(library.ums.ac.id) Surakarta, 20 Juli 2024 – Dalam rangka menjalankan catur dharma perguruan tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah, Pustakawan Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah II Kadipiro, Banjarsari, Surakarta. Panti asuhan yang berlokasi di Jalan Tulang Bawang Utara No 41 ini menjadi tempat dilaksanakannya program pembangunan perpustakaan panti dengan tujuan meningkatkan literasi baca di lingkungan panti untuk mendukung generasi islami berkemajuan yang berlandaskan Al-Islam dan Ke-Muhammadiyahan serta menciptakan suasana perpustakaan yang nyaman untuk belajar dan mencari sumber referensi yang layak.
Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pihak Panti Asuhan dengan Perpustakaan UMS yang mendelegasikan tiga pustakawan, yaitu M. Yusuf Setiawan, Qodri Royani, dan Hanun Adlan. Mereka memiliki visi yang sama dalam meningkatkan akses pendidikan dan literasi bagi anak-anak yatim piatu dan dhu’afa, khususnya dalam konteks keislaman dan ajaran Muhammadiyah. Ketiga pustakawan ini berkomitmen untuk menyediakan sumber daya pendidikan yang memadai dan ramah anak sehingga dapat memotivasi anak-anak panti dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis mereka. Selama kegiatan berlangsung, para pustakawan bersama-sama dengan anak-anak panti asuhan bahu-membahu dalam menyusun rak-rak buku, menata koleksi buku, dan melakukan otomasi perpustakaan. Kegembiraan dan semangat terlihat di wajah anak-anak saat mereka antusias memilih buku-buku yang akan menjadi teman belajar mereka.

Pihak Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah II Kadipiro menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari para pustakawan UMS. Perpustakaan ini akan menjadi aset berharga bagi anak-anak kami dalam menimba ilmu dan mengembangkan diri,” kata pengurus panti asuhan. Dalam keterangan tambahannya, Dra. Elly Elliyun sebagai Ketua Panti menyatakan, “Kami melihat pentingnya peran perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk anak asuh kami juga masyarakat sekitar panti. Dengan membangun perpustakaan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan literasi dan pendidikan mereka.”

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, para pustakawan UMS juga berencana untuk terus memantau dan memberikan bimbingan rutin kepada anak-anak panti asuhan dalam memanfaatkan perpustakaan. Mereka berharap perpustakaan ini akan menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan minat baca dan literasi di kalangan anak-anak panti asuhan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan wujud nyata dari komitmen UMS dalam mengabdi kepada masyarakat dan memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih. Diharapkan, dengan adanya perpustakaan ini, anak-anak panti asuhan dapat lebih termotivasi untuk belajar dan meraih cita-cita mereka. (han)




