Skip to main content

Surakarta, 19 November 2026 – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan prima. Guna merespons kebutuhan pemustaka yang terus berkembang di era digital, perpustakaan sukses menggelar kegiatan intensif bertajuk “Micro Teaching Literasi Informasi” pada Rabu (19/11/2026).

Bertempat di Ruang Internet Lantai 1 Perpustakaan, kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 13.30 WIB ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan pedagogis para pustakawan. Fokus utamanya adalah memastikan setiap pustakawan mampu mendampingi mahasiswa dan dosen dalam memanfaatkan sumber daya informasi secara efektif.

Adaptif di Tengah Arus Digital

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan respons strategis terhadap pesatnya perkembangan teknologi akademik. Para pustakawan dituntut tidak hanya menguasai tools digital, tetapi juga mampu mentransfer pengetahuan tersebut kepada pemustaka dengan cara yang komunikatif dan mudah dicerna.

Dalam sesi ini, para peserta melakukan praktik mengajar (micro teaching) dengan tiga materi vital dalam ekosistem riset saat ini, yaitu:

Turnitin Draft Coach: Alat bantu pengecekan kesamaan teks untuk integritas akademik.

Reference Manager Mendeley: Perangkat lunak manajemen referensi dan sitasi.

Database ScienceDirect: Basis data jurnal ilmiah bereputasi internasional.

Menjadi Agen Literasi yang Andal

Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., menekankan bahwa peran perpustakaan kini telah bergeser dari sekadar penyedia buku menjadi pusat pengembangan keterampilan literasi.

“Kegiatan Micro Teaching ini adalah wujud nyata upaya kami memastikan staf perpustakaan tidak tertinggal. Kami harus menjadi agen utama transfer keterampilan literasi informasi yang sangat vital, termasuk penguasaan perangkat mutakhir. Targetnya jelas, kami ingin menyajikan layanan unggul yang benar-benar menunjang kualitas riset dan capaian akademik di kampus ini,” tegas Maria.

Meningkatkan Kualitas Layanan Edukasi

Sesi ini dirancang layaknya workshop kolektif. Setiap pustakawan melakukan simulasi mengajar dan langsung mendapatkan umpan balik (feedback) dari rekan sejawat maupun fasilitator. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki teknik penyampaian, pengelolaan kelas, serta penyusunan strategi pembelajaran yang lebih menarik.

Salah satu peserta, Qodri Royani, S.IPust., mengungkapkan manfaat langsung yang dirasakannya pasca-kegiatan.

“Praktik langsung mengajarkan Mendeley dan ScienceDirect tadi sangat penting. Kami langsung mendapat feedback tentang cara presentasi agar materi teknis ini lebih cepat dipahami mahasiswa. Selain itu, kami jadi punya banyak ide segar untuk mengisi sesi pelatihan yang lebih menarik dan kena sasaran,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan UMS berharap layanan literasi informasi yang diberikan kepada sivitas akademika akan semakin relevan, efektif, dan berdampak positif terhadap iklim riset universitas. (Kry164)

Share