Surakarta – Perpustakaan bukan sekadar deretan rak kayu yang memahat keheningan; ia adalah jantung pengetahuan yang harus terus berdenyut mengikuti perkembangan zaman. Semangat inilah yang membawa tim UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempuh perjalanan studi tiru ke Jakarta dan Bandung pada 13–14 Januari 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Perpustakaan UMS untuk terus bertransformasi agar tetap relevan, inklusif, dan berdaya guna bagi seluruh sivitas akademika. Dipimpin oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., rombongan ini mengunjungi tiga institusi rujukan: Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Perpustakaan Jakarta & PDS HB Jassin, dan Perpustakaan Kandaga Universitas Padjadjaran (Unpad).
Belajar Menjadi Mitra yang Hangat di UI
Kunjungan pertama di Perpustakaan UI memberikan perspektif baru tentang bagaimana pustakawan dapat hadir sebagai mitra akademik yang proaktif. Diskusi hangat mengalir mengenai pengembangan SDM, pengelolaan koleksi secara berkelanjutan, hingga etika pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran. Salah satu poin menyentuh adalah bagaimana layanan Electronic Resources Delivery Services (EDS) mampu meningkatkan kepercayaan diri pustakawan dalam melayani para pakar dan profesor.




Ruang Ketiga: Perpustakaan yang Memanusiakan di Perpustakaan Jakarta & PDS HB Jassin
Di Jakarta, tim menyelami konsep “Ruang Ketiga” di Perpustakaan Jakarta & Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin. Pasca revitalisasi, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat meminjam buku, melainkan ruang publik yang nyaman untuk berkarya dan bertumbuh. Dengan suasana yang inklusif dan pengelolaan media sosial yang profesional, tempat ini berhasil menarik ribuan pengunjung setiap harinya, serta mampu membuktikan bahwa perpustakaan bisa menjadi destinasi rekreasi yang membahagiakan.




Integrasi Digital dan Pelestarian di Kandaga Unpad
Perjalanan berlanjut ke Bandung, tepatnya di Perpustakaan Kandaga Unpad. Di sini, tim Perpustakaan UMS belajar tentang konsep GLAM (Gallery, Library, Archive, and Museum) yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi dalam satu pintu digital. Inovasi teknologi yang dikembangkan secara mandiri di Kandaga Unpad menunjukkan bahwa kreativitas lokal mampu menjawab tantangan era digital tanpa kehilangan sentuhan fasilitas fisik yang nyaman bagi mahasiswa. (kry164)








