Surakarta – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah bekerja sama dengan UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Public Speaking for Librarians pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Ruang Siti Badilah UMS.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh pustakawan dan pengelola perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Workshop diselenggarakan selama kurang lebih 10 jam dan terbagi dalam dua sesi utama, yaitu sesi penyampaian materi pada pagi hari dan sesi praktik pada siang hari.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua FPPTI Jawa Tengah, Suwondo, S.Hum., M.Kom., yang menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi komunikasi bagi pustakawan di era layanan informasi yang semakin berkembang. Sambutan juga disampaikan oleh Maria Husnun Nisa, selaku Kepala UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, yang menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai sarana pengembangan kapasitas pustakawan.
Workshop menghadirkan narasumber Novy Diana Fauzie, S.S., M.A., Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi pustakawan di tingkat nasional. Dalam pemaparannya, Novy menekankan bahwa keterampilan berbicara di depan umum merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki pustakawan untuk mendukung keberhasilan layanan, pelatihan, literasi informasi, maupun berbagai program perpustakaan.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai lima komponen utama presentasi yang efektif, yaitu pesan yang jelas, pemahaman terhadap audiens, struktur presentasi yang baik, teknik penyampaian melalui bahasa tubuh dan intonasi suara, serta persiapan yang matang. Narasumber juga membahas strategi membangun kepercayaan diri, mengatasi rasa gugup, mengelola interaksi dengan audiens, hingga teknik membuka dan menutup presentasi secara menarik.
Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya menyesuaikan gaya penyampaian dengan karakter audiens dan situasi acara. Berbagai contoh pengalaman nyata dalam kegiatan pelatihan, edukasi pengguna, maupun peran sebagai moderator dan pembawa acara turut dibagikan untuk memperkaya wawasan peserta.
Memasuki sesi praktik pada siang hari, peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik public speaking yang telah dipelajari. Kegiatan praktik meliputi latihan artikulasi, pengaturan napas, kontak mata, ekspresi wajah, teknik membaca naskah, serta simulasi menjadi moderator dan master of ceremony (MC). Setiap peserta mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber guna meningkatkan kualitas penyampaian dan kepercayaan diri saat tampil di depan publik.
Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Melalui kombinasi materi teoritis dan praktik intensif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat diterapkan dalam kegiatan pelayanan perpustakaan, pelatihan literasi informasi, maupun berbagai kegiatan akademik lainnya.
Melalui workshop ini, FPPTI Jawa Tengah berharap para pustakawan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi profesional sehingga dapat menyampaikan informasi secara lebih efektif, membangun hubungan yang baik dengan pemustaka, serta mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan di perguruan tinggi. (nnf190)




































































