Surakarta, 22 Oktober 2025 — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan kerja dari Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada Rabu (22/10). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh 14 pustakawan UII yang hadir untuk berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring antarperpustakaan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari berbagai hal terkait pengelolaan perpustakaan, proses akreditasi, serta program literasi yang dijalankan di UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS.
Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan bahagianya atas kunjungan tersebut.
“Kami merasa terhormat atas kehadiran tim dari Perpustakaan UII. Pertemuan ini bukan hanya menjadi ajang berbagi, tapi juga kesempatan bagi kami untuk saling belajar. Banyak hal yang juga dapat kami pelajari dari praktik baik yang telah dilakukan oleh Perpustakaan UII,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Perpustakaan UII, Muhammad Jamil, S.I.P., menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya persiapan menuju reakreditasi perpustakaan UII.
“Kami datang untuk melakukan sharing tentang layanan perpustakaan, pengelolaan data, serta strategi menghadapi proses reakreditasi. Kami ingin mengetahui bagaimana Perpustakaan UMS menyiapkan borang, dokumen pendukung, hingga menghadapi visitasi dari Perpusnas,” terangnya.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif mengenai strategi akreditasi, penyusunan borang, dan praktik terbaik dalam pengelolaan layanan digital di perpustakaan. Diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari kedua pihak.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antara dua lembaga, khususnya dalam pengembangan literasi informasi, layanan digital, dan peningkatan mutu perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Semoga pertemuan hari ini membawa manfaat, semangat baru, dan langkah kolaboratif bagi kedua perpustakaan,” tutup Maria Husnun Nisa dengan penuh optimisme. (Nnf190/Ai)

















