Skip to main content
Tag

ums

FPPTI Jawa Tengah Gelar Workshop Public Speaking for Librarians di UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS

By News

Surakarta – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah bekerja sama dengan UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Public Speaking for Librarians pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Ruang Siti Badilah UMS.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh pustakawan dan pengelola perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Workshop diselenggarakan selama kurang lebih 10 jam dan terbagi dalam dua sesi utama, yaitu sesi penyampaian materi pada pagi hari dan sesi praktik pada siang hari.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua FPPTI Jawa Tengah, Suwondo, S.Hum., M.Kom., yang menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi komunikasi bagi pustakawan di era layanan informasi yang semakin berkembang. Sambutan juga disampaikan oleh Maria Husnun Nisa, selaku Kepala UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, yang menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai sarana pengembangan kapasitas pustakawan.

Workshop menghadirkan narasumber Novy Diana Fauzie, S.S., M.A., Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi pustakawan di tingkat nasional. Dalam pemaparannya, Novy menekankan bahwa keterampilan berbicara di depan umum merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki pustakawan untuk mendukung keberhasilan layanan, pelatihan, literasi informasi, maupun berbagai program perpustakaan.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai lima komponen utama presentasi yang efektif, yaitu pesan yang jelas, pemahaman terhadap audiens, struktur presentasi yang baik, teknik penyampaian melalui bahasa tubuh dan intonasi suara, serta persiapan yang matang. Narasumber juga membahas strategi membangun kepercayaan diri, mengatasi rasa gugup, mengelola interaksi dengan audiens, hingga teknik membuka dan menutup presentasi secara menarik.

Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya menyesuaikan gaya penyampaian dengan karakter audiens dan situasi acara. Berbagai contoh pengalaman nyata dalam kegiatan pelatihan, edukasi pengguna, maupun peran sebagai moderator dan pembawa acara turut dibagikan untuk memperkaya wawasan peserta.

Memasuki sesi praktik pada siang hari, peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik public speaking yang telah dipelajari. Kegiatan praktik meliputi latihan artikulasi, pengaturan napas, kontak mata, ekspresi wajah, teknik membaca naskah, serta simulasi menjadi moderator dan master of ceremony (MC). Setiap peserta mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber guna meningkatkan kualitas penyampaian dan kepercayaan diri saat tampil di depan publik.

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Melalui kombinasi materi teoritis dan praktik intensif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat diterapkan dalam kegiatan pelayanan perpustakaan, pelatihan literasi informasi, maupun berbagai kegiatan akademik lainnya.

Melalui workshop ini, FPPTI Jawa Tengah berharap para pustakawan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi profesional sehingga dapat menyampaikan informasi secara lebih efektif, membangun hubungan yang baik dengan pemustaka, serta mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan di perguruan tinggi. (nnf190)

Sivitas Akademika UMS Diperkenalkan dengan LeapSpace, Teknologi AI Generasi Baru untuk Riset

By News

Surakarta, 2 Juni 2026 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Perpustakaan UMS bekerja sama dengan Elsevier menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan LeapSpace bagi Sivitas Akademika UMS pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan YouTube Live ini menghadirkan Dr. Johan Jang, Strategic Engagement Manager Southeast Asia Elsevier, sebagai narasumber utama.

Acara dibuka oleh Maria Husnun Nisa,S.Sos.,M.A selaku kepala UPT Perpustakaan UMS yang menyampaikan bahwa UMS memperoleh kesempatan untuk melakukan uji coba (trial) LeapSpace selama satu bulan. Program ini diharapkan dapat membantu dosen, peneliti, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas penelitian dan produktivitas akademik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam paparannya, Dr. Johan Jang memperkenalkan LeapSpace sebagai platform AI generasi terbaru dari Elsevier yang dirancang untuk mendukung proses penelitian secara lebih cepat, efisien, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik. LeapSpace memungkinkan pengguna melakukan pencarian literatur dari berbagai penerbit, memperoleh jawaban dalam bahasa alami, serta memanfaatkan fitur Trust Card yang berfungsi mengevaluasi tingkat keandalan jawaban yang dihasilkan AI.

Melalui demonstrasi langsung, Johan menunjukkan cara mengakses LeapSpace melalui ScienceDirect dan mempraktikkan berbagai fitur yang tersedia. Salah satu keunggulan yang ditampilkan adalah kemampuan sistem dalam menilai potensi halusinasi atau ketidakakuratan informasi melalui mekanisme evaluasi yang transparan, sehingga pengguna dapat lebih kritis dalam memanfaatkan hasil yang diberikan AI.

Lebih lanjut, Johan menjelaskan bahwa LeapSpace tidak hanya membantu pencarian referensi ilmiah, tetapi juga menyediakan fitur rekomendasi jurnal, unggah dokumen, serta kemampuan deep research yang mendukung eksplorasi topik penelitian secara lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa dokumen yang diunggah pengguna tidak akan digunakan sebagai data pelatihan sistem, sehingga keamanan dan privasi data tetap terjaga.

“LeapSpace menggunakan pendekatan yang netral terhadap penerbit sehingga pengguna dapat memperoleh referensi dari berbagai sumber, tidak terbatas pada satu platform tertentu,” jelas Johan.

Pada sesi diskusi, peserta menanyakan berbagai hal terkait kemampuan bahasa dan fitur penelitian yang tersedia. Johan menjelaskan bahwa LeapSpace dapat menghasilkan jawaban dalam berbagai bahasa sesuai preferensi pengguna. Namun, sebagian besar referensi yang digunakan tetap berasal dari publikasi internasional berbahasa Inggris yang terindeks dalam basis data seperti Scopus dan ScienceDirect.

Selain itu, dibahas pula perbedaan antara mode pencarian standar dan fitur deep research. Menurut Johan, penggunaan fitur penelitian mendalam akan menghasilkan jawaban yang lebih komprehensif karena sistem melakukan analisis sumber yang lebih luas, meskipun prosesnya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Terkait pengelolaan referensi, LeapSpace menyediakan fasilitas ekspor dalam berbagai format, seperti RIS, BibTeX, dan CSV, sehingga memudahkan integrasi dengan perangkat lunak manajemen referensi yang umum digunakan peneliti. Menjawab pertanyaan peserta mengenai pencarian jurnal tanpa biaya publikasi (non-APC), Johan menjelaskan bahwa LeapSpace memungkinkan pengguna melakukan penyaringan berdasarkan status akses sehingga dapat membantu menemukan jurnal yang sesuai dengan kebutuhan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa masa uji coba LeapSpace di UMS berlangsung hingga 1 Juli 2026 dengan akses penggunaan tanpa batas selama periode trial. Johan mengingatkan bahwa meskipun teknologi AI dapat mempercepat proses penelitian, pengguna tetap perlu melakukan evaluasi terhadap referensi dan memastikan kredibilitas sumber yang digunakan sesuai standar akademik.

Melalui kegiatan ini, UMS menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan dan penelitian. Kehadiran LeapSpace diharapkan dapat menjadi solusi inovatif yang membantu sivitas akademika UMS dalam mengakses, menganalisis, dan mengelola informasi ilmiah secara lebih efektif di era kecerdasan buatan. (nnf190/Ai)

Resmi Dibuka Hari Ini, UMS Library Corner Siap Manjakan Pemustaka SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta

By News

SURAKARTA, 19 Mei 2026 — Dalam upaya memperkuat dan menanamkan budaya literasi sejak dini di lingkungan sekolah, Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara resmi meluncurkan dan meresmikan fasilitas baru bertajuk UMS Library Corner di Perpustakaan SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta pada hari ini, Selasa (19/5).

Hadirnya Library Corner ini mengadaptasi program inovasi pengabdian masyarakat milik UMS untuk memperluas jangkauan literasi, yang mana sebelumnya model serupa juga sukses diinisiasi di beberapa sekolah menengah di Surakarta.

Sinergi dan Keberlanjutan Program Literasi

Kepala Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran UMS Library Corner bukan sekadar program seremonial biasa. Fasilitas ini merupakan bagian dari inovasi berkelanjutan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata serta kemanfaatan luas bagi masyarakat, khususnya di ekosistem pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah.

Apresiasi Tinggi untuk Fasilitas Masa Depan

Langkah strategis ini disambut dengan antusiasme yang sangat luar biasa oleh pihak sekolah. Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasihnya yang mendalam atas dipilihnya sekolah mereka sebagai mitra program dari perpustakaan UMS.

Acara peresmian ditandai dengan prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kemitraan oleh Maria Husnun Nisa dan Muhdiyatmoko. (arr241)

Perkuat Tata Kelola, UPT Perpustakaan dan Layanan DIgital UMS Gelar SNI Live Corner Hybrid Bahas Implementasi Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018

By News

SURAKARTA, UMS.ac.id – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan kegiatan SNI Live Corner bertajuk “Implementasi Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi Berbasis ISO 31000:2018”. Acara yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) pukul 08.30 WIB ini dilaksanakan secara hybrid, berpusat di Ruang Siti Badilah Meeting & Discussion Room Kampus UMS, serta disiarkan secara daring melalui platform Zoom.

Kegiatan penting ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Nihayati, S.I.P., M.Hum. (Pustakawan Ahli Muda BSN sekaligus Pengelola Risiko Pusat Data dan Informasi BSN) dan Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D. (Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan UMS sekaligus Dosen Program Studi Teknik Industri UMS).

Meski dilaksanakan secara bauran (hybrid), acara tetap berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Minanuddin, S.I.P., M.Hum. selaku Kepala Bagian Layanan Informasi dan Perpustakaan BSN yang hadir secara virtual melalui Zoom. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini serta menekankan pentingnya sinergi antara BSN dan perguruan tinggi dalam memasyarakatkan budaya standar dan pengelolaan risiko demi mutu institusi yang lebih baik.

Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., yang juga tersambung secara daring via Zoom. Dalam pidato pembukaannya, beliau menekankan bahwa UMS berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam sistem tata kelola universitas guna menghadapi tantangan masa depan dan menjaga mutu akademik.

Memasuki sesi inti, narasumber pertama, Nihayati, S.I.P., M.Hum., memaparkan materi mengenai “Implementasi Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi Berbasis ISO 31000:2018”. Beliau menegaskan bahwa tujuan utama dari manajemen risiko adalah untuk menciptakan dan melindungi nilai (value) organisasi, meningkatkan kinerja, serta mendorong inovasi.

“Sebagai pondasi pertimbangan, pengelolaan risiko wajib memenuhi delapan prinsip utama: harus terintegrasi dengan seluruh aktivitas; dijalankan secara terstruktur dan komprehensif; disesuaikan (customized) dengan konteks organisasi; bersifat inklusif dengan melibatkan pemangku kepentingan; dinamis dalam merespons perubahan; bersandar pada informasi terbaik yang tersedia; mempertimbangkan faktor manusia dan budaya; serta mengutamakan perbaikan berkelanjutan,” urai Nihayati.

Melanjutkan sesi kedua, Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., mengupas sisi praktis melalui materi “Implementasi Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi Berbasis ISO 21001:2018”. Beliau memberikan mengingatkan pentingnya kesadaran risiko bagi keberlanjutan institusi.

“Perguruan Tinggi yang tidak mengelola risiko secara sistematis tidak akan gagal hari ini, tapi pasti akan tertinggal besok. Manajemen risiko bukan hanya kepatuhan; ia adalah cara berpikir strategis dalam menjaga keberlanjutan dan reputasi institusi,” tegas Munajat.

Lebih lanjut, Munajat memetakan pengelolaan risiko di perguruan tinggi ke dalam enam tipologi utama yaitu Strategis, Akademik, Operasional, Keuangan, Kepatuhan dan Reputasi.
Untuk mengukur risiko tersebut, institusi dapat menggunakan alat evaluasi Risk Matrix 5×5 untuk menakar tingkat keseringan (likelihood) dan dampak (impact) dari setiap potensi kejadian buruk.

Acara SNI Live Corner ini berlangsung dinamis dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta yang hadir di ruangan maupun peserta virtual, yang diharapkan mampu memberikan panduan aplikatif bagi seluruh unit kerja di lingkungan UMS dalam mengelola risiko secara profesional. (nnf190/Ai)

Bedah Buku “Syarah Ideologi Muhammadiyah” di UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Kupas Dasar Gerakan Islam Berkemajuan

By News

Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan kegiatan bedah buku berjudul “Syarah Ideologi Muhammadiyah: Dasar Langkah Gerakan Islam Berkemajuan” pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Ruang Siti Badilah UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS pukul 13.00–15.00 WIB.

Kegiatan ini menghadirkan penulis buku, Ustaz Salahuddin Sirizar, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Direktur Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo Muhammadiyah Cabang Blimbing. Turut hadir sebagai pembedah, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag selaku Wakil Rektor III UMS, serta Dr. Mahasri Shobahiyah, M.Ag selaku Ketua Lembaga Pengembangan Pondok Islam dan Kemuhammadiyahan.

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran perpustakaan sebagai fasilitas yang nyaman dan informatif bagi sivitas akademika. Ia juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif memanfaatkan perpustakaan, baik secara langsung maupun melalui layanan digital. Selain itu, beliau menyampaikan bahwa buku Syarah Ideologi Muhammadiyah kini telah menjadi bagian dari koleksi perpustakaan UMS dan diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang ideologi Muhammadiyah.

Dalam pemaparannya, Ustaz Salahuddin Sirizar menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari dokumentasi materi kajian rutin di tingkat Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Materi yang awalnya berupa slide presentasi kemudian direkam, ditranskrip, dan disusun menjadi naskah buku bersama penulis kedua, Dr. Muhammad Nasri Dini, S.Pd.I., M.Pd. Proses penyusunan juga diperkaya dengan rujukan dari dokumen resmi Muhammadiyah, website organisasi, pemikiran tokoh-tokoh Muhammadiyah, serta dalil Al-Qur’an dan hadis.

Salah satu pembahasan menarik dalam buku ini adalah konsep uzlah dan ikhtilat. Ustaz Salahuddin menegaskan bahwa Muhammadiyah lebih mengedepankan konsep ikhtilat, yakni membaur dengan masyarakat untuk memperbaiki umat, dibandingkan dengan uzlah yang cenderung menyendiri.

Sementara itu, Dr. Mutohharun Jinan menyoroti bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan yang menekankan sistem organisasi dalam berdakwah serta menjunjung tinggi semangat ijtihad dalam menjawab tantangan zaman. Di sisi lain, Dr. Mahasri Shobahiyah menambahkan pentingnya perspektif inklusif, khususnya dalam memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif dalam dakwah, seperti melalui kegiatan kultum bagi ibu-ibu di lingkungan kampus.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dari peserta. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber serta pemberian hadiah bagi peserta yang aktif bertanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi sarana literasi sekaligus memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah di kalangan sivitas akademika dan masyarakat luas. (Nnf190/Ai)

Tingkatkan Kesadaran akan Kesehatan Mental dan Resiliensi, Perpustakaan UMS Selenggarakan Pelatihan Khusus untuk Staf

By News

Surakarta, 23 April 2026 — Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan dengan topik “Pelatihan Resiliensi dan Kesehatan Mental untuk Karyawan” pada Rabu, 23 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 3,5 jam ini dihadiri oleh 23 staf perpustakaan UMS dan dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A.

Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh dan resilien di lingkungan kerja. Kesehatan mental menjadi fondasi penting bagi kinerja optimal karyawan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2022, satu dari lima karyawan di tempat kerja mengalami kondisi kesehatan mental yang memerlukan perhatian serius. Selain itu, stigma dan kurangnya kesadaran terhadap kesehatan mental masih menjadi hambatan nyata bagi kesetaraan di tempat kerja.

Pelatihan dibawakan oleh Rina Jayanti, M.Psi, Psikolog, CHt® yang merupakan Psikolog Klinis di RS PKU Muhammadiyah Surakarta dan Certified Clinical Hypnotherapist by AWGI. Beliau membawakan materi komprehensif mencakup pemahaman konsep kesehatan mental dan resiliensi, strategi praktis mengelola stres, serta cara menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Pemateri membagikan definisi kesehatan mental menurut WHO yang menekankan bahwa kesehatan mental bukan sekadar ketiadaan gangguan, melainkan kemampuan seseorang untuk belajar, bekerja dengan baik, dan menjalani hidup yang bermakna.

Melalui materi yang disajikan, peserta diajarkan tentang penyebab stres di tempat kerja, antara lain beban kerja yang tinggi, konflik interpersonal, ketidakjelasan peran, serta ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Rina Jayanti menjelaskan dampak stres yang tidak dikelola dengan baik, mulai dari burnout—kelelahan total secara fisik dan emosional—hingga penurunan produktivitas dan kualitas layanan terhadap pengguna. Untuk mengatasi hal tersebut, beliau menghadirkan strategi manajemen stres yang terdiri dari tiga pendekatan: regulasi emosi melalui relaksasi dan teknik grounding, strategi perilaku dengan time management dan teknik Pomodoro, serta strategi sosial melalui pembangunan support system dan komunikasi asertif.

Konsep resiliensi yang disampaikan dalam pelatihan mengutip pemahaman dari Ann Masten (2001) yang mendefinisikan resiliensi sebagai kemampuan untuk “bounce back”—bangkit dari tekanan, bertahan, dan justru berkembang dalam situasi yang sulit. Resiliensi bukan berarti tidak pernah jatuh, melainkan kemampuan untuk bangkit kembali dengan lebih kuat setiap kali menghadapi tantangan. Rina Jayanti mengidentifikasi lima karakteristik individu yang resilien: kemampuan mengelola emosi secara positif, berpikir fleksibel, memiliki makna hidup yang jelas, terampil dalam problem solving, serta memiliki dukungan sosial yang kuat.

Pada sesi praktis, peserta dilatih menggunakan teknik grounding untuk melepaskan emosi negatif dan meningkatkan kesadaran diri. Pemateri juga memperkenalkan konsep self-compassion (welas asih diri) berdasarkan penelitian Dr. Kristin Neff yang menekankan pentingnya bersikap lembut terhadap diri sendiri, menyadari bahwa penderitaan adalah bagian dari pengalaman manusia yang universal, serta mengembangkan kesadaran yang seimbang terhadap emosi yang sulit. Teknik Pomodoro juga diajarkan sebagai sistem manajemen waktu yang efektif untuk meningkatkan fokus dan produktivitas kerja melalui pembagian waktu kerja menjadi sesi 25 menit yang diselingi istirahat singkat.

Pemateri menekankan pentingnya pengembangan kemampuan adaptasi dan ketahanan psikologis melalui fleksibilitas berpikir, toleransi terhadap ketidakpastian, dan adopsi growth mindset—kepercayaan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, Rina Jayanti juga membahas peran kepemimpinan suportif, budaya kerja yang seimbang, psychological safety, dan apresiasi terhadap kontribusi karyawan.

Dalam konteks kebijakan kesehatan mental di tempat kerja, Rina Jayanti mengacu pada rekomendasi WHO tahun 2022 yang menekankan tiga pilar utama: pencegahan risiko psikososial di tempat kerja, perlindungan dan promosi kesehatan mental, serta dukungan kepada karyawan untuk pulih dan berkembang. Keseimbangan antara upaya individu dan dukungan organisasi menjadi kunci mencapai kesehatan mental yang optimal.

Maria Husnun Nisa mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta dan menekankan komitmen perpustakaan untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan kompetensi dan kesejahteraan karyawan. Beliau menyatakan bahwa investasi dalam kesehatan mental karyawan merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan produktivitas di perpustakaan UMS.

Dengan menyelenggarakan pelatihan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat memberdayakan setiap karyawan untuk membangun resiliensi yang kuat, mengelola stres dengan efektif, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan saling mendukung. Pelatihan resiliensi dan kesehatan mental ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memupuk budaya kerja yang lebih sehat, produktif, dan bermakna di lingkungan perpustakaan UMS ke depannya. (han/ai)

UPT Perpustakan dan Layanan Digital UMS Gelar Workshop Publikasi Internasional, Tekankan Pentingnya Abstrak yang Berdampak

By News

Surakarta — Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Publikasi Internasional bertajuk Emerald Writing Abstract with Impact pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid di Ruang Siti Badilah UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS serta melalui platform Zoom Meeting.

Workshop menghadirkan Customer Success Partner dari Emerald Group Publishing Limited, William Loh, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa abstrak memiliki peran krusial dalam menarik perhatian editor maupun pembaca.

“Penulisan abstrak yang menarik sangat penting untuk meningkatkan keterbacaan artikel penelitian,” ujar William.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dalam negeri dan internasional, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan UMS.

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., yang turut hadir dalam workshop tersebut, menyampaikan bahwa kemampuan menulis abstrak menjadi hal penting bagi akademisi. Menurutnya, menulis abstrak memiliki tantangan tersendiri karena peneliti harus mampu merangkum penelitian yang panjang ke dalam 200–300 kata secara efektif.

“Peneliti harus mampu membuat abstrak yang powerful agar dapat menarik minat pembaca untuk membaca keseluruhan artikel,” ungkap Ihwan.

Ia juga menyoroti bahwa banyak penelitian mahasiswa UMS yang sebenarnya memiliki kualitas baik dan topik yang menarik, namun belum didukung dengan penulisan abstrak yang optimal.

“Seringkali abstrak hanya ditulis sebagai rangkuman, padahal abstrak lebih dari sekadar itu. Abstrak harus mampu merepresentasikan nilai penting dari penelitian,” tambahnya.

Melalui workshop ini, UMS berharap dapat meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, khususnya di kalangan mahasiswa. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen UMS dalam mewujudkan visi sebagai world class university dengan mendorong publikasi penelitian di jurnal internasional bereputasi. nnf190/Ai

UPT Perpustakaan UMS Dorong Riset Berkualitas Melalui Workshop Analisis Bibliometrik

By News

Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Analisis Bibliometrik untuk Penyusunan Riset pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meetings dan diikuti oleh 155 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum.

Workshop ini menghadirkan narasumber Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., yang merupakan Sekretaris Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam UMS. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan analisis bibliometrik sebagai pendekatan strategis dalam mendukung penyusunan riset yang lebih sistematis, terarah, dan berbasis data.

Analisis bibliometrik merupakan metode yang digunakan untuk mengkaji publikasi ilmiah melalui pendekatan kuantitatif, seperti analisis jumlah sitasi, tren topik penelitian, pola kolaborasi penulis, hingga perkembangan suatu bidang keilmuan. Melalui pemanfaatan berbagai perangkat pendukung, metode ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi topik yang sedang berkembang, menemukan celah penelitian (research gap), serta merumuskan arah riset yang relevan dan memiliki kontribusi ilmiah yang signifikan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh wawasan praktis mengenai teknik penelusuran dan pemetaan literatur ilmiah secara efektif. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat terus meningkatkan literasi riset di lingkungan sivitas akademika serta mendorong lahirnya karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan berdampak luas. (nnf190/Ai)

Kreatif dan Inspiratif! Ini Dia Pemenang Lomba Video POV Ramadhan 2026 UMS

By News

Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengumumkan para pemenang Lomba Video Reels/TikTok POV Ramadhan 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “POV Ramadhan di Perpustakaan: Inspirasi, Literasi, dan Berkah” ini berhasil menarik partisipasi aktif dari sivitas akademika UMS, yang menampilkan beragam karya kreatif dengan sudut pandang unik tentang suasana Ramadhan di perpustakaan.

Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, terpilih para pemenang yang dinilai mampu menghadirkan konten inspiratif, edukatif, sekaligus menarik secara visual. Juara pertama diraih oleh akun Instagram @aazzuunn (Azzun Adna A710230017), disusul oleh @septyasayukusuma (Septyas Ayu Kusuma Aji L100220229) sebagai juara kedua, dan @rsyiidah (Salsabila Rosyidah L100239177) sebagai juara ketiga. Sementara itu, kategori juara harapan diraih oleh @isho_ka27 (M. Nur Isholattudin L000249125) sebagai Harapan 1 dan @4loviee (Nayanty Reysha Syari’ef B400250009) sebagai Harapan 2. Khusus kategori juara favorit, @4loviee kembali meraih penghargaan berdasarkan jumlah interaksi tertinggi dengan perolehan 1244 likes di TikTok.

Panitia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba ini. Setiap karya yang dikirimkan mencerminkan semangat literasi, kreativitas, serta upaya dalam memaknai Ramadhan melalui perspektif yang dekat dengan kehidupan akademik di lingkungan perpustakaan.

Sebagai bentuk penghargaan, seluruh peserta yang telah mendaftar akan mendapatkan e-sertifikat. Panitia juga akan menghubungi masing-masing peserta untuk melengkapi data yang diperlukan dalam proses penerbitan sertifikat tersebut.

Melalui penyelenggaraan lomba ini, Perpustakaan UMS berharap dapat terus menjadi ruang yang tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan kreativitas bagi seluruh sivitas akademika, khususnya dalam memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai sarana refleksi, literasi, dan berbagi keberkahan. (nnf190/Ai)

Lima Mahasiswa Lolos Program UMS Library Digital Scholarship 2026

By News

Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengumumkan hasil seleksi Program UMS Library Digital Scholarship 2026. Program ini merupakan bentuk komitmen Perpustakaan UMS dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa di bidang teknologi informasi dan konten kreator digital.

Setelah melalui tahapan seleksi dan evaluasi yang cermat, panitia menetapkan lima mahasiswa terbaik yang dinyatakan lolos dalam dua kategori, yaitu Kategori Teknologi Informasi/Sistem Informasi/Aplikasi dan Kategori Konten Kreator.

📌 Kategori Teknologi Informasi / Sistem Informasi / Aplikasi

  1. Haydar Aulia Rahman – Teknik Informatika
  2. Narendra Satya Adikurniawan – Teknik Informatika

📌 Kategori Konten Kreator

  1. M Ghali Apriansyah – Kedokteran Gigi
  2. Deysilla Afifah Feriz – Sistem Informasi
  3. Septyas Ayu Kusuma Aji – Ilmu Komunikasi

Maria Husnun Nisa, S.Sos.,M.A selaku Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan antusiasme seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi. Program ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan kreativitas, inovasi digital, serta penguatan branding dan layanan Perpustakaan UMS di era transformasi digital.

Mahasiswa yang dinyatakan lolos akan dihubungi lebih lanjut untuk mengikuti pengarahan dan teknis pelaksanaan program.

Selamat kepada seluruh peserta yang terpilih. Semoga amanah dan mampu berkontribusi aktif dalam pengembangan layanan digital Perpustakaan UMS. (nnf190/Ai)