Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat kepada kita semua, berdasarkan jadwal pada linimasa awal yang sudah tertera, pelaksanaan seleksi yang semula akan terlaksana pada 12 – 13 Desember 2025 Dengan berat hati kami undur menjadi hari, tanggal Kamis & Jumat, 18 – 19 Desember 2025. Pelaksanaan dilakukan dengan rincian sebagai berikut:
Hari, tanggal: Kamis & Jumat, 18 – 19 Desember 2025
Tempat: Gedung UPT Perpustakaan dan Layanan Digital
Catatan:
1. Harap hadir 5 menit sebelum jadwal waktu yang telah ditentukan (terlampir)
2. Membawa laptop untuk keperluan tes
3. Peserta dapat mengecek pada email masing-masing terkait petunjuk pelaksanaan dan informasi lebih lanjut
4. Apabila ada pertanyaan terkait pelaksanaan dapat menghubungi narahubung
Demikian kami sampaikan pengumuman terkait pelaksanaan seleksi wawancara duta perpustakaan UMS tahun 2025. Terima kasih kami ucapkan, ditunggu kehadirannya di Perpustakaan.
SURAKARTA – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan workshop bertajuk Library Literacy Fest (LLF) 2025. Mengusung tema “Menembus Jurnal Bereputasi: Teknik Penulisan dan Publikasi di ScienceDirect”, acara ini bertujuan membekali sivitas akademika dengan strategi jitu menghadapi ketatnya persaingan publikasi ilmiah internasional.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025, ini bertempat di Ruang Meeting dan Diskusi Siti Walidah, Gedung UPT Perpustakaan UMS. Acara dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan kehadiran fisik dan virtual guna menjangkau audiens yang lebih luas. Tercatat sebanyak 60 peserta hadir secara luring di lokasi, sementara 75 peserta lainnya antusias menyimak melalui platform daring.
Workshop ini menghadirkan narasumber berkompeten, Rochman Hadi Mustofa, S.Pd., M.Pd., yang merupakan dosen Pendidikan Matematika UMS. Beliau dikenal memiliki rekam jejak impresif dalam dunia akademik, khususnya sebagai penulis aktif dan reviewer pada berbagai artikel ilmiah yang terindeks di ScienceDirect.
Dalam paparannya, Rochman membedah tuntas aspek teknis penulisan, mulai dari:
Struktur Artikel: Cara menyusun manuskrip yang sesuai dengan standar Elsevier. Strategi Reviewer: Memahami sudut pandang penelaah agar artikel minim revisi. Pemilihan Jurnal: Tips menentukan jurnal yang tepat di bawah naungan ScienceDirect agar peluang diterima (accepted) lebih besar.
“Publikasi di jurnal bereputasi bukan hanya soal hasil penelitian yang bagus, tapi juga tentang bagaimana kita membungkus narasi ilmiah tersebut dengan standar internasional yang ketat,” ujar Rochman di sela-sela materinya.
Kepala UPT Perpustakaan UMS Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A menyampaikan bahwa LLF 2025 merupakan bentuk komitmen perpustakaan dalam mendukung peningkatan jumlah publikasi internasional dari lingkungan UMS. Dengan adanya akses ke sumber daya digital yang melimpah, diharapkan para dosen dan mahasiswa dapat memaksimalkan potensi riset mereka.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diwarnai dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta, baik yang hadir di ruang Siti Walidah maupun melalui Zoom, tampak antusias berkonsultasi mengenai kendala teknis yang sering mereka temui saat proses submit artikel. (nnf190/Ai)
SURAKARTA – Forum Perpustakaan Pendidikan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (FPPTMA) Wilayah Jawa Tengah, Utara, Timur, dan Barat (Jateng UTB) resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2025–2027. Pelantikan pengurus baru ini dirangkaikan dengan “Workshop Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah: Dari Draft ke Publikasi Jurnal” yang digelar secara hybrid di Ruang Siti Badilah, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Kamis (4/12/2025).
Acara diawali dengan prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua FPPTMA Pusat, Irkhamiyati, S.IP., M.IP. dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA). Beliau melantik Muh. Choironi Yusuf, M.IP. dari Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (AISKA) sebagai Ketua FPPTMA Korwil Jateng UTB Periode 2025–2027 beserta jajaran pengurus barunya.
Dalam sambutannya, Irkhamiyati menekankan peran strategis pustakawan di era pendidikan tinggi saat ini.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, pustakawan tidak hanya menjadi pengelola buku, tetapi mampu membersamai mahasiswa dalam memahami jurnal dan publikasi karya ilmiah,” ujar Irkhamiyati.
Hal senada disampaikan oleh tuan rumah, Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pustakawan.
“Harapannya, pustakawan tidak hanya bisa membimbing mahasiswa, tetapi juga mampu mempublikasikan karya ilmiah mereka sendiri secara mandiri,” tegas Maria.
Sesi kedua acara diisi dengan workshop intensif yang dibagi menjadi dua sesi berdurasi masing-masing 60 menit. Workshop ini menghadirkan narasumber ahli untuk membekali peserta dengan keterampilan mengubah draf penelitian menjadi artikel yang layak terbit.
Metodologi dan Penulisan: Sesi ini menghadirkan Heru Prasetyo Wibowo, Ph.D (Kaprodi PPKN UMS) yang membedah proses penulisan artikel ilmiah, mulai dari pengumpulan data, metodologi yang transparan, hingga pemilihan jurnal yang tepat. Diskusi juga mencakup pentingnya orisinalitas dan etika penelitian.
Teknis Publikasi & OJS: Sesi teknis dipandu oleh Yolan Priatna, S.IIP., M.A , yang menjelaskan tata cara submission artikel melalui Open Journal Systems (OJS), penggunaan template, pengisian metadata, serta kebijakan plagiarisme (maksimal 30%).
Workshop ini tidak berhenti pada teori. Seluruh peserta ditargetkan untuk menghasilkan luaran (output) berupa artikel ilmiah yang akan diserahkan ke Jurnal UMPO atau jurnal relevan lainnya.
Panitia dan manajemen jurnal telah menyiapkan langkah-langkah strategis pasca-acara, antara lain:
Peserta diwajibkan membuat akun OJS dan menyesuaikan naskah dengan template jurnal.
Penyelenggara akan memberikan pendampingan review dan kemungkinan pembebasan biaya publikasi bagi peserta workshop.
Penerapan kebijakan baru terkait konten AI dan batas plagiarisme yang ketat untuk menjaga kualitas terbitan.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai teknis file pendukung dan presentasi suvenir, menandai semangat baru bagi pustakawan PTMA untuk lebih produktif dalam kancah publikasi ilmiah. (nnf190/Ai)
SURAKARTA – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (FPPTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah Utara, Timur, dan Barat (Jateng UTB) menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Kamis (4/12/2025) pukul 14.00WIB. Bertempat di Ruang Siti Badilah, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pertemuan ini menjadi tonggak awal bagi kepengurusan periode 2025–2027.
Agenda strategis ini dihadiri oleh para pimpinan perpustakaan dan pengurus baru dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di lintas wilayah Jawa Tengah.
Membuka kegiatan, Ketua FPPTMA Korwil Jateng UTB Periode 2025–2027, Muh. Choironi Yusuf, M.IP., dari Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (AISKA), menyampaikan sambutan perdananya kepada jajaran pengurus baru. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya soliditas tim dalam menghadapi tantangan manajemen perpustakaan yang semakin kompleks.
“Penggabungan wilayah Utara, Timur, dan Barat menjadi satu kekuatan besar adalah potensi luar biasa. Saya mengajak seluruh pengurus periode 2025–2027 untuk bergerak cepat menyatukan visi, memperkuat komunikasi, dan segera mengeksekusi program kerja yang berdampak nyata, baik bagi PTMA maupun sekolah-sekolah Muhammadiyah di sekitar kita,” ujar Choironi Yusuf.
Ia juga menggarisbawahi perlunya pembentukan kelompok kerja yang solid antar sebelas lembaga PTMA di wilayah ini untuk mempermudah koordinasi program.
Dukungan penuh juga datang dari Ketua FPPTMA Pusat, Irkhamiyati, S.IP., M.IP., dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) yang turut hadir memberikan arahan. Ia mengapresiasi semangat pengurus baru Korwil Jateng UTB dan mengingatkan pentingnya penyelarasan program wilayah dengan agenda nasional.
“Perpustakaan PTMA harus bertransformasi menjadi jantung akademik yang berkemajuan. Saya mendorong rekan-rekan pengurus di Jawa Tengah untuk fokus pada standarisasi layanan dan inovasi digital. Sinergi yang kuat adalah kunci untuk mendukung akreditasi unggul institusi kita masing-masing,” tegas Irkhamiyati.
Acara ditutup dengan komitmen seluruh pengurus untuk segera merealisasikan “blue print” program kerja dan memperkuat jejaring melalui berbagi konten kreatif di media sosial antar koridor regional. (nnf190/Ai)
SURAKARTA – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka rangkaian Library Literacy Fest (LLF) 2025 pada Senin (1/12). Kegiatan tahunan tersebut diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan literasi akademik, kemampuan penulisan ilmiah, serta kualitas publikasi sivitas akademika UMS. LLF 2025 menjadi salah satu wujud komitmen perpustakaan dalam mendukung visi UMS sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi informasi yang berlandaskan nilai keislaman.
Acara dibuka oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada peserta serta menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas literasi riset bagi mahasiswa dan dosen. Ia juga menekankan bahwa perpustakaan akan terus menghadirkan program yang mendorong penguatan budaya menulis ilmiah, sebagaimana tercermin dalam penyelenggaraan LLF setiap tahun.
Pada sesi pembuka LLF 2025, perpustakaan menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Noor Kholid, S.Pd., M.Pd., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan IV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS. Beliau menyampaikan materi berjudul “Optimizing Research Writing: Kunci Sukses Publikasi di Scopus.” Dalam paparannya, Dr. M. Noor Kholid menekankan bahwa keberhasilan publikasi ilmiah tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis menulis, tetapi juga pada ketepatan menentukan arah riset, pemahaman struktur artikel yang sesuai, dan penguatan kualitas akademik.
Ia menjelaskan pentingnya membangun kebaruan (novelty) dalam penelitian agar artikel memiliki nilai kontribusi yang jelas. Selain itu, ia menguraikan struktur artikel ilmiah yang baik, mulai dari perumusan masalah, tinjauan pustaka yang relevan, metodologi yang kuat, hingga penyajian hasil dan diskusi yang mampu menunjang temuan penelitian. Menurutnya, keselarasan antara topik riset dan cakupan jurnal menjadi salah satu faktor penentu diterimanya artikel oleh editor.
Dr. M. Noor Kholid juga memberikan sejumlah strategi untuk menghindari penolakan (rejection), seperti memastikan kecukupan referensi ilmiah mutakhir, menghindari plagiarisme, serta memperhatikan gaya selingkung jurnal tujuan. Ia mencontohkan beragam bentuk kesalahan umum yang sering menyebabkan artikel ditolak, dan memberikan langkah-langkah praktis dalam memilih jurnal terindeks Scopus yang sesuai dengan bidang penelitian.
Sesi materi berlangsung interaktif dengan sejumlah pertanyaan dari peserta mengenai tantangan publikasi, penyusunan artikel, dan teknik korespondensi dengan editor jurnal. Antusiasme peserta tampak dari banyaknya mahasiswa, dosen, dan pustakawan yang terlibat aktif dalam diskusi.
Rangkaian LLF 2025 akan diselenggarakan sepanjang bulan Desember dengan berbagai agenda lanjutan, meliputi workshop penulisan ilmiah berbasis SLR, Pelatihan kepenulisan di ScienceDirect, serta program penguatan literasi informasi lainnya. Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat mendorong peningkatan produktivitas riset dan kualitas publikasi sivitas akademika, sekaligus memperkuat kontribusi UMS dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional. (han/ai)
SURAKARTA – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung iklim akademik yang berkualitas. Pada Sabtu (22/11/2025), UPT Perpustakaan sukses menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Literasi Informasi” yang dikhususkan bagi mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), Fakultas Kedokteran UMS.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini dihadiri oleh 29 peserta. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa pascasarjana dengan kemampuan penelusuran referensi ilmiah yang kredibel serta manajemen sitasi yang baik guna mendukung penyusunan tesis dan karya ilmiah mereka.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama yang padat materi. Sesi pertama dibawakan oleh Pustakawan UMS, Ana Wahyuni, S.Sos., yang memaparkan teknik penelusuran akses database internasional bereputasi. Peserta diajak mendalami cara menelusuri literatur melalui Scopus, serta mengakses jurnal online terkemuka seperti ScienceDirect, Emerald, dan Cambridge. Kemampuan ini dinilai krusial bagi mahasiswa tingkat magister untuk mendapatkan referensi mutakhir di bidang manajemen rumah sakit.
Sesi kedua dilanjutkan dengan materi “Pemanfaatan Reference Manager Mendeley” yang disampaikan oleh Nasyid Nurhasan Fuad, S.I.Kom. Pada sesi ini, mahasiswa dibimbing secara teknis mengenai pengelolaan kutipan dan daftar pustaka otomatis agar terhindar dari plagiarisme dan kesalahan format penulisan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara, mengingat pentingnya keterampilan ini dalam menunjang keberhasilan studi mereka di jenjang Strata-2 (S2). (Nnf190/Ai)
SURAKARTA – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Tips & Tricks to Submit Manuscript at Emerald Publishing” pada Jumat (21/11/2025) pukul 09.00 wib.
Acara yang berlangsung di Ruang Meeting & Discussion Siti Badilah ini dilaksanakan secara hibrida, menggabungkan pertemuan tatap muka dan siaran langsung melalui Zoom serta YouTube, guna menjangkau audiens yang lebih luas. Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa jenjang sarjana (S1) maupun pascasarjana turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Iwan Sukardi, selaku Business Manager Emerald Publishing untuk Indonesia. Dalam paparan materinya, Iwan memberikan wawasan mendalam mengenai strategi menulis manuskrip yang sesuai dengan standar penerbit internasional, memahami cakupan jurnal, hingga trik menghindari penolakan saat proses submission.
Adapun tujuan utama diselenggarakannya acara ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah civitas academica UMS di kancah internasional. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat menjembatani para peneliti pemula maupun berpengalaman untuk lebih memahami alur editorial dan standar kualitas yang diterapkan oleh penerbit bereputasi tinggi seperti Emerald Publishing.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A.
Dalam sambutannya, Maria Husnun menekankan pentingnya kolaborasi antara perpustakaan dan penyedia literatur global. Beliau berharap agar seluruh civitas academica UMS dapat memaksimalkan akses dan layanan yang telah dilanggan oleh universitas, khususnya koleksi jurnal dari Emerald.
“Kami berharap bapak/ibu dosen serta rekan-rekan mahasiswa tidak hanya sekadar mengakses, namun mampu memanfaatkan layanan dari Emerald ini sebagai referensi utama dalam penelitian. Lebih jauh lagi, semoga kegiatan ini memotivasi kita semua untuk berani mengirimkan karya tulisnya dan berhasil terbit di jurnal-jurnal bereputasi global,” ujar Maria dalam sambutannya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang sesi tanya jawab, di mana banyak peserta menggali lebih dalam mengenai kriteria naskah yang dicari oleh editor jurnal internasional. Kegiatan ditutup pada pukul 11.00 WIB dengan sesi foto bersama. (nnf190/Ai)
Surakarta, 19 November 2026 – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan prima. Guna merespons kebutuhan pemustaka yang terus berkembang di era digital, perpustakaan sukses menggelar kegiatan intensif bertajuk “Micro Teaching Literasi Informasi” pada Rabu (19/11/2026).
Bertempat di Ruang Internet Lantai 1 Perpustakaan, kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 13.30 WIB ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan pedagogis para pustakawan. Fokus utamanya adalah memastikan setiap pustakawan mampu mendampingi mahasiswa dan dosen dalam memanfaatkan sumber daya informasi secara efektif.
Adaptif di Tengah Arus Digital
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan respons strategis terhadap pesatnya perkembangan teknologi akademik. Para pustakawan dituntut tidak hanya menguasai tools digital, tetapi juga mampu mentransfer pengetahuan tersebut kepada pemustaka dengan cara yang komunikatif dan mudah dicerna.
Dalam sesi ini, para peserta melakukan praktik mengajar (micro teaching) dengan tiga materi vital dalam ekosistem riset saat ini, yaitu:
Turnitin Draft Coach: Alat bantu pengecekan kesamaan teks untuk integritas akademik.
Reference Manager Mendeley: Perangkat lunak manajemen referensi dan sitasi.
Database ScienceDirect: Basis data jurnal ilmiah bereputasi internasional.
Menjadi Agen Literasi yang Andal
Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., menekankan bahwa peran perpustakaan kini telah bergeser dari sekadar penyedia buku menjadi pusat pengembangan keterampilan literasi.
“Kegiatan Micro Teaching ini adalah wujud nyata upaya kami memastikan staf perpustakaan tidak tertinggal. Kami harus menjadi agen utama transfer keterampilan literasi informasi yang sangat vital, termasuk penguasaan perangkat mutakhir. Targetnya jelas, kami ingin menyajikan layanan unggul yang benar-benar menunjang kualitas riset dan capaian akademik di kampus ini,” tegas Maria.
Meningkatkan Kualitas Layanan Edukasi
Sesi ini dirancang layaknya workshop kolektif. Setiap pustakawan melakukan simulasi mengajar dan langsung mendapatkan umpan balik (feedback) dari rekan sejawat maupun fasilitator. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki teknik penyampaian, pengelolaan kelas, serta penyusunan strategi pembelajaran yang lebih menarik.
Salah satu peserta, Qodri Royani, S.IPust., mengungkapkan manfaat langsung yang dirasakannya pasca-kegiatan.
“Praktik langsung mengajarkan Mendeley dan ScienceDirect tadi sangat penting. Kami langsung mendapat feedback tentang cara presentasi agar materi teknis ini lebih cepat dipahami mahasiswa. Selain itu, kami jadi punya banyak ide segar untuk mengisi sesi pelatihan yang lebih menarik dan kena sasaran,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan UMS berharap layanan literasi informasi yang diberikan kepada sivitas akademika akan semakin relevan, efektif, dan berdampak positif terhadap iklim riset universitas. (Kry164)
Kamis, 17 November 2025 — Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan studi banding virtual dari Perpustakaan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIIII). Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom ini berjalan intensif, terutama karena tim UIII telah menyiapkan dokumen berisi delapan halaman daftar pertanyaan mendalam terkait implementasi Koha dan integrasinya dengan Vufind.
Diskusi diawali dengan pemaparan pengalaman UMS saat pertama kali beralih ke Koha, mulai dari alasan pemilihan sistem, proses migrasi data, hingga adaptasi staf agar Koha dapat digunakan secara optimal dalam operasional harian. UIII menunjukkan ketertarikan besar untuk mempelajari seluruh proses tersebut, termasuk pembagian peran staf admin dan kataloger serta penerapan modul-modul Koha dalam layanan sirkulasi.
Pada aspek teknis, UMS menjelaskan detail lingkungan server yang digunakan, sistem operasi tempat Koha berjalan, serta arsitektur jaringan yang memastikan akses stabil bagi OPAC dan staf perpustakaan. Tim UIII juga menyoroti sejumlah isu strategis dalam pengelolaan sistem otomasi, seperti pilihan antara server on-premise atau cloud, mekanisme backup data, dan standardisasi metadata agar tetap konsisten.
Integrasi Koha dengan layanan digital kampus turut menjadi topik penting. UMS membagikan pengalaman menghubungkan Koha dengan SSO, LMS, dan portal mahasiswa, termasuk tantangan teknis yang dihadapi. Integrasi Koha dengan Vufind juga dibahas secara detail, mulai dari proses sinkronisasi data hingga upaya meningkatkan tampilan dan fitur pencarian agar lebih ramah bagi pemustaka.
Selama hampir tiga jam diskusi, Perpustakaan UIII menanyakan praktik terbaik UMS dalam menjaga kualitas data, melakukan audit koleksi, mengelola authority file, serta mengukur efektivitas penggunaan Koha dan Vufind. Di akhir sesi, pembahasan meluas pada strategi pelatihan staf, promosi layanan digital, hingga pemantauan respons pengguna terhadap sistem yang dikembangkan.
Kepala Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., menyampaikan apresiasi atas ketertarikan mendalam dari tim UIII.
“Kami selalu terbuka untuk berbagi pengalaman. Setiap perpustakaan memiliki tantangan masing-masing, dan mudah-mudahan pengalaman kami dapat menjadi gambaran yang bermanfaat bagi UIII dalam mengembangkan layanannya,” ujarnya.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi praktik baik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lanjutan. Kedua perpustakaan sepakat menjaga komunikasi, khususnya dalam pengembangan sistem otomasi, peningkatan kompetensi pustakawan, serta penguatan layanan digital yang lebih inklusif. (Kry164)
Hi Mahasiswa UMS! Kabar baik nih bagi yang ingin berkesempatan menjadi Duta Perpustakaan UMS tahun 2025. Pendaftaran kami perpanjang hingga tanggal 6 desember 2025. Segera siapkan CV dan berkas kalian untuk bisa bergabung menjadi bagian dari UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Daftar ditautan https://ums.id/LIBDUTA2025
Pendaftaran mulai dibuka tanggal 10 November 2025 hingga 6 Desember 2025