Surakarta – UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan Pembinaan Agen Pojok Statistik Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Senin (6/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB ini diikuti oleh Agen Pojok Statistik UMS, yang merupakan Duta Perpustakaan UMS aktif, sebagai upaya meningkatkan literasi statistik dan kompetensi mahasiswa dalam memanfaatkan data resmi untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. Dalam sambutannya, Maria menyampaikan bahwa kehadiran Pojok Statistik di lingkungan perguruan tinggi merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dengan Badan Pusat Statistik dalam membangun budaya pengambilan keputusan berbasis data.
“Di era digital saat ini, kemampuan mengakses informasi saja tidak lagi cukup. Mahasiswa harus mampu memilih data yang valid, memahami cara mengolahnya, serta menginterpretasikannya secara tepat untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas. Melalui Pembinaan Agen Pojok Statistik ini, kami berharap para agen mampu menjadi duta literasi data yang dapat mengedukasi sivitas akademika mengenai pentingnya pemanfaatan data statistik resmi,” ujar Maria.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara UMS dan BPS Kabupaten Sukoharjo dalam menghadirkan layanan Pojok Statistik sebagai salah satu fasilitas pendukung pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Anang Sarwoto, S.Si., M.M. dari BPS Kabupaten Sukoharjo secara resmi membuka sesi pelatihan sekaligus menyampaikan materi mengenai peran statistik dalam pembangunan. Ia menjelaskan bahwa data statistik menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan publik, perencanaan pembangunan, hingga pengambilan keputusan di berbagai sektor.
Menurut Anang, statistik yang dihasilkan BPS harus memenuhi prinsip independen, objektif, akurat, dan menjaga kerahasiaan responden. Ia juga menjelaskan tugas BPS dalam penyelenggaraan statistik dasar, pembinaan statistik sektoral, serta pengembangan kapasitas statistik di instansi pemerintah, perguruan tinggi, maupun desa.
“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen literasi statistik. Mereka diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan data resmi, tetapi juga dapat menjadi konsultan dan penyebar informasi statistik yang benar di lingkungan kampus,” jelasnya.
Pada sesi berikutnya, Resti Amalia, SST, Ahli Statistik Pertama BPS Kabupaten Sukoharjo, memberikan pemahaman mengenai konsep dasar statistik. Ia menjelaskan perbedaan antara data sebagai informasi mentah dengan statistik sebagai hasil pengolahan data yang telah dianalisis dan disajikan dalam bentuk informasi yang bermanfaat.
Resti juga memaparkan berbagai jenis kegiatan statistik, mulai dari statistik dasar, statistik sektoral, hingga statistik khusus, beserta metode pengumpulan data melalui sensus, survei, kompilasi administrasi, dan pemanfaatan teknologi seperti Big Data. Peserta juga dikenalkan dengan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) yang menjadi standar proses penyelenggaraan statistik, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi hasil.
Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya metadata dalam mendokumentasikan kegiatan statistik, baik metadata kegiatan, variabel, maupun indikator. Pada kesempatan tersebut, Resti juga mengajak para agen untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai salah satu program strategis BPS.
Materi mengenai layanan BPS disampaikan oleh Puspa P. Winri, S.Si. Ia memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika, seperti layanan perpustakaan statistik, konsultasi statistik, serta rekomendasi kegiatan statistik. Peserta juga diajak mengenal berbagai publikasi, infografis, tabel statistik, dan data resmi yang dapat diakses melalui website BPS Kabupaten Sukoharjo.
Selain layanan gratis tersebut, Puspa menjelaskan mekanisme akses mikrodata melalui platform SILASTIK, yang menjadi sarana resmi bagi peneliti untuk memperoleh data sesuai ketentuan yang berlaku.
Sesi berikutnya menghadirkan Laelatul Q., SST yang membahas indikator-indikator statistik, khususnya indikator kemiskinan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah. Ia menjelaskan metode pengukuran kemiskinan secara makro maupun mikro, indikator pembangunan manusia (IPM), serta berbagai indikator ekonomi daerah.
Dalam pemaparannya disebutkan bahwa sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar perekonomian Kabupaten Sukoharjo dengan kontribusi sebesar 38,03 persen, disusul sektor perdagangan dan pertanian. Selain itu, Kabupaten Sukoharjo juga memiliki capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tergolong tinggi di Jawa Tengah dengan indikator harapan hidup sekitar 78 tahun dan harapan lama sekolah sekitar 14 tahun.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Defanny Artha M., SST mengenai prinsip-prinsip desain infografis statistik. Peserta dibekali pemahaman mengenai penyusunan infografis yang sederhana, komunikatif, memiliki hierarki visual yang jelas, serta konsisten dalam penggunaan warna dan tipografi sehingga informasi statistik dapat dipahami masyarakat dengan lebih mudah.
Defanny juga memperkenalkan implementasi Pojok Statistik Virtual, sebuah platform digital yang memungkinkan Agen Pojok Statistik mengunggah berbagai konten edukasi berupa infografis, video, maupun materi literasi statistik sebagai media diseminasi informasi kepada masyarakat.
Pada sesi terakhir, M. Khusni Fajar, SST menjelaskan mekanisme pemanfaatan platform Pojok Statistik sebagai media publikasi karya dan dokumentasi aktivitas Agen Pojok Statistik. Ia juga menyampaikan bahwa keaktifan mahasiswa dalam menghasilkan konten edukatif menjadi salah satu syarat untuk mengikuti program Data Camp Statistik BPS.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif mengenai metodologi sensus, teknik sampling, kualitas data, serta mekanisme akses mikrodata. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pemanfaatan data statistik dalam penelitian dan penyusunan karya ilmiah.
Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS bersama BPS Kabupaten Sukoharjo berharap Agen Pojok Statistik dapat menjadi motor penggerak literasi data di lingkungan kampus. Dengan meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam mengakses, memahami, dan mengomunikasikan data statistik resmi, diharapkan akan lahir penelitian-penelitian yang lebih berkualitas serta mendukung terciptanya generasi yang kritis, adaptif, dan berbasis bukti dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. (nnf190/Ai)





















