Skip to main content
All Posts By

admin

Tingkatkan Kesadaran akan Kesehatan Mental dan Resiliensi, Perpustakaan UMS Selenggarakan Pelatihan Khusus untuk Staf

By News

Surakarta, 23 April 2026 — Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan dengan topik “Pelatihan Resiliensi dan Kesehatan Mental untuk Karyawan” pada Rabu, 23 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 3,5 jam ini dihadiri oleh 23 staf perpustakaan UMS dan dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A.

Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh dan resilien di lingkungan kerja. Kesehatan mental menjadi fondasi penting bagi kinerja optimal karyawan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2022, satu dari lima karyawan di tempat kerja mengalami kondisi kesehatan mental yang memerlukan perhatian serius. Selain itu, stigma dan kurangnya kesadaran terhadap kesehatan mental masih menjadi hambatan nyata bagi kesetaraan di tempat kerja.

Pelatihan dibawakan oleh Rina Jayanti, M.Psi, Psikolog, CHt® yang merupakan Psikolog Klinis di RS PKU Muhammadiyah Surakarta dan Certified Clinical Hypnotherapist by AWGI. Beliau membawakan materi komprehensif mencakup pemahaman konsep kesehatan mental dan resiliensi, strategi praktis mengelola stres, serta cara menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Pemateri membagikan definisi kesehatan mental menurut WHO yang menekankan bahwa kesehatan mental bukan sekadar ketiadaan gangguan, melainkan kemampuan seseorang untuk belajar, bekerja dengan baik, dan menjalani hidup yang bermakna.

Melalui materi yang disajikan, peserta diajarkan tentang penyebab stres di tempat kerja, antara lain beban kerja yang tinggi, konflik interpersonal, ketidakjelasan peran, serta ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Rina Jayanti menjelaskan dampak stres yang tidak dikelola dengan baik, mulai dari burnout—kelelahan total secara fisik dan emosional—hingga penurunan produktivitas dan kualitas layanan terhadap pengguna. Untuk mengatasi hal tersebut, beliau menghadirkan strategi manajemen stres yang terdiri dari tiga pendekatan: regulasi emosi melalui relaksasi dan teknik grounding, strategi perilaku dengan time management dan teknik Pomodoro, serta strategi sosial melalui pembangunan support system dan komunikasi asertif.

Konsep resiliensi yang disampaikan dalam pelatihan mengutip pemahaman dari Ann Masten (2001) yang mendefinisikan resiliensi sebagai kemampuan untuk “bounce back”—bangkit dari tekanan, bertahan, dan justru berkembang dalam situasi yang sulit. Resiliensi bukan berarti tidak pernah jatuh, melainkan kemampuan untuk bangkit kembali dengan lebih kuat setiap kali menghadapi tantangan. Rina Jayanti mengidentifikasi lima karakteristik individu yang resilien: kemampuan mengelola emosi secara positif, berpikir fleksibel, memiliki makna hidup yang jelas, terampil dalam problem solving, serta memiliki dukungan sosial yang kuat.

Pada sesi praktis, peserta dilatih menggunakan teknik grounding untuk melepaskan emosi negatif dan meningkatkan kesadaran diri. Pemateri juga memperkenalkan konsep self-compassion (welas asih diri) berdasarkan penelitian Dr. Kristin Neff yang menekankan pentingnya bersikap lembut terhadap diri sendiri, menyadari bahwa penderitaan adalah bagian dari pengalaman manusia yang universal, serta mengembangkan kesadaran yang seimbang terhadap emosi yang sulit. Teknik Pomodoro juga diajarkan sebagai sistem manajemen waktu yang efektif untuk meningkatkan fokus dan produktivitas kerja melalui pembagian waktu kerja menjadi sesi 25 menit yang diselingi istirahat singkat.

Pemateri menekankan pentingnya pengembangan kemampuan adaptasi dan ketahanan psikologis melalui fleksibilitas berpikir, toleransi terhadap ketidakpastian, dan adopsi growth mindset—kepercayaan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, Rina Jayanti juga membahas peran kepemimpinan suportif, budaya kerja yang seimbang, psychological safety, dan apresiasi terhadap kontribusi karyawan.

Dalam konteks kebijakan kesehatan mental di tempat kerja, Rina Jayanti mengacu pada rekomendasi WHO tahun 2022 yang menekankan tiga pilar utama: pencegahan risiko psikososial di tempat kerja, perlindungan dan promosi kesehatan mental, serta dukungan kepada karyawan untuk pulih dan berkembang. Keseimbangan antara upaya individu dan dukungan organisasi menjadi kunci mencapai kesehatan mental yang optimal.

Maria Husnun Nisa mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta dan menekankan komitmen perpustakaan untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan kompetensi dan kesejahteraan karyawan. Beliau menyatakan bahwa investasi dalam kesehatan mental karyawan merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan produktivitas di perpustakaan UMS.

Dengan menyelenggarakan pelatihan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat memberdayakan setiap karyawan untuk membangun resiliensi yang kuat, mengelola stres dengan efektif, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan saling mendukung. Pelatihan resiliensi dan kesehatan mental ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memupuk budaya kerja yang lebih sehat, produktif, dan bermakna di lingkungan perpustakaan UMS ke depannya. (han/ai)

UPT Perpustakan dan Layanan Digital UMS Gelar Workshop Publikasi Internasional, Tekankan Pentingnya Abstrak yang Berdampak

By News

Surakarta — Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Publikasi Internasional bertajuk Emerald Writing Abstract with Impact pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid di Ruang Siti Badilah UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS serta melalui platform Zoom Meeting.

Workshop menghadirkan Customer Success Partner dari Emerald Group Publishing Limited, William Loh, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa abstrak memiliki peran krusial dalam menarik perhatian editor maupun pembaca.

“Penulisan abstrak yang menarik sangat penting untuk meningkatkan keterbacaan artikel penelitian,” ujar William.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dalam negeri dan internasional, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan UMS.

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., yang turut hadir dalam workshop tersebut, menyampaikan bahwa kemampuan menulis abstrak menjadi hal penting bagi akademisi. Menurutnya, menulis abstrak memiliki tantangan tersendiri karena peneliti harus mampu merangkum penelitian yang panjang ke dalam 200–300 kata secara efektif.

“Peneliti harus mampu membuat abstrak yang powerful agar dapat menarik minat pembaca untuk membaca keseluruhan artikel,” ungkap Ihwan.

Ia juga menyoroti bahwa banyak penelitian mahasiswa UMS yang sebenarnya memiliki kualitas baik dan topik yang menarik, namun belum didukung dengan penulisan abstrak yang optimal.

“Seringkali abstrak hanya ditulis sebagai rangkuman, padahal abstrak lebih dari sekadar itu. Abstrak harus mampu merepresentasikan nilai penting dari penelitian,” tambahnya.

Melalui workshop ini, UMS berharap dapat meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, khususnya di kalangan mahasiswa. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen UMS dalam mewujudkan visi sebagai world class university dengan mendorong publikasi penelitian di jurnal internasional bereputasi. nnf190/Ai

UPT Perpustakaan UMS Dorong Riset Berkualitas Melalui Workshop Analisis Bibliometrik

By News

Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Analisis Bibliometrik untuk Penyusunan Riset pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meetings dan diikuti oleh 155 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum.

Workshop ini menghadirkan narasumber Muhamad Subhi Apriantoro, Lc., M.H., yang merupakan Sekretaris Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam UMS. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan analisis bibliometrik sebagai pendekatan strategis dalam mendukung penyusunan riset yang lebih sistematis, terarah, dan berbasis data.

Analisis bibliometrik merupakan metode yang digunakan untuk mengkaji publikasi ilmiah melalui pendekatan kuantitatif, seperti analisis jumlah sitasi, tren topik penelitian, pola kolaborasi penulis, hingga perkembangan suatu bidang keilmuan. Melalui pemanfaatan berbagai perangkat pendukung, metode ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi topik yang sedang berkembang, menemukan celah penelitian (research gap), serta merumuskan arah riset yang relevan dan memiliki kontribusi ilmiah yang signifikan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh wawasan praktis mengenai teknik penelusuran dan pemetaan literatur ilmiah secara efektif. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat terus meningkatkan literasi riset di lingkungan sivitas akademika serta mendorong lahirnya karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan berdampak luas. (nnf190/Ai)

Kreatif dan Inspiratif! Ini Dia Pemenang Lomba Video POV Ramadhan 2026 UMS

By News

Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengumumkan para pemenang Lomba Video Reels/TikTok POV Ramadhan 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “POV Ramadhan di Perpustakaan: Inspirasi, Literasi, dan Berkah” ini berhasil menarik partisipasi aktif dari sivitas akademika UMS, yang menampilkan beragam karya kreatif dengan sudut pandang unik tentang suasana Ramadhan di perpustakaan.

Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, terpilih para pemenang yang dinilai mampu menghadirkan konten inspiratif, edukatif, sekaligus menarik secara visual. Juara pertama diraih oleh akun Instagram @aazzuunn (Azzun Adna A710230017), disusul oleh @septyasayukusuma (Septyas Ayu Kusuma Aji L100220229) sebagai juara kedua, dan @rsyiidah (Salsabila Rosyidah L100239177) sebagai juara ketiga. Sementara itu, kategori juara harapan diraih oleh @isho_ka27 (M. Nur Isholattudin L000249125) sebagai Harapan 1 dan @4loviee (Nayanty Reysha Syari’ef B400250009) sebagai Harapan 2. Khusus kategori juara favorit, @4loviee kembali meraih penghargaan berdasarkan jumlah interaksi tertinggi dengan perolehan 1244 likes di TikTok.

Panitia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba ini. Setiap karya yang dikirimkan mencerminkan semangat literasi, kreativitas, serta upaya dalam memaknai Ramadhan melalui perspektif yang dekat dengan kehidupan akademik di lingkungan perpustakaan.

Sebagai bentuk penghargaan, seluruh peserta yang telah mendaftar akan mendapatkan e-sertifikat. Panitia juga akan menghubungi masing-masing peserta untuk melengkapi data yang diperlukan dalam proses penerbitan sertifikat tersebut.

Melalui penyelenggaraan lomba ini, Perpustakaan UMS berharap dapat terus menjadi ruang yang tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan kreativitas bagi seluruh sivitas akademika, khususnya dalam memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai sarana refleksi, literasi, dan berbagi keberkahan. (nnf190/Ai)

Lima Mahasiswa Lolos Program UMS Library Digital Scholarship 2026

By News

Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengumumkan hasil seleksi Program UMS Library Digital Scholarship 2026. Program ini merupakan bentuk komitmen Perpustakaan UMS dalam mendukung pengembangan talenta mahasiswa di bidang teknologi informasi dan konten kreator digital.

Setelah melalui tahapan seleksi dan evaluasi yang cermat, panitia menetapkan lima mahasiswa terbaik yang dinyatakan lolos dalam dua kategori, yaitu Kategori Teknologi Informasi/Sistem Informasi/Aplikasi dan Kategori Konten Kreator.

📌 Kategori Teknologi Informasi / Sistem Informasi / Aplikasi

  1. Haydar Aulia Rahman – Teknik Informatika
  2. Narendra Satya Adikurniawan – Teknik Informatika

📌 Kategori Konten Kreator

  1. M Ghali Apriansyah – Kedokteran Gigi
  2. Deysilla Afifah Feriz – Sistem Informasi
  3. Septyas Ayu Kusuma Aji – Ilmu Komunikasi

Maria Husnun Nisa, S.Sos.,M.A selaku Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan antusiasme seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi. Program ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan kreativitas, inovasi digital, serta penguatan branding dan layanan Perpustakaan UMS di era transformasi digital.

Mahasiswa yang dinyatakan lolos akan dihubungi lebih lanjut untuk mengikuti pengarahan dan teknis pelaksanaan program.

Selamat kepada seluruh peserta yang terpilih. Semoga amanah dan mampu berkontribusi aktif dalam pengembangan layanan digital Perpustakaan UMS. (nnf190/Ai)

Lomba Video Reels/TikTok POV Ramadhan 2026, Perpustakaan UMS Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Berbagi Inspirasi

By News

SURAKARTA, library.ums.ac.id – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan ajang kreatif bagi sivitas akademika melalui Lomba Video Reels/TikTok POV Ramadhan 2026. Mengusung tema “POV Ramadhan di Perpustakaan: Inspirasi, Literasi, dan Berkah”, lomba ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan pengalaman Ramadhan yang inspiratif di lingkungan perpustakaan.

Kegiatan ini terbuka untuk seluruh sivitas akademika UMS dan berlangsung pada 20 Februari hingga 8 Maret 2026. Sementara itu, pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 10 Maret 2026 melalui akun resmi Instagram dan TikTok Perpustakaan UMS serta website resmi perpustakaan.

Melalui lomba ini, peserta diajak menampilkan sudut pandang (POV) aktivitas selama Ramadhan di perpustakaan, seperti membaca buku, mengerjakan tugas, belajar kelompok, hingga konten slice of life yang kreatif dan inspiratif. Durasi video minimal 60 detik dan dapat diikuti secara individu maupun kelompok.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat citra perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman, inspiratif, dan penuh keberkahan selama bulan suci Ramadhan. Selain itu, lomba ini juga menjadi sarana promosi layanan perpustakaan melalui pendekatan kreatif di media sosial.

Adapun hadiah yang disiapkan cukup menarik, yakni:

  • Juara 1 sebesar Rp600.000
  • Juara 2 sebesar Rp400.000
  • Juara 3 sebesar Rp300.000
  • Harapan 1 sebesar Rp200.000
  • Harapan 2 sebesar Rp100.000
  • Juara Favorit sebesar Rp100.000

Seluruh pemenang juga akan mendapatkan sertifikat dan merchandise dari Perpustakaan UMS.

Proses penilaian akan dilakukan oleh dewan juri berdasarkan kreativitas ide dan konsep, storytelling, kelengkapan unsur resensi, serta kualitas video dan audio. Sementara itu, kategori juara favorit ditentukan berdasarkan jumlah likes terbanyak. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Peserta diwajibkan mengikuti akun Instagram dan TikTok resmi Perpustakaan UMS (@perpusums), tidak mengunci akun, serta mengunggah karya sesuai periode lomba dengan menandai akun tersebut. Setelah itu, peserta harus mendaftarkan diri dan mengunggah tautan karya melalui laman: ums.id/POV_RMDHAN26.

Dengan hadirnya lomba ini, Perpustakaan UMS berharap semangat literasi dan kreativitas mahasiswa semakin tumbuh, serta Ramadhan menjadi momentum untuk menebar inspirasi dan keberkahan melalui karya digital.

Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi Nasyid NF di nomor 0838 656 44 909. (nnf190/Ai)

Menghidupkan Kembali Hangatnya Aroma Buku di Perpustakaan UMS

By News

SURAKARTA – Suasana Sabtu pagi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terasa berbeda dari biasanya. Lantai perpustakaan yang biasa tenang, kali ini dipenuhi energi segar dari para mahasiswa yang berkumpul untuk merayakan kecintaan mereka pada literasi dalam acara bertajuk “Bincang Buku”.
Kegiatan yang berlangsung pada 14 Februari 2026 ini merupakan buah inisiasi kreatif dari para mahasiswa magang asal Universitas Diponegoro. Menjadi yang pertama di lingkungan perpustakaan UMS, acara ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan ruang temu bagi mereka yang rindu akan kedalaman makna di balik lembaran buku.


Rindu yang Tertuang dalam Lembaran Cetak
Di tengah gempuran arus digital yang serba cepat, Ibu Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A, selaku Kepala Perpustakaan UMS, berbagi kegelisahannya mengenai koleksi buku cetak yang kini mulai jarang disentuh. Melalui Bincang Buku, beliau berharap perpustakaan kembali menjadi tempat yang “hidup”—bukan sekadar deretan rak sunyi, melainkan wadah rekreasi dan pendidikan yang partisipatif.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi pemantik awal. Kita ingin melihat kecintaan terhadap buku tumbuh kembali dan nantinya berkembang menjadi sebuah komunitas atau klub buku yang berkelanjutan,” tutur beliau dengan penuh harap.


Membaca dalam Hening, Berbagi dalam Kata
Rangkaian acara disusun dengan apik untuk menyatukan hati para peserta. Setelah dibuka dengan hangat dan dicairkan melalui sesi ice breaking yang penuh tawa, para peserta diajak masuk ke sesi silent reading. Dalam keheningan tersebut, setiap orang diberi ruang personal untuk menyelami isi bacaan dengan lebih mendalam.
Tak berhenti di sana, pengalaman membaca tersebut diabadikan melalui sesi journaling. Di sini, para mahasiswa menuliskan refleksi, keresahan, hingga pesan-pesan yang membekas di hati mereka setelah membaca. Sesi ini kemudian ditutup dengan diskusi kelompok kecil, di mana setiap orang saling bertukar cerita dan melatih keberanian untuk menyampaikan isi pikiran mereka.


“Seru Banget, Mau Lagi!”
Kebahagiaan peserta terpancar jelas di akhir acara. Mayoritas memberikan apresiasi tinggi, bahkan banyak yang meminta agar kegiatan ini segera diadakan kembali.
“Seru banget! Asik dan happy,” ungkap salah satu peserta. Bagi banyak mahasiswa, ini adalah pengalaman pertama mereka merasakan diskusi buku dengan konsep journaling yang unik, yang membuat mereka tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga teman baru dan rekomendasi bacaan yang menarik.


Rumah Literasi yang Inklusif
Melalui Bincang Buku, Perpustakaan UMS ingin membuktikan bahwa perpustakaan adalah ruang yang inklusif dan menyenangkan. Ini adalah langkah kecil namun bermakna untuk mempererat jejaring sosial antar mahasiswa sekaligus memperkuat budaya literasi di kampus.
Dengan melihat senyum dan antusiasme para peserta, Bincang Buku diharapkan akan terus hadir sebagai agenda rutin yang merawat minat baca mahasiswa UMS di masa depan. (kry164)

Belajar Pengelolaan Perpustakaan Modern, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Studi Banding ke Perpustakaan UMY

By News

UPT Perpustakaan dan Layanan Digital melakukan kegiatan benchmarking ke Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat, 13 Februari 2026. Kunjungan ini berlangsung di Perpustakaan UMY yang berlokasi di Jl. Lingkar Selatan, Tamantirta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Rombongan dipimpin oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., bersama empat staf perpustakaan. Kegiatan benchmarking ini merupakan bagian dari upaya pengembangan unit untuk menimba ilmu, pengalaman, serta praktik baik dalam bidang kepustakawanan.

Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Perpustakaan UMY, Novi Diana Fauzy, S.S., M.A., bersama Kepala Urusan Layanan Perpustakaan UMY, Arda Putri Winata, S.I.P., M.A. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak melakukan diskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan perpustakaan.

Benchmarking ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana Perpustakaan UMY sebagai sebuah organisasi mampu meraih berbagai capaian dan keberhasilan dalam pengelolaan layanan perpustakaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi diri bagi UPT Perpustakaan dan Layanan Digital untuk melihat kelebihan serta kekurangan yang dimiliki sebagai bahan perbaikan dan pengembangan di masa mendatang.

Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih objektif terhadap pengelolaan organisasi. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang untuk memperluas jejaring serta menjalin kolaborasi antar lembaga guna meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.

Adapun materi diskusi dalam kegiatan benchmarking meliputi pengembangan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana perpustakaan. Forum diskusi tersebut memberikan wawasan baru dan menghadirkan berbagai ide segar yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan inovasi layanan serta manajemen organisasi perpustakaan.

Dari sisi sumber daya manusia, Perpustakaan UMY memiliki total 13 pustakawan, dengan empat orang di antaranya telah menempuh pendidikan S2 dan lima orang lainnya sedang melanjutkan studi S2. Hal yang menarik adalah sebagian pustakawan yang melanjutkan studi di UMY mendapatkan dukungan pembiayaan dari pihak kampus, sebuah praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan kompetensi pustakawan.

Sementara itu, dari aspek sarana dan prasarana, Perpustakaan UMY memprioritaskan penyediaan working space bagi pemustaka dengan memperbanyak ruang belajar melalui pengurangan jumlah rak buku. Selain itu, jam layanan perpustakaan juga menyesuaikan kebutuhan pemustaka, yakni mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Kebijakan ini menjadi salah satu terobosan yang memberikan kenyamanan serta kepuasan bagi pengguna perpustakaan.

Kegiatan benchmarking diakhiri dengan penyerahan vandel dan cinderamata, serta sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan dan kerja sama antara kedua lembaga.

Melalui kegiatan ini, benchmarking ke Perpustakaan UMY tidak hanya menjadi ajang bertukar ilmu dan wawasan terkait kepustakawanan serta manajemen perpustakaan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat relasi antar lembaga serta sumber daya manusia di bidang perpustakaan. (Aw118)

Tingkatkan Kualitas Layanan, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS Lakukan Benchmarking ke UGM

By News

YOGYAKARTA, 12 Februari 2026 – Dalam upaya memperkuat komitmen pengembangan layanan bagi seluruh sivitas akademika, tim UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan benchmarking atau studi tiru ke Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis, 12 Februari 2026.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., bersama empat staf ahli lainnya: Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc(ITE)., Esti Handayani, S.I.Pust., Aisha Rachmalia Rayhan, S.Hum., dan Hanun Adlan, S.IP.

Mengapa Memilih UGM?

Pemilihan Perpustakaan dan Arsip UGM sebagai destinasi bukan tanpa alasan. Sejak melakukan penggabungan unit perpustakaan dan arsip secara resmi pada tahun 2023, UGM dinilai berhasil menciptakan ekosistem manajemen informasi yang sangat solid.

Beberapa prestasi prestisius yang menjadi daya tarik utama antara lain:

  • Predikat Istimewa dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
  • Penghargaan sebagai Unit Kerja Berprestasi Terbaik dalam tata kelola Layanan Informasi Publik.
  • Keunggulan dalam pemeringkatan repositori digital secara global.

Fokus Observasi dan Temuan Lapangan

Selama kunjungan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.00 WIB, tim UMS melakukan observasi mendalam serta diskusi intensif mengenai praktik terbaik (best practices) pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi modern.

Beberapa poin penting yang menjadi catatan tim delegasi meliputi:

  1. Integrasi Tata Kelola: Penyatuan manajemen perpustakaan dan arsip yang terbukti meningkatkan efisiensi pelestarian memori institusi.
  2. Transparansi Informasi: Implementasi layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang sangat terstruktur dan mudah diakses.
  3. Inovasi Digital: Pengelolaan repositori yang terindeks global serta sistem sirkulasi mandiri berbasis TI.
  4. Transformasi Ruang: Pergeseran konsep perpustakaan menjadi ruang kolaboratif yang humanis, seperti penyediaan co-working space dan fasilitas inklusif bagi mahasiswa.

Langkah Strategis ke Depan

Kepala UPT Perpustakaan UMS, Maria Husnun Nisa, berharap wawasan yang diperoleh dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan kepuasan pengguna di lingkungan UMS.

“Data dan wawasan ini akan menjadi landasan valid untuk mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) kami, mempercepat transformasi digital, serta mempererat jejaring kolaborasi antar-perpustakaan perguruan tinggi,” ungkapnya dalam laporan tersebut.

Kegiatan yang berjalan lancar tanpa kendala ini diakhiri dengan kunjungan keliling lingkungan perpustakaan UGM sebelum tim kembali ke Surakarta pada sore harinya. (aisha)

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 1 UMS Library Digital Scholarship 2026, 19 Mahasiswa Lolos ke Tahap Wawancara

By News

SURAKARTA – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengumumkan hasil Seleksi Tahap 1 program UMS Library Digital Scholarship 2026. Seleksi tahap awal ini meliputi proses administrasi serta profiling peserta sesuai bidang kompetensi dan kategori yang dipilih oleh para pendaftar.

Berdasarkan hasil penilaian panitia terhadap seluruh berkas yang masuk, sebanyak 19 mahasiswa dinyatakan lolos Seleksi Tahap 1. Para peserta yang lolos terdiri dari 7 mahasiswa kategori Teknologi Informasi/Sistem Informasi/Aplikasi serta 12 mahasiswa kategori Konten Kreator.

Program UMS Library Digital Scholarship merupakan inisiatif pengembangan talenta mahasiswa yang bertujuan mendukung transformasi layanan perpustakaan berbasis digital sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam inovasi teknologi dan pengembangan konten kreatif di lingkungan perpustakaan.

Peserta yang dinyatakan lolos wajib mengikuti Seleksi Tahap 2, yaitu seleksi Wawancara dan Substansi, yang akan dilaksanakan pada:

📅 Sabtu, 21 Februari 2026
⏰ 08.30 – 13.00 WIB
📍 UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS

Panitia mengharapkan seluruh peserta yang lolos dapat mempersiapkan diri dengan baik serta hadir tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan. Daftar nama peserta yang dinyatakan lolos Seleksi Tahap 1 dapat dilihat pada lampiran pengumuman.

Melalui program ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat menjaring mahasiswa yang memiliki kompetensi digital, kreativitas, serta semangat kolaborasi dalam mendukung pengembangan perpustakaan sebagai academic support system yang inovatif dan inklusif. (nnf190/Ai)