Skip to main content
Category

News

Lomba Video Reels/TikTok POV Ramadhan 2026, Perpustakaan UMS Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Berbagi Inspirasi

By News

SURAKARTA, library.ums.ac.id – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan ajang kreatif bagi sivitas akademika melalui Lomba Video Reels/TikTok POV Ramadhan 2026. Mengusung tema “POV Ramadhan di Perpustakaan: Inspirasi, Literasi, dan Berkah”, lomba ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan pengalaman Ramadhan yang inspiratif di lingkungan perpustakaan.

Kegiatan ini terbuka untuk seluruh sivitas akademika UMS dan berlangsung pada 20 Februari hingga 8 Maret 2026. Sementara itu, pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 10 Maret 2026 melalui akun resmi Instagram dan TikTok Perpustakaan UMS serta website resmi perpustakaan.

Melalui lomba ini, peserta diajak menampilkan sudut pandang (POV) aktivitas selama Ramadhan di perpustakaan, seperti membaca buku, mengerjakan tugas, belajar kelompok, hingga konten slice of life yang kreatif dan inspiratif. Durasi video minimal 60 detik dan dapat diikuti secara individu maupun kelompok.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat citra perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman, inspiratif, dan penuh keberkahan selama bulan suci Ramadhan. Selain itu, lomba ini juga menjadi sarana promosi layanan perpustakaan melalui pendekatan kreatif di media sosial.

Adapun hadiah yang disiapkan cukup menarik, yakni:

  • Juara 1 sebesar Rp600.000
  • Juara 2 sebesar Rp400.000
  • Juara 3 sebesar Rp300.000
  • Harapan 1 sebesar Rp200.000
  • Harapan 2 sebesar Rp100.000
  • Juara Favorit sebesar Rp100.000

Seluruh pemenang juga akan mendapatkan sertifikat dan merchandise dari Perpustakaan UMS.

Proses penilaian akan dilakukan oleh dewan juri berdasarkan kreativitas ide dan konsep, storytelling, kelengkapan unsur resensi, serta kualitas video dan audio. Sementara itu, kategori juara favorit ditentukan berdasarkan jumlah likes terbanyak. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Peserta diwajibkan mengikuti akun Instagram dan TikTok resmi Perpustakaan UMS (@perpusums), tidak mengunci akun, serta mengunggah karya sesuai periode lomba dengan menandai akun tersebut. Setelah itu, peserta harus mendaftarkan diri dan mengunggah tautan karya melalui laman: ums.id/POV_RMDHAN26.

Dengan hadirnya lomba ini, Perpustakaan UMS berharap semangat literasi dan kreativitas mahasiswa semakin tumbuh, serta Ramadhan menjadi momentum untuk menebar inspirasi dan keberkahan melalui karya digital.

Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi Nasyid NF di nomor 0838 656 44 909. (nnf190/Ai)

Menghidupkan Kembali Hangatnya Aroma Buku di Perpustakaan UMS

By News

SURAKARTA – Suasana Sabtu pagi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terasa berbeda dari biasanya. Lantai perpustakaan yang biasa tenang, kali ini dipenuhi energi segar dari para mahasiswa yang berkumpul untuk merayakan kecintaan mereka pada literasi dalam acara bertajuk “Bincang Buku”.
Kegiatan yang berlangsung pada 14 Februari 2026 ini merupakan buah inisiasi kreatif dari para mahasiswa magang asal Universitas Diponegoro. Menjadi yang pertama di lingkungan perpustakaan UMS, acara ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan ruang temu bagi mereka yang rindu akan kedalaman makna di balik lembaran buku.


Rindu yang Tertuang dalam Lembaran Cetak
Di tengah gempuran arus digital yang serba cepat, Ibu Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A, selaku Kepala Perpustakaan UMS, berbagi kegelisahannya mengenai koleksi buku cetak yang kini mulai jarang disentuh. Melalui Bincang Buku, beliau berharap perpustakaan kembali menjadi tempat yang “hidup”—bukan sekadar deretan rak sunyi, melainkan wadah rekreasi dan pendidikan yang partisipatif.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi pemantik awal. Kita ingin melihat kecintaan terhadap buku tumbuh kembali dan nantinya berkembang menjadi sebuah komunitas atau klub buku yang berkelanjutan,” tutur beliau dengan penuh harap.


Membaca dalam Hening, Berbagi dalam Kata
Rangkaian acara disusun dengan apik untuk menyatukan hati para peserta. Setelah dibuka dengan hangat dan dicairkan melalui sesi ice breaking yang penuh tawa, para peserta diajak masuk ke sesi silent reading. Dalam keheningan tersebut, setiap orang diberi ruang personal untuk menyelami isi bacaan dengan lebih mendalam.
Tak berhenti di sana, pengalaman membaca tersebut diabadikan melalui sesi journaling. Di sini, para mahasiswa menuliskan refleksi, keresahan, hingga pesan-pesan yang membekas di hati mereka setelah membaca. Sesi ini kemudian ditutup dengan diskusi kelompok kecil, di mana setiap orang saling bertukar cerita dan melatih keberanian untuk menyampaikan isi pikiran mereka.


“Seru Banget, Mau Lagi!”
Kebahagiaan peserta terpancar jelas di akhir acara. Mayoritas memberikan apresiasi tinggi, bahkan banyak yang meminta agar kegiatan ini segera diadakan kembali.
“Seru banget! Asik dan happy,” ungkap salah satu peserta. Bagi banyak mahasiswa, ini adalah pengalaman pertama mereka merasakan diskusi buku dengan konsep journaling yang unik, yang membuat mereka tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga teman baru dan rekomendasi bacaan yang menarik.


Rumah Literasi yang Inklusif
Melalui Bincang Buku, Perpustakaan UMS ingin membuktikan bahwa perpustakaan adalah ruang yang inklusif dan menyenangkan. Ini adalah langkah kecil namun bermakna untuk mempererat jejaring sosial antar mahasiswa sekaligus memperkuat budaya literasi di kampus.
Dengan melihat senyum dan antusiasme para peserta, Bincang Buku diharapkan akan terus hadir sebagai agenda rutin yang merawat minat baca mahasiswa UMS di masa depan. (kry164)

Belajar Pengelolaan Perpustakaan Modern, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Studi Banding ke Perpustakaan UMY

By News

UPT Perpustakaan dan Layanan Digital melakukan kegiatan benchmarking ke Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat, 13 Februari 2026. Kunjungan ini berlangsung di Perpustakaan UMY yang berlokasi di Jl. Lingkar Selatan, Tamantirta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Rombongan dipimpin oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., bersama empat staf perpustakaan. Kegiatan benchmarking ini merupakan bagian dari upaya pengembangan unit untuk menimba ilmu, pengalaman, serta praktik baik dalam bidang kepustakawanan.

Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Perpustakaan UMY, Novi Diana Fauzy, S.S., M.A., bersama Kepala Urusan Layanan Perpustakaan UMY, Arda Putri Winata, S.I.P., M.A. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak melakukan diskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan perpustakaan.

Benchmarking ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana Perpustakaan UMY sebagai sebuah organisasi mampu meraih berbagai capaian dan keberhasilan dalam pengelolaan layanan perpustakaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi diri bagi UPT Perpustakaan dan Layanan Digital untuk melihat kelebihan serta kekurangan yang dimiliki sebagai bahan perbaikan dan pengembangan di masa mendatang.

Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih objektif terhadap pengelolaan organisasi. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang untuk memperluas jejaring serta menjalin kolaborasi antar lembaga guna meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.

Adapun materi diskusi dalam kegiatan benchmarking meliputi pengembangan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana perpustakaan. Forum diskusi tersebut memberikan wawasan baru dan menghadirkan berbagai ide segar yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan inovasi layanan serta manajemen organisasi perpustakaan.

Dari sisi sumber daya manusia, Perpustakaan UMY memiliki total 13 pustakawan, dengan empat orang di antaranya telah menempuh pendidikan S2 dan lima orang lainnya sedang melanjutkan studi S2. Hal yang menarik adalah sebagian pustakawan yang melanjutkan studi di UMY mendapatkan dukungan pembiayaan dari pihak kampus, sebuah praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan kompetensi pustakawan.

Sementara itu, dari aspek sarana dan prasarana, Perpustakaan UMY memprioritaskan penyediaan working space bagi pemustaka dengan memperbanyak ruang belajar melalui pengurangan jumlah rak buku. Selain itu, jam layanan perpustakaan juga menyesuaikan kebutuhan pemustaka, yakni mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Kebijakan ini menjadi salah satu terobosan yang memberikan kenyamanan serta kepuasan bagi pengguna perpustakaan.

Kegiatan benchmarking diakhiri dengan penyerahan vandel dan cinderamata, serta sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan dan kerja sama antara kedua lembaga.

Melalui kegiatan ini, benchmarking ke Perpustakaan UMY tidak hanya menjadi ajang bertukar ilmu dan wawasan terkait kepustakawanan serta manajemen perpustakaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat relasi antar lembaga serta sumber daya manusia di bidang perpustakaan. (Aw118)

Tingkatkan Kualitas Layanan, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS Lakukan Benchmarking ke UGM

By News

YOGYAKARTA, 12 Februari 2026 – Dalam upaya memperkuat komitmen pengembangan layanan bagi seluruh sivitas akademika, tim UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan benchmarking atau studi tiru ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis, 12 Februari 2026.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., bersama empat staf ahli lainnya: Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc(ITE)., Esti Handayani, S.I.Pust., Aisha Rachmalia Rayhan, S.Hum., dan Hanun Adlan, S.IP.

Mengapa Memilih UGM?

Pemilihan Perpustakaan dan Arsip UGM sebagai destinasi bukan tanpa alasan. Sejak melakukan penggabungan unit perpustakaan dan arsip secara resmi pada tahun 2023, UGM dinilai berhasil menciptakan ekosistem manajemen informasi yang sangat solid.

Beberapa prestasi prestisius yang menjadi daya tarik utama antara lain:

  • Predikat Istimewa dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
  • Penghargaan sebagai Unit Kerja Berprestasi Terbaik dalam tata kelola Layanan Informasi Publik.
  • Keunggulan dalam pemeringkatan repositori digital secara global.

Fokus Observasi dan Temuan Lapangan

Selama kunjungan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.00 WIB, tim UMS melakukan observasi mendalam serta diskusi intensif mengenai praktik terbaik (best practices) pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi modern.

Beberapa poin penting yang menjadi catatan tim delegasi meliputi:

  1. Integrasi Tata Kelola: Penyatuan manajemen perpustakaan dan arsip yang terbukti meningkatkan efisiensi pelestarian memori institusi.
  2. Transparansi Informasi: Implementasi layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang sangat terstruktur dan mudah diakses.
  3. Inovasi Digital: Pengelolaan repositori yang terindeks global serta sistem sirkulasi mandiri berbasis TI.
  4. Transformasi Ruang: Pergeseran konsep perpustakaan menjadi ruang kolaboratif yang humanis, seperti penyediaan co-working space dan fasilitas inklusif bagi mahasiswa.

Langkah Strategis ke Depan

Kepala UPT Perpustakaan UMS, Maria Husnun Nisa, berharap wawasan yang diperoleh dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan kepuasan pengguna di lingkungan UMS.

“Data dan wawasan ini akan menjadi landasan valid untuk mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) kami, mempercepat transformasi digital, serta mempererat jejaring kolaborasi antar-perpustakaan perguruan tinggi,” ungkapnya dalam laporan tersebut.

Kegiatan yang berjalan lancar tanpa kendala ini diakhiri dengan kunjungan keliling lingkungan perpustakaan UGM sebelum tim kembali ke Surakarta pada sore harinya. (aisha)

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1 UMS Library Digital Scholarship 2026, 19 Mahasiswa Lolos ke Tahap Wawancara

By News

SURAKARTA – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengumumkan hasil Seleksi Tahap 1 program UMS Library Digital Scholarship 2026. Seleksi tahap awal ini meliputi proses administrasi serta profiling peserta sesuai bidang kompetensi dan kategori yang dipilih oleh para pendaftar.

Berdasarkan hasil penilaian panitia terhadap seluruh berkas yang masuk, sebanyak 19 mahasiswa dinyatakan lolos Seleksi Tahap 1. Para peserta yang lolos terdiri dari 7 mahasiswa kategori Teknologi Informasi/Sistem Informasi/Aplikasi serta 12 mahasiswa kategori Konten Kreator.

Program UMS Library Digital Scholarship merupakan inisiatif pengembangan talenta mahasiswa yang bertujuan mendukung transformasi layanan perpustakaan berbasis digital sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam inovasi teknologi dan pengembangan konten kreatif di lingkungan perpustakaan.

Peserta yang dinyatakan lolos wajib mengikuti Seleksi Tahap 2, yaitu seleksi Wawancara dan Substansi, yang akan dilaksanakan pada:

📅 Sabtu, 21 Februari 2026
⏰ 08.30 – 13.00 WIB
📍 UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS

Panitia mengharapkan seluruh peserta yang lolos dapat mempersiapkan diri dengan baik serta hadir tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan. Daftar nama peserta yang dinyatakan lolos Seleksi Tahap 1 dapat dilihat pada lampiran pengumuman.

Melalui program ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat menjaring mahasiswa yang memiliki kompetensi digital, kreativitas, serta semangat kolaborasi dalam mendukung pengembangan perpustakaan sebagai academic support system yang inovatif dan inklusif. (nnf190/Ai)

UMS Library Hadirkan Kebijakan Baru: Pinjam Lebih Banyak, Baca Lebih Lama

By News

SURAKARTA — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan pembaruan layanan peminjaman buku sebagai upaya meningkatkan akses literasi dan kenyamanan pemustaka. Kebijakan baru ini resmi diberlakukan mulai 9 Februari 2026 dan memberikan fleksibilitas lebih dalam jumlah serta masa peminjaman koleksi.

Pembaruan layanan ini menjadi bagian dari komitmen UMS Library dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa serta memperkuat peran perpustakaan sebagai academic support system di lingkungan kampus. Melalui kebijakan baru tersebut, pemustaka diharapkan dapat mengakses sumber informasi secara lebih optimal untuk menunjang proses belajar, penelitian, maupun pengembangan diri.

Adapun ketentuan terbaru layanan peminjaman buku adalah sebagai berikut:

Untuk mahasiswa program Sarjana (S1), pemustaka dapat meminjam maksimal 10 judul buku dengan masa pinjam selama 10 hari dan kesempatan perpanjangan hingga dua kali. Sementara itu, mahasiswa program Magister (S2) diberikan masa pinjam lebih panjang, yaitu 14 hari, dengan jumlah maksimal 10 judul buku dan opsi perpanjangan sebanyak dua kali.

Selain menghadirkan kemudahan dalam layanan, UMS Library juga menyediakan fasilitas WhatsApp Gateway untuk membantu pemustaka mengecek status pinjaman, informasi denda, hingga melakukan perpanjangan buku secara lebih praktis melalui nomor 0857 2812 3767.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pemustaka, perpustakaan juga mengadakan program promo khusus berupa pembagian voucher es krim senilai Rp10.000 bagi lima pemustaka setiap hari yang meminjam 10 judul buku. Program ini berlangsung selama periode 9–14 Februari 2026 dan voucher dapat ditukarkan di LibCafe UPT Perpustakaan UMS.

Melalui inovasi layanan ini, UMS Library berharap dapat meningkatkan minat baca sivitas akademika sekaligus mendorong pemanfaatan koleksi perpustakaan secara lebih maksimal. Perpustakaan terus berupaya menghadirkan layanan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna di era digital. (nnf190/Ai)

UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS Terima Kunjungan Studi Banding Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

By News

Surakarta, Sabtu 31 Januari 2026 — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan studi banding dari Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dalam rangka pengelolaan layanan akademik, admisi, dan perpustakaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Diskusi Siti Badilah, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., yang sekaligus mewakili pimpinan UMS. Dalam sambutannya, Maria menyampaikan apresiasi atas kunjungan UNISA Yogyakarta serta menegaskan komitmen UMS dalam mengembangkan layanan akademik dan perpustakaan sebagai bagian dari sistem pendukung utama tridarma perguruan tinggi.

“UMS terbuka untuk berbagi praktik baik, khususnya dalam pengelolaan layanan akademik, admisi, dan perpustakaan yang terintegrasi dengan sistem digital dan penjaminan mutu,” ujarnya.

Selanjutnya, perwakilan dari UNISA Yogyakarta, Suryani, S.Kep., Ns., M.Med.Ed. menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan studi banding, yaitu untuk mempelajari pengelolaan layanan akademik, sistem admisi mahasiswa, serta pengelolaan perpustakaan sebagai bagian dari persiapan dan penguatan institusi, termasuk menghadapi proses akreditasi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ratnanto Fitriadi, S.T., M.T., selaku Kasubdit Admisi & Layanan Akademik Direktorat Akademik dan Admisi UMS. Ia memaparkan gambaran umum pengelolaan layanan akademik dan admisi di UMS, termasuk integrasi sistem informasi akademik, alur layanan mahasiswa, serta upaya peningkatan kualitas layanan berbasis teknologi informasi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam dua lokasi sesuai dengan fokus studi banding.

Untuk sesi pengelolaan layanan akademik dan admisi, kegiatan didampingi oleh Ratnanto Fitriadi, S.T., M.T. bersama Wuryanto, S.T., M.Kom, selaku Kasubdit Sistem Informasi dan Administrasi Akademik Direktorat Akademik dan Admisi beserta Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) UMS Dr. Triyono, M.Si.,. Pada sesi ini dibahas secara mendalam terkait sistem informasi akademik, proses admisi mahasiswa, serta tata kelola layanan akademik di UMS.

Sementara itu, sesi pengelolaan perpustakaan dilaksanakan di Ruang Internet UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Sesi ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan UNISA Yogyakarta dalam menghadapi akreditasi perpustakaan. Kegiatan didampingi oleh Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., yang menjelaskan pengelolaan perpustakaan UMS, meliputi layanan pemustaka, pengembangan koleksi, pengelolaan repository, sistem informasi perpustakaan, serta implementasi penjaminan mutu.

Diskusi kemudian dilanjutkan dan dipimpin oleh Zeni Istiqomah, S.IP., M.A, selaku Kepala Perpustakaan UNISA Yogyakarta. Diskusi berlangsung aktif dengan pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antara kedua institusi.

Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan terjalin kerja sama dan sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam meningkatkan kualitas layanan akademik, admisi, dan perpustakaan. (nnf190/Ai)

Lanjutkan Studi Tiru, Perpustakaan UMS Pelajari Integrasi RPS dan Standar di Perpustakaan UBAYA

By News

SURABAYA – Melanjutkan rangkaian kunjungan kerja di Jawa Timur, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyambangi Perpustakaan Universitas Surabaya (UBAYA) pada 20 Januari 2026. Kunjungan ini difokuskan untuk membedah penerapan standar mutu internasional serta integrasi sistem pengadaan pustaka dengan kurikulum akademik.

Kepala Perpustakaan UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penerimaan yang hangat dari pihak UBAYA. Maria menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini, selain menyambung tali silaturahmi, adalah untuk belajar lebih mendalam mengenai pengelolaan sarana prasarana, pengembangan sistem, serta strategi manajemen yang diterapkan UBAYA.

Rombongan UMS disambut langsung oleh Direktur Perpustakaan UBAYA, Kristina, S.Sos., M.IP. Dalam sambutannya, Kristina memaparkan bahwa tata kelola perpustakaan UBAYA telah mengacu pada standar ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP).

“Sistem ini tidak hanya dijalankan, tetapi juga dipantau secara ketat. Kami melakukan monitoring dan evaluasi melalui audit internal setiap enam bulan sekali, serta audit eksternal oleh badan sertifikasi TUV Nord Indonesia untuk menjamin mutu layanan tetap prima,” jelas Kristina.

Salah satu topik utama diskusi adalah terobosan UBAYA dalam mengintegrasikan pengadaan pustaka dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Melalui sistem ini, dosen dapat lebih mudah mengusulkan penambahan koleksi yang tersinergi langsung dengan mata kuliah. Usulan tersebut kemudian masuk ke dalam silabus dan diproses melalui sistem L-Kampus, yang mencakup layanan koleksi, akuisisi, manajemen pengadaan, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Selain itu, dijelaskan pula mengenai portal Ubaya Library Services (https://uls.ubaya.ac.id/) yang menjadi gerbang utama akses layanan digital bagi pemustaka.

Hal menarik lainnya adalah pendekatan UBAYA terhadap literasi informasi. Pihak perpustakaan bekerja sama dengan fakultas untuk memasukkan materi literasi digital ke dalam mata kuliah.

“Dengan masuk ke kurikulum, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendasar yang kuat. Mulai dari pemanfaatan fasilitas perpustakaan, strategi pencarian jurnal, teknik parafrase, pencegahan plagiasi, penggunaan reference manager, hingga publikasi ilmiah,” papar tim perpustakaan UBAYA.

Diskusi ditutup dengan pembahasan mengenai manajemen koleksi fisik dan digital. UBAYA menerapkan kebijakan penyiangan (weeding) untuk koleksi di atas 5 tahun, namun tetap memberikan toleransi khusus bagi disiplin ilmu tertentu, seperti Teknik, yang referensinya memiliki masa pakai lebih lama. Buku hasil penyiangan ini kemudian dihibahkan dan diinformasikan secara luas melalui media sosial.

Kristina juga memperkenalkan inovasi pelestarian arsip universitas melalui konsep Museum Virtual, yang memungkinkan arsip sejarah UBAYA diakses secara digital dan interaktif. (nnf190/Ai)

Studi Banding Manajemen Mutu, Perpustakaan UMS Gali Inovasi Layanan di Perpustakaan Universitas Airlangga

By News

SURABAYA – Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., memimpin kunjungan studi banding ke Perpustakaan Universitas Airlangga (UNAIR) pada selasa 20 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami implementasi manajemen penjaminan mutu serta strategi pengembangan perpustakaan sebagai sistem pendukung (support system) vital di lingkungan universitas.

Dalam pertemuan tersebut, Maria Husnun Nisa menyampaikan keinginannya untuk mempelajari secara rinci bagaimana Perpustakaan UNAIR menangani penjaminan mutu, mulai dari peta proses hingga audit. Selain itu, diskusi juga difokuskan pada pengembangan sarana dan prasarana (sarpras), layanan pemustaka, manajemen koleksi, repositori, hingga sistem informasi yang digunakan.

Sinergi Penjaminan Mutu Rombongan UMS disambut hangat oleh Kepala Seksi Kepustakawanan UNAIR, Ika Rudianto, S.Sos., M.I.Kom. Dalam paparan pembukanya, Ika menjelaskan perjalanan bisnis proses perpustakaan UNAIR hingga terbentuknya peta pelaksanaan penjaminan mutu yang solid. Ia menekankan bahwa keberhasilan proses ini tidak lepas dari pendampingan intensif oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) universitas, yang memastikan evaluasi dan audit berjalan rutin setiap tahunnya.

Integrasi Sistem dan Layanan Digital Diskusi berlanjut pada aspek teknis dan inovasi layanan. Perpustakaan UNAIR memaparkan kebijakan integrasi yang ketat, di mana mahasiswa diwajibkan mengunggah sertifikat Online Research Management (ORM) sebagai syarat melihat Kartu Hasil Studi (KHS). Kebijakan ini telah diakomodasi penuh oleh sistem universitas.

Terkait sistem informasi, UNAIR memanfaatkan Inlislite dan AILIS for Education yang didukung dengan kegiatan Training of Trainer secara rutin. Evaluasi koleksi dilakukan berbasis statistik; jika data menunjukkan minimnya peminat, koleksi tersebut akan ditarik untuk menjaga efisiensi.

Strategi “Jemput Bola” dan Promosi Kreatif Untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan, Perpustakaan UNAIR menerapkan strategi proaktif atau “jemput bola”. Kegiatan roadshow ke fakultas dan program studi dilakukan secara berkala untuk pengenalan perpustakaan serta pendampingan unggah mandiri.

Inovasi fisik juga menjadi sorotan. Penataan koleksi didesain menarik per subjek layaknya toko buku modern (seperti Gramedia), lengkap dengan alarm pengingat bulanan. Koleksi buku direkomendasikan menggunakan bantuan Artificial Intelligence (AI) dan ditampilkan dalam book showcase yang estetik.

Guna menarik minat pemustaka, berbagai taktik promosi diterapkan, antara lain:

  • Pemberian suvenir (tas) bagi pemustaka yang meminjam buku dalam jumlah banyak.
  • Fitur Express Your Idea dan pameran buku populer.

Kunjungan ditutup dengan library tour yang dipandu langsung oleh Kepala Perpustakaan UNAIR, Prof. Dr. Rahma Sugihartati, Dra., M.Si. Rombongan UMS diajak melihat langsung fasilitas dan implementasi layanan yang telah didiskusikan guna menjadi referensi pengembangan di UMS ke depannya. (nnf190/Ai)

Menjemput Inspirasi, Menghidupkan Layanan: Catatan Perjalanan Studi Tiru Perpustakaan UMS ke Jantung Inovasi Literasi

By News

Surakarta – Perpustakaan bukan sekadar deretan rak kayu yang memahat keheningan; ia adalah jantung pengetahuan yang harus terus berdenyut mengikuti perkembangan zaman. Semangat inilah yang membawa tim UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempuh perjalanan studi tiru ke Jakarta dan Bandung pada 13–14 Januari 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Perpustakaan UMS untuk terus bertransformasi agar tetap relevan, inklusif, dan berdaya guna bagi seluruh sivitas akademika. Dipimpin oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., rombongan ini mengunjungi tiga institusi rujukan: Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Perpustakaan Jakarta & PDS HB Jassin, dan Perpustakaan Kandaga Universitas Padjadjaran (Unpad).


Belajar Menjadi Mitra yang Hangat di UI
Kunjungan pertama di Perpustakaan UI memberikan perspektif baru tentang bagaimana pustakawan dapat hadir sebagai mitra akademik yang proaktif. Diskusi hangat mengalir mengenai pengembangan SDM, pengelolaan koleksi secara berkelanjutan, hingga etika pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran. Salah satu poin menyentuh adalah bagaimana layanan Electronic Resources Delivery Services (EDS) mampu meningkatkan kepercayaan diri pustakawan dalam melayani para pakar dan profesor.

Ruang Ketiga: Perpustakaan yang Memanusiakan di Perpustakaan Jakarta & PDS HB Jassin

Di Jakarta, tim menyelami konsep “Ruang Ketiga” di Perpustakaan Jakarta & Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin. Pasca revitalisasi, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat meminjam buku, melainkan ruang publik yang nyaman untuk berkarya dan bertumbuh. Dengan suasana yang inklusif dan pengelolaan media sosial yang profesional, tempat ini berhasil menarik ribuan pengunjung setiap harinya, serta mampu membuktikan bahwa perpustakaan bisa menjadi destinasi rekreasi yang membahagiakan.

Integrasi Digital dan Pelestarian di Kandaga Unpad

Perjalanan berlanjut ke Bandung, tepatnya di Perpustakaan Kandaga Unpad. Di sini, tim Perpustakaan UMS belajar tentang konsep GLAM (Gallery, Library, Archive, and Museum) yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi dalam satu pintu digital. Inovasi teknologi yang dikembangkan secara mandiri di Kandaga Unpad menunjukkan bahwa kreativitas lokal mampu menjawab tantangan era digital tanpa kehilangan sentuhan fasilitas fisik yang nyaman bagi mahasiswa. (kry164)