteksi kemiripan naskah (Similarity Report), tetapi juga sebagai platform yang mendukung proses pembelajaran melalui berbagai fitur seperti Feedback Studio, QuickMarks, Peer Review, serta AI Writing Detection.

Muhammad David Lung menjelaskan bahwa hasil Similarity Report perlu dipahami secara bijak karena persentase kemiripan tidak selalu menunjukkan adanya plagiarisme. Penilaian tetap harus mempertimbangkan jenis karya tulis, penggunaan sitasi, serta kebijakan yang berlaku di masing-masing institusi. Ia juga mengulas fitur AI Writing Detection yang membantu dosen mengidentifikasi indikasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penyusunan naskah, sekaligus menekankan pentingnya penyusunan kebijakan penggunaan AI yang bertanggung jawab di lingkungan perguruan tinggi.

Selain penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi penggunaan Turnitin Feedback Studio, mulai dari pembuatan kelas, pengelolaan tugas, pengaturan tenggat waktu, interpretasi laporan kesamaan, hingga pemberian umpan balik kepada mahasiswa menggunakan fitur QuickMarks dan rubrik penilaian. Narasumber juga membagikan berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan akun Turnitin agar penggunaan lisensi lebih efektif.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai pertanyaan peserta terkait penggunaan fitur Quick Submit, pengecualian sitasi dan daftar pustaka, keamanan akun, kendala unggah dokumen, hingga kompatibilitas browser. Narasumber juga memperkenalkan Turnitin Clarity, fitur terbaru yang dirancang untuk mendukung proses penyusunan draf dan pemberian umpan balik terhadap tulisan mahasiswa.

Melalui workshop ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dosen dan tenaga kependidikan semakin memahami berbagai fitur Turnitin serta mampu memanfaatkannya secara optimal, tidak hanya sebagai alat pemeriksa kemiripan naskah, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran, penulisan ilmiah, dan budaya integritas akademik di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, pembagian doorprize, serta informasi mengenai distribusi materi dan e-sertifikat kepada seluruh peserta. (nnf190)

Perpus UMS Ajak Sivitas Akademika Rayakan Hari Pustakawan Nasional Melalui Program Berbagi Es Krim

By News

Surakarta – Dalam rangka memperingati Hari Pustakawan Nasional 2026, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program “Perpus UMS Berbagi Es Krim” yang berlangsung mulai 7 Juli hingga 23 Juli 2026. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari sivitas akademika UMS dengan total 206 pengunjung berhasil memperoleh es krim gratis setelah mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan.

Program ini bertujuan untuk mengapresiasi para pemustaka sekaligus meningkatkan interaksi dan keterlibatan sivitas akademika dengan media sosial Perpustakaan UMS. Untuk mendapatkan es krim gratis, peserta diwajibkan mengikuti akun media sosial Perpustakaan UMS atau mengunggah foto maupun video kunjungan ke perpustakaan di Instagram maupun TikTok dengan menyertakan tag atau mention akun @perpusums. Setelah itu, peserta mengisi e-Form dan menunjukkan bukti kepada petugas untuk proses verifikasi.

Selama pelaksanaan program, tercatat 166 pengunjung mengikuti akun Instagram @perpusums, sedangkan 26 pengunjung mengikuti akun TikTok @perpusums. Selain itu, peserta lainnya berpartisipasi melalui unggahan foto maupun video yang menampilkan aktivitas mereka di Perpustakaan UMS sehingga turut membantu memperluas jangkauan promosi layanan perpustakaan di media sosial.

Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya kreatif perpustakaan untuk membangun kedekatan dengan pemustaka, khususnya generasi muda, melalui pendekatan yang menyenangkan.

“Kami berharap kegiatan sederhana seperti ini dapat meningkatkan semangat mahasiswa untuk datang ke perpustakaan, memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia, sekaligus menjadi bagian dari promosi positif Perpustakaan UMS melalui media sosial,” ujarnya.

Melalui kegiatan Perpus UMS Berbagi Es Krim, perpustakaan tidak hanya memberikan apresiasi kepada para pengunjung, tetapi juga berhasil meningkatkan eksposur media sosial serta memperkuat citra perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah, kreatif, dan dekat dengan kebutuhan sivitas akademika.

Program ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Pustakawan Nasional yang berhasil menghadirkan suasana meriah di lingkungan Perpustakaan UMS. Ke depan, Perpustakaan UMS berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan inovatif yang mendorong budaya literasi, meningkatkan kunjungan perpustakaan, serta mempererat hubungan dengan seluruh pemustaka. (nnf190)

UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS Perkuat Literasi Data Mahasiswa melalui Pembinaan Agen Pojok Statistik

By News

Surakarta – UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan Pembinaan Agen Pojok Statistik Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Senin (6/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB ini diikuti oleh Agen Pojok Statistik UMS, yang merupakan Duta Perpustakaan UMS aktif, sebagai upaya meningkatkan literasi statistik dan kompetensi mahasiswa dalam memanfaatkan data resmi untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. Dalam sambutannya, Maria menyampaikan bahwa kehadiran Pojok Statistik di lingkungan perguruan tinggi merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dengan Badan Pusat Statistik dalam membangun budaya pengambilan keputusan berbasis data.

“Di era digital saat ini, kemampuan mengakses informasi saja tidak lagi cukup. Mahasiswa harus mampu memilih data yang valid, memahami cara mengolahnya, serta menginterpretasikannya secara tepat untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas. Melalui Pembinaan Agen Pojok Statistik ini, kami berharap para agen mampu menjadi duta literasi data yang dapat mengedukasi sivitas akademika mengenai pentingnya pemanfaatan data statistik resmi,” ujar Maria.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara UMS dan BPS Kabupaten Sukoharjo dalam menghadirkan layanan Pojok Statistik sebagai salah satu fasilitas pendukung pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Anang Sarwoto, S.Si., M.M. dari BPS Kabupaten Sukoharjo secara resmi membuka sesi pelatihan sekaligus menyampaikan materi mengenai peran statistik dalam pembangunan. Ia menjelaskan bahwa data statistik menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan publik, perencanaan pembangunan, hingga pengambilan keputusan di berbagai sektor.

Menurut Anang, statistik yang dihasilkan BPS harus memenuhi prinsip independen, objektif, akurat, dan menjaga kerahasiaan responden. Ia juga menjelaskan tugas BPS dalam penyelenggaraan statistik dasar, pembinaan statistik sektoral, serta pengembangan kapasitas statistik di instansi pemerintah, perguruan tinggi, maupun desa.

“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen literasi statistik. Mereka diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan data resmi, tetapi juga dapat menjadi konsultan dan penyebar informasi statistik yang benar di lingkungan kampus,” jelasnya.

Pada sesi berikutnya, Resti Amalia, SST, Ahli Statistik Pertama BPS Kabupaten Sukoharjo, memberikan pemahaman mengenai konsep dasar statistik. Ia menjelaskan perbedaan antara data sebagai informasi mentah dengan statistik sebagai hasil pengolahan data yang telah dianalisis dan disajikan dalam bentuk informasi yang bermanfaat.

Resti juga memaparkan berbagai jenis kegiatan statistik, mulai dari statistik dasar, statistik sektoral, hingga statistik khusus, beserta metode pengumpulan data melalui sensus, survei, kompilasi administrasi, dan pemanfaatan teknologi seperti Big Data. Peserta juga dikenalkan dengan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) yang menjadi standar proses penyelenggaraan statistik, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi hasil.

Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya metadata dalam mendokumentasikan kegiatan statistik, baik metadata kegiatan, variabel, maupun indikator. Pada kesempatan tersebut, Resti juga mengajak para agen untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai salah satu program strategis BPS.

Materi mengenai layanan BPS disampaikan oleh Puspa P. Winri, S.Si. Ia memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika, seperti layanan perpustakaan statistik, konsultasi statistik, serta rekomendasi kegiatan statistik. Peserta juga diajak mengenal berbagai publikasi, infografis, tabel statistik, dan data resmi yang dapat diakses melalui website BPS Kabupaten Sukoharjo.

Selain layanan gratis tersebut, Puspa menjelaskan mekanisme akses mikrodata melalui platform SILASTIK, yang menjadi sarana resmi bagi peneliti untuk memperoleh data sesuai ketentuan yang berlaku.

Sesi berikutnya menghadirkan Laelatul Q., SST yang membahas indikator-indikator statistik, khususnya indikator kemiskinan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah. Ia menjelaskan metode pengukuran kemiskinan secara makro maupun mikro, indikator pembangunan manusia (IPM), serta berbagai indikator ekonomi daerah.

Dalam pemaparannya disebutkan bahwa sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar perekonomian Kabupaten Sukoharjo dengan kontribusi sebesar 38,03 persen, disusul sektor perdagangan dan pertanian. Selain itu, Kabupaten Sukoharjo juga memiliki capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tergolong tinggi di Jawa Tengah dengan indikator harapan hidup sekitar 78 tahun dan harapan lama sekolah sekitar 14 tahun.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Defanny Artha M., SST mengenai prinsip-prinsip desain infografis statistik. Peserta dibekali pemahaman mengenai penyusunan infografis yang sederhana, komunikatif, memiliki hierarki visual yang jelas, serta konsisten dalam penggunaan warna dan tipografi sehingga informasi statistik dapat dipahami masyarakat dengan lebih mudah.

Defanny juga memperkenalkan implementasi Pojok Statistik Virtual, sebuah platform digital yang memungkinkan Agen Pojok Statistik mengunggah berbagai konten edukasi berupa infografis, video, maupun materi literasi statistik sebagai media diseminasi informasi kepada masyarakat.

Pada sesi terakhir, M. Khusni Fajar, SST menjelaskan mekanisme pemanfaatan platform Pojok Statistik sebagai media publikasi karya dan dokumentasi aktivitas Agen Pojok Statistik. Ia juga menyampaikan bahwa keaktifan mahasiswa dalam menghasilkan konten edukatif menjadi salah satu syarat untuk mengikuti program Data Camp Statistik BPS.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif mengenai metodologi sensus, teknik sampling, kualitas data, serta mekanisme akses mikrodata. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pemanfaatan data statistik dalam penelitian dan penyusunan karya ilmiah.

Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS bersama BPS Kabupaten Sukoharjo berharap Agen Pojok Statistik dapat menjadi motor penggerak literasi data di lingkungan kampus. Dengan meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam mengakses, memahami, dan mengomunikasikan data statistik resmi, diharapkan akan lahir penelitian-penelitian yang lebih berkualitas serta mendukung terciptanya generasi yang kritis, adaptif, dan berbasis bukti dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. (nnf190/Ai)

Workshop Sitasi dan Indeksasi Tingkatkan Kompetensi Pustakawan UMS dalam Pendampingan Publikasi Ilmia

By News

Surakarta, 3 Juli 2026 – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan akademik melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Workshop Sitasi dan Indeksasi yang diikuti oleh pustakawan dan tenaga kependidikan UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS pada Jumat (3/7/2026) di Ruang Internet UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam memahami konsep sitasi, pengelolaan referensi, serta proses indeksasi karya ilmiah. Kompetensi tersebut dinilai penting agar pustakawan mampu memberikan layanan pendampingan yang lebih optimal kepada sivitas akademika, khususnya dalam penyusunan dan publikasi karya ilmiah.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Digital UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (ITE), menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pustakawan menjadi salah satu strategi perpustakaan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan publikasi ilmiah.

“Perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia sumber informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi sivitas akademika dalam proses publikasi ilmiah. Melalui workshop ini, kami ingin meningkatkan kompetensi pustakawan agar mampu memberikan pendampingan terkait sitasi, pengelolaan referensi, hingga pemahaman mengenai indeksasi jurnal secara lebih profesional,” ujar Hardika.

Menurutnya, perkembangan dunia akademik menuntut pustakawan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu menjawab kebutuhan dosen, mahasiswa, maupun peneliti dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.

Workshop ini juga menjadi bagian dari program peningkatan kompetensi berkelanjutan yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan sehari-hari, sehingga kualitas layanan informasi dan pendampingan publikasi ilmiah di lingkungan UMS semakin meningkat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS kembali menegaskan perannya sebagai pusat informasi sekaligus mitra akademik yang mendukung peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan kompetensi sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Surakarta. (nnf190/Ai)

FPPTI Jawa Tengah Gelar Workshop Public Speaking for Librarians di UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS

By News

Surakarta – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah bekerja sama dengan UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Public Speaking for Librarians pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Ruang Siti Badilah UMS.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh pustakawan dan pengelola perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Workshop diselenggarakan selama kurang lebih 10 jam dan terbagi dalam dua sesi utama, yaitu sesi penyampaian materi pada pagi hari dan sesi praktik pada siang hari.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua FPPTI Jawa Tengah, Suwondo, S.Hum., M.Kom., yang menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi komunikasi bagi pustakawan di era layanan informasi yang semakin berkembang. Sambutan juga disampaikan oleh Maria Husnun Nisa, selaku Kepala UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, yang menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai sarana pengembangan kapasitas pustakawan.

Workshop menghadirkan narasumber Novy Diana Fauzie, S.S., M.A., Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi pustakawan di tingkat nasional. Dalam pemaparannya, Novy menekankan bahwa keterampilan berbicara di depan umum merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki pustakawan untuk mendukung keberhasilan layanan, pelatihan, literasi informasi, maupun berbagai program perpustakaan.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai lima komponen utama presentasi yang efektif, yaitu pesan yang jelas, pemahaman terhadap audiens, struktur presentasi yang baik, teknik penyampaian melalui bahasa tubuh dan intonasi suara, serta persiapan yang matang. Narasumber juga membahas strategi membangun kepercayaan diri, mengatasi rasa gugup, mengelola interaksi dengan audiens, hingga teknik membuka dan menutup presentasi secara menarik.

Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya menyesuaikan gaya penyampaian dengan karakter audiens dan situasi acara. Berbagai contoh pengalaman nyata dalam kegiatan pelatihan, edukasi pengguna, maupun peran sebagai moderator dan pembawa acara turut dibagikan untuk memperkaya wawasan peserta.

Memasuki sesi praktik pada siang hari, peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik public speaking yang telah dipelajari. Kegiatan praktik meliputi latihan artikulasi, pengaturan napas, kontak mata, ekspresi wajah, teknik membaca naskah, serta simulasi menjadi moderator dan master of ceremony (MC). Setiap peserta mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber guna meningkatkan kualitas penyampaian dan kepercayaan diri saat tampil di depan publik.

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Melalui kombinasi materi teoritis dan praktik intensif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat diterapkan dalam kegiatan pelayanan perpustakaan, pelatihan literasi informasi, maupun berbagai kegiatan akademik lainnya.

Melalui workshop ini, FPPTI Jawa Tengah berharap para pustakawan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi profesional sehingga dapat menyampaikan informasi secara lebih efektif, membangun hubungan yang baik dengan pemustaka, serta mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan di perguruan tinggi. (nnf190)

Sivitas Akademika UMS Diperkenalkan dengan LeapSpace, Teknologi AI Generasi Baru untuk Riset

By News

Surakarta, 2 Juni 2026 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Perpustakaan UMS bekerja sama dengan Elsevier menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan LeapSpace bagi Sivitas Akademika UMS pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan YouTube Live ini menghadirkan Dr. Johan Jang, Strategic Engagement Manager Southeast Asia Elsevier, sebagai narasumber utama.

Acara dibuka oleh Maria Husnun Nisa,S.Sos.,M.A selaku kepala UPT Perpustakaan UMS yang menyampaikan bahwa UMS memperoleh kesempatan untuk melakukan uji coba (trial) LeapSpace selama satu bulan. Program ini diharapkan dapat membantu dosen, peneliti, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas penelitian dan produktivitas akademik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam paparannya, Dr. Johan Jang memperkenalkan LeapSpace sebagai platform AI generasi terbaru dari Elsevier yang dirancang untuk mendukung proses penelitian secara lebih cepat, efisien, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik. LeapSpace memungkinkan pengguna melakukan pencarian literatur dari berbagai penerbit, memperoleh jawaban dalam bahasa alami, serta memanfaatkan fitur Trust Card yang berfungsi mengevaluasi tingkat keandalan jawaban yang dihasilkan AI.

Melalui demonstrasi langsung, Johan menunjukkan cara mengakses LeapSpace melalui ScienceDirect dan mempraktikkan berbagai fitur yang tersedia. Salah satu keunggulan yang ditampilkan adalah kemampuan sistem dalam menilai potensi halusinasi atau ketidakakuratan informasi melalui mekanisme evaluasi yang transparan, sehingga pengguna dapat lebih kritis dalam memanfaatkan hasil yang diberikan AI.

Lebih lanjut, Johan menjelaskan bahwa LeapSpace tidak hanya membantu pencarian referensi ilmiah, tetapi juga menyediakan fitur rekomendasi jurnal, unggah dokumen, serta kemampuan deep research yang mendukung eksplorasi topik penelitian secara lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa dokumen yang diunggah pengguna tidak akan digunakan sebagai data pelatihan sistem, sehingga keamanan dan privasi data tetap terjaga.

“LeapSpace menggunakan pendekatan yang netral terhadap penerbit sehingga pengguna dapat memperoleh referensi dari berbagai sumber, tidak terbatas pada satu platform tertentu,” jelas Johan.

Pada sesi diskusi, peserta menanyakan berbagai hal terkait kemampuan bahasa dan fitur penelitian yang tersedia. Johan menjelaskan bahwa LeapSpace dapat menghasilkan jawaban dalam berbagai bahasa sesuai preferensi pengguna. Namun, sebagian besar referensi yang digunakan tetap berasal dari publikasi internasional berbahasa Inggris yang terindeks dalam basis data seperti Scopus dan ScienceDirect.

Selain itu, dibahas pula perbedaan antara mode pencarian standar dan fitur deep research. Menurut Johan, penggunaan fitur penelitian mendalam akan menghasilkan jawaban yang lebih komprehensif karena sistem melakukan analisis sumber yang lebih luas, meskipun prosesnya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Terkait pengelolaan referensi, LeapSpace menyediakan fasilitas ekspor dalam berbagai format, seperti RIS, BibTeX, dan CSV, sehingga memudahkan integrasi dengan perangkat lunak manajemen referensi yang umum digunakan peneliti. Menjawab pertanyaan peserta mengenai pencarian jurnal tanpa biaya publikasi (non-APC), Johan menjelaskan bahwa LeapSpace memungkinkan pengguna melakukan penyaringan berdasarkan status akses sehingga dapat membantu menemukan jurnal yang sesuai dengan kebutuhan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa masa uji coba LeapSpace di UMS berlangsung hingga 1 Juli 2026 dengan akses penggunaan tanpa batas selama periode trial. Johan mengingatkan bahwa meskipun teknologi AI dapat mempercepat proses penelitian, pengguna tetap perlu melakukan evaluasi terhadap referensi dan memastikan kredibilitas sumber yang digunakan sesuai standar akademik.

Melalui kegiatan ini, UMS menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan dan penelitian. Kehadiran LeapSpace diharapkan dapat menjadi solusi inovatif yang membantu sivitas akademika UMS dalam mengakses, menganalisis, dan mengelola informasi ilmiah secara lebih efektif di era kecerdasan buatan. (nnf190/Ai)