Skip to main content

UPT Perpustakaan dan Layanan Digital melakukan kegiatan benchmarking ke Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat, 13 Februari 2026. Kunjungan ini berlangsung di Perpustakaan UMY yang berlokasi di Jl. Lingkar Selatan, Tamantirta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Rombongan dipimpin oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., bersama empat staf perpustakaan. Kegiatan benchmarking ini merupakan bagian dari upaya pengembangan unit untuk menimba ilmu, pengalaman, serta praktik baik dalam bidang kepustakawanan.

Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Perpustakaan UMY, Novi Diana Fauzy, S.S., M.A., bersama Kepala Urusan Layanan Perpustakaan UMY, Arda Putri Winata, S.I.P., M.A. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak melakukan diskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan perpustakaan.

Benchmarking ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana Perpustakaan UMY sebagai sebuah organisasi mampu meraih berbagai capaian dan keberhasilan dalam pengelolaan layanan perpustakaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi diri bagi UPT Perpustakaan dan Layanan Digital untuk melihat kelebihan serta kekurangan yang dimiliki sebagai bahan perbaikan dan pengembangan di masa mendatang.

Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih objektif terhadap pengelolaan organisasi. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang untuk memperluas jejaring serta menjalin kolaborasi antar lembaga guna meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.

Adapun materi diskusi dalam kegiatan benchmarking meliputi pengembangan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana perpustakaan. Forum diskusi tersebut memberikan wawasan baru dan menghadirkan berbagai ide segar yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan inovasi layanan serta manajemen organisasi perpustakaan.

Dari sisi sumber daya manusia, Perpustakaan UMY memiliki total 13 pustakawan, dengan empat orang di antaranya telah menempuh pendidikan S2 dan lima orang lainnya sedang melanjutkan studi S2. Hal yang menarik adalah sebagian pustakawan yang melanjutkan studi di UMY mendapatkan dukungan pembiayaan dari pihak kampus, sebuah praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan kompetensi pustakawan.

Sementara itu, dari aspek sarana dan prasarana, Perpustakaan UMY memprioritaskan penyediaan working space bagi pemustaka dengan memperbanyak ruang belajar melalui pengurangan jumlah rak buku. Selain itu, jam layanan perpustakaan juga menyesuaikan kebutuhan pemustaka, yakni mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Kebijakan ini menjadi salah satu terobosan yang memberikan kenyamanan serta kepuasan bagi pengguna perpustakaan.

Kegiatan benchmarking diakhiri dengan penyerahan vandel dan cinderamata, serta sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan dan kerja sama antara kedua lembaga.

Melalui kegiatan ini, benchmarking ke Perpustakaan UMY tidak hanya menjadi ajang bertukar ilmu dan wawasan terkait kepustakawanan serta manajemen perpustakaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat relasi antar lembaga serta sumber daya manusia di bidang perpustakaan. (Aw118)

Share