Skip to main content
All Posts By

admin

UMS Library Hadirkan Kebijakan Baru: Pinjam Lebih Banyak, Baca Lebih Lama

By News

SURAKARTA — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan pembaruan layanan peminjaman buku sebagai upaya meningkatkan akses literasi dan kenyamanan pemustaka. Kebijakan baru ini resmi diberlakukan mulai 9 Februari 2026 dan memberikan fleksibilitas lebih dalam jumlah serta masa peminjaman koleksi.

Pembaruan layanan ini menjadi bagian dari komitmen UMS Library dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa serta memperkuat peran perpustakaan sebagai academic support system di lingkungan kampus. Melalui kebijakan baru tersebut, pemustaka diharapkan dapat mengakses sumber informasi secara lebih optimal untuk menunjang proses belajar, penelitian, maupun pengembangan diri.

Adapun ketentuan terbaru layanan peminjaman buku adalah sebagai berikut:

Untuk mahasiswa program Sarjana (S1), pemustaka dapat meminjam maksimal 10 judul buku dengan masa pinjam selama 10 hari dan kesempatan perpanjangan hingga dua kali. Sementara itu, mahasiswa program Magister (S2) diberikan masa pinjam lebih panjang, yaitu 14 hari, dengan jumlah maksimal 10 judul buku dan opsi perpanjangan sebanyak dua kali.

Selain menghadirkan kemudahan dalam layanan, UMS Library juga menyediakan fasilitas WhatsApp Gateway untuk membantu pemustaka mengecek status pinjaman, informasi denda, hingga melakukan perpanjangan buku secara lebih praktis melalui nomor 0857 2812 3767.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pemustaka, perpustakaan juga mengadakan program promo khusus berupa pembagian voucher es krim senilai Rp10.000 bagi lima pemustaka setiap hari yang meminjam 10 judul buku. Program ini berlangsung selama periode 9–14 Februari 2026 dan voucher dapat ditukarkan di LibCafe UPT Perpustakaan UMS.

Melalui inovasi layanan ini, UMS Library berharap dapat meningkatkan minat baca sivitas akademika sekaligus mendorong pemanfaatan koleksi perpustakaan secara lebih maksimal. Perpustakaan terus berupaya menghadirkan layanan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna di era digital. (nnf190/Ai)

Perkuat Integritas Akademik dan Layanan Prima, Perpustakaan UMS Gelar Orientasi dan Capacity Building untuk Duta Perpustakaan 2026

By Event

Surakarta, 5 Februari 2026 — Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Orientasi dan Capacity Building Duta Perpustakaan UMS 2026 selama dua hari, Rabu–Kamis (4–5 Februari 2026), bertempat di Ruang Siti Badilah Lantai 1, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis perpustakaan dalam menyiapkan Duta Perpustakaan UMS 2026 sebagai mitra aktif yang profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan layanan dan teknologi informasi. Acara dibuka secara resmi oleh Gatiningsih, S.IP., selaku Kepala Seksi (Kasi) Layanan Perpustakaan, yang hadir mewakili Kepala Perpustakaan UMS yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar para duta perpustakaan yang telah terpilih dapat mengikuti seluruh rangkaian pembekalan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pembekalan ini merupakan fondasi penting agar para duta mampu memahami, menguasai, dan menjelaskan seluruh layanan Perpustakaan dan Layanan Digital UMS secara utuh, sehingga dapat menjadi rujukan informasi yang kredibel, komunikatif, serta berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan citra perpustakaan sebagai pusat layanan akademik yang modern dan terpercaya.

Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test sebagai pemetaan awal pemahaman peserta, kemudian dilanjutkan dengan materi penguatan integritas dan loyalitas layanan, kehumasan dan promosi perpustakaan, serta pengenalan berbagai layanan inti seperti layanan sirkulasi, referensi, cadangan, trolly, layanan informasi, pojok statistik, corner, dan layanan unggulan lainnya. Pada hari ini pula, peserta mendapatkan pembekalan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung layanan perpustakaan dan pendampingan pemustaka di era digital, yang menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi. Selain itu, materi Turnitin dan Turnitin Draft Coach turut diberikan sebagai bagian dari penguatan literasi akademik dan etika kepenulisan ilmiah. Seluruh rangkaian sesi dikemas secara interaktif dengan selingan ice breaking untuk menjaga fokus, partisipasi, dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

Salah satu pemateri, Esti Handayani, S.I.Pust., yang menyampaikan materi Turnitin, menegaskan pentingnya integritas dalam kepenulisan akademik di kalangan mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa integritas akademik merupakan fondasi utama dalam dunia pendidikan tinggi, sehingga mahasiswa perlu memahami batasan antara menulis ilmiah dan tindakan plagiarisme. Esti menekankan perlunya strategi parafrase yang benar dan tepat, yaitu dengan memahami substansi sumber rujukan, menyusunnya kembali menggunakan struktur dan gaya bahasa sendiri, serta tetap mencantumkan sitasi yang sesuai. Selain itu, ia juga menyoroti pemanfaatan Turnitin Draft Coach sebagai alat bantu penulisan yang efektif dan edukatif, karena dapat digunakan sejak tahap awal penyusunan draf karya ilmiah. Fitur ini, lanjutnya, dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh sivitas akademika UMS sebagai sarana pembelajaran mandiri dalam meningkatkan kualitas tulisan akademik yang orisinal dan beretika.

Sementara itu, pada hari kedua kegiatan difokuskan secara khusus pada peningkatan kapasitas literasi informasi dan kualitas pelayanan perpustakaan. Para peserta mendapatkan pembekalan pemanfaatan basis data ilmiah bereputasi seperti Scopus dan ScienceDirect sebagai rujukan utama penelitian dan kepenulisan akademik, serta pelatihan pengelolaan sitasi dan referensi menggunakan Mendeley untuk mendukung penulisan karya ilmiah yang sistematis dan terstandar. Pada hari ini pula, peserta dibekali materi layanan prima yang diisi oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc(ITE) yakni menitikberatkan pada pembentukan sikap, etika, dan keterampilan komunikasi dalam melayani pemustaka secara ramah, empatik, dan solutif. Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan post-test sebagai bentuk evaluasi capaian pembelajaran serta sesi capacity building yang berfokus pada penguatan kerja sama tim, kepemimpinan, dan kepercayaan diri para duta. Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan ini, Perpustakaan UMS berharap Duta Perpustakaan 2026 mampu menjadi agen literasi informasi yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan dan pemanfaatan Perpustakaan dan Layanan Digital UMS di era digital. (han/ai)

Tingkatkan Sinergi dan Layanan, Perpustakaan UMS Gelar Rakor Staf Sekaligus Pelepasan Purna Tugas

By Pengumuman

KLATEN, library.ums.ac.id – UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Staf pada Kamis, 29 Januari 2026. Berbeda dari biasanya, kegiatan yang bertujuan meningkatkan kinerja dan sinergi layanan mahasiswa ini dilaksanakan di kawasan Rawa Jombor, Klaten.

Kepala UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pimpinan universitas dan unit kerja guna mengoptimalkan layanan bagi seluruh mahasiswa.

“Kami mengharapkan setiap staf dapat memberikan ide dan usulan terbaiknya demi kemajuan perpustakaan,” ujar Maria Husnun Nisa dalam arahannya. Melalui kegiatan luar kantor ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kualitas kerja seluruh tim perpustakaan semakin meningkat di masa mendatang.

Apresiasi Purna Tugas Bapak Edhy Susilo

Selain agenda rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan acara perpisahan purna tugas salah satu staf terbaik Perpustakaan UMS, yaitu Bapak Edhy Susilo. Rangkaian acara diawali dengan perjalanan bersama menuju lokasi menggunakan bus UMS, dilanjutkan dengan ibadah salat di Masjid At Taqwa, serta sesi ramah tamah sembari menikmati hidangan makan siang dan suasana Rawa Jombor di atas perahu.

Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti momen pamitan, penyerahan kenang-kenangan, dan penyampaian pesan kesan dari rekan-rekan kerja.

“Terimakasih atas kebersamaan yang sudah terjalin selama ini. Kebersamaan yang tidak akan mudah dilupakan. Kebersamaan yang InsyaAllah akan menjadikan kita menjadi sedulur sak lawase. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekeliruan” ujar Pak Edhy dalam pamitannya.

“Selamat menjalankan masa purna tugas, Pak Edhy. Tetap semangat dan terus berusaha menjadi pribadi yang selalu bersemangat dalam beribadah sehari-hari, sebagai mana Pak Edhy contohkan dalam berkegiatan bersama sebelumnya. Sehat selalu bersama keluarga,” ujar Pak Djumadi dan Bu Siti Musyarofah dalam pesan dan kesan yang disampaikannya.

Acara berlangsung dengan gembira dan meriah, dengan nyanyian dan gelak tawa seluruh peserta acara. Terakhir, acara ditutup dengan sesi berburu oleh-oleh di sekitar kawasan rawa Jombor, sebelum seluruh tim kembali ke lingkungan kampus UMS di Surakarta. (kry164)

UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS Terima Kunjungan Studi Banding Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

By News

Surakarta, Sabtu 31 Januari 2026 — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan studi banding dari Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dalam rangka pengelolaan layanan akademik, admisi, dan perpustakaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Diskusi Siti Badilah, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., yang sekaligus mewakili pimpinan UMS. Dalam sambutannya, Maria menyampaikan apresiasi atas kunjungan UNISA Yogyakarta serta menegaskan komitmen UMS dalam mengembangkan layanan akademik dan perpustakaan sebagai bagian dari sistem pendukung utama tridarma perguruan tinggi.

“UMS terbuka untuk berbagi praktik baik, khususnya dalam pengelolaan layanan akademik, admisi, dan perpustakaan yang terintegrasi dengan sistem digital dan penjaminan mutu,” ujarnya.

Selanjutnya, perwakilan dari UNISA Yogyakarta, Suryani, S.Kep., Ns., M.Med.Ed. menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan studi banding, yaitu untuk mempelajari pengelolaan layanan akademik, sistem admisi mahasiswa, serta pengelolaan perpustakaan sebagai bagian dari persiapan dan penguatan institusi, termasuk menghadapi proses akreditasi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ratnanto Fitriadi, S.T., M.T., selaku Kasubdit Admisi & Layanan Akademik Direktorat Akademik dan Admisi UMS. Ia memaparkan gambaran umum pengelolaan layanan akademik dan admisi di UMS, termasuk integrasi sistem informasi akademik, alur layanan mahasiswa, serta upaya peningkatan kualitas layanan berbasis teknologi informasi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Setelah itu, peserta dibagi ke dalam dua lokasi sesuai dengan fokus studi banding.

Untuk sesi pengelolaan layanan akademik dan admisi, kegiatan didampingi oleh Ratnanto Fitriadi, S.T., M.T. bersama Wuryanto, S.T., M.Kom, selaku Kasubdit Sistem Informasi dan Administrasi Akademik Direktorat Akademik dan Admisi beserta Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) UMS Dr. Triyono, M.Si.,. Pada sesi ini dibahas secara mendalam terkait sistem informasi akademik, proses admisi mahasiswa, serta tata kelola layanan akademik di UMS.

Sementara itu, sesi pengelolaan perpustakaan dilaksanakan di Ruang Internet UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Sesi ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan UNISA Yogyakarta dalam menghadapi akreditasi perpustakaan. Kegiatan didampingi oleh Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., yang menjelaskan pengelolaan perpustakaan UMS, meliputi layanan pemustaka, pengembangan koleksi, pengelolaan repository, sistem informasi perpustakaan, serta implementasi penjaminan mutu.

Diskusi kemudian dilanjutkan dan dipimpin oleh Zeni Istiqomah, S.IP., M.A, selaku Kepala Perpustakaan UNISA Yogyakarta. Diskusi berlangsung aktif dengan pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antara kedua institusi.

Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan terjalin kerja sama dan sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam meningkatkan kualitas layanan akademik, admisi, dan perpustakaan. (nnf190/Ai)

Transformasi Perpustakaan Universitas Brawijaya: Menjadi Co-Working Space dan Pusat Riset Digital

By Pengumuman

MALANG – Rangkaian studi banding UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berlanjut ke Perpustakaan Universitas Brawijaya (UB) pada 21 Januari 2026. Kunjungan ini disambut hangat oleh Sekretaris Perpustakaan UB, Pitoyo Widhi Atmoko, S.Si., M.Si.

Kepala Perpustakaan UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa agenda utama kunjungan ini adalah mendalami manajemen penjaminan mutu, mulai dari proses penanganan hingga pelaksanaannya. Selain itu, UMS juga ingin mempelajari strategi Perpustakaan UB dalam optimalisasi e-resources, pengembangan SDM, serta transformasi sarana prasarana dalam mendukung iklim akademik universitas.

Dalam diskusi tersebut, terungkap strategi besar Perpustakaan UB yang kini fokus pada penyediaan Co-working Space dan ruang diskusi. Pitoyo menjelaskan bahwa perpustakaan harus memberikan dampak nyata bagi universitas. Oleh karena itu, area buku-buku lama yang jarang terpakai dialihfungsikan menjadi ruang diskusi mahasiswa.

“Kami memperbanyak Co-working Space dan saat ini sudah tidak mengadakan penambahan koleksi cetak, melainkan fokus memperbanyak e-resources. Hasilnya, meskipun peminjaman fisik menurun, jumlah kunjungan fisik justru meningkat drastis, sejalan dengan peningkatan akses ke koleksi digital,” ujar Pitoyo.

Fasilitas pun dimaksimalkan dengan jam operasional dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Perpustakaan bahkan menyediakan fasilitas kamar mandi yang layak bagi mahasiswa yang menghabiskan waktu seharian di kampus.

Salah satu inovasi unggulan yang dipaparkan adalah peran pustakawan sebagai pendamping riset. Dekan di lingkungan UB telah menginstruksikan agar pustakawan aktif membimbing dosen, khususnya dalam pemanfaatan sumber informasi.

Perpustakaan UB meluncurkan program UB Library Citation Program dan Scholar Lounge. Program ini mencakup:

  • Verifikasi Referensi: Pustakawan membantu mengecek keabsahan referensi untuk memastikan kredibilitas sumber, termasuk mendeteksi referensi fiktif (halusinasi) yang mungkin dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
  • Pendampingan Penulisan: Melalui Scholar Lounge, pustakawan memberikan pendampingan literature review kepada dosen dan mahasiswa yang telah mengikuti workshop, sehingga mereka bisa langsung mempraktikkan penulisan artikel ilmiah.

Terkait penjaminan mutu, Perpustakaan UB diaudit setiap tahun oleh universitas dengan berpatokan pada Rencana Strategis (Renstra) dan Kinerja Tahunan. Capaian kinerja diukur secara persentase dan berdampak pada reward bagi staf.

“Ada target kinerja yang jelas. Pustakawan ditargetkan menghasilkan paper per tahun. Kami juga mendorong adanya acknowledgement (penyebutan nama pustakawan) dalam paper dosen yang dibantu,” jelas pihak UB.

Meskipun jumlah pustakawan inti terbatas (lima orang), UB menyiasatinya dengan melatih “agen khusus” di setiap program studi (Prodi). Petugas di Ruang Baca Prodi—yang telah terintegrasi dengan sistem Inlislite—memiliki sertifikasi pustakawan guna mendukung akreditasi Prodi.

Transformasi ini didukung oleh infrastruktur yang mumpuni. Layanan perpustakaan telah terintegrasi ke dalam aplikasi mobile universitas (UB Apps). Selain itu, untuk menunjang akses e-resources yang masif, perpustakaan didukung bandwidth internet rata-rata 40GB per hari yang dipastikan stabil.

Evaluasi kepuasan pengguna juga dilakukan secara rutin yang mencakup dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, masyarakat umum, hingga mitra kerja sama. (nnf190/Ai)

Lanjutkan Studi Tiru, Perpustakaan UMS Pelajari Integrasi RPS dan Standar di Perpustakaan UBAYA

By News

SURABAYA – Melanjutkan rangkaian kunjungan kerja di Jawa Timur, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyambangi Perpustakaan Universitas Surabaya (UBAYA) pada 20 Januari 2026. Kunjungan ini difokuskan untuk membedah penerapan standar mutu internasional serta integrasi sistem pengadaan pustaka dengan kurikulum akademik.

Kepala Perpustakaan UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penerimaan yang hangat dari pihak UBAYA. Maria menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini, selain menyambung tali silaturahmi, adalah untuk belajar lebih mendalam mengenai pengelolaan sarana prasarana, pengembangan sistem, serta strategi manajemen yang diterapkan UBAYA.

Rombongan UMS disambut langsung oleh Direktur Perpustakaan UBAYA, Kristina, S.Sos., M.IP. Dalam sambutannya, Kristina memaparkan bahwa tata kelola perpustakaan UBAYA telah mengacu pada standar ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP).

“Sistem ini tidak hanya dijalankan, tetapi juga dipantau secara ketat. Kami melakukan monitoring dan evaluasi melalui audit internal setiap enam bulan sekali, serta audit eksternal oleh badan sertifikasi TUV Nord Indonesia untuk menjamin mutu layanan tetap prima,” jelas Kristina.

Salah satu topik utama diskusi adalah terobosan UBAYA dalam mengintegrasikan pengadaan pustaka dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Melalui sistem ini, dosen dapat lebih mudah mengusulkan penambahan koleksi yang tersinergi langsung dengan mata kuliah. Usulan tersebut kemudian masuk ke dalam silabus dan diproses melalui sistem L-Kampus, yang mencakup layanan koleksi, akuisisi, manajemen pengadaan, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Selain itu, dijelaskan pula mengenai portal Ubaya Library Services (https://uls.ubaya.ac.id/) yang menjadi gerbang utama akses layanan digital bagi pemustaka.

Hal menarik lainnya adalah pendekatan UBAYA terhadap literasi informasi. Pihak perpustakaan bekerja sama dengan fakultas untuk memasukkan materi literasi digital ke dalam mata kuliah.

“Dengan masuk ke kurikulum, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendasar yang kuat. Mulai dari pemanfaatan fasilitas perpustakaan, strategi pencarian jurnal, teknik parafrase, pencegahan plagiasi, penggunaan reference manager, hingga publikasi ilmiah,” papar tim perpustakaan UBAYA.

Diskusi ditutup dengan pembahasan mengenai manajemen koleksi fisik dan digital. UBAYA menerapkan kebijakan penyiangan (weeding) untuk koleksi di atas 5 tahun, namun tetap memberikan toleransi khusus bagi disiplin ilmu tertentu, seperti Teknik, yang referensinya memiliki masa pakai lebih lama. Buku hasil penyiangan ini kemudian dihibahkan dan diinformasikan secara luas melalui media sosial.

Kristina juga memperkenalkan inovasi pelestarian arsip universitas melalui konsep Museum Virtual, yang memungkinkan arsip sejarah UBAYA diakses secara digital dan interaktif. (nnf190/Ai)

Studi Banding Manajemen Mutu, Perpustakaan UMS Gali Inovasi Layanan di Perpustakaan Universitas Airlangga

By News

SURABAYA – Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., memimpin kunjungan studi banding ke Perpustakaan Universitas Airlangga (UNAIR) pada selasa 20 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami implementasi manajemen penjaminan mutu serta strategi pengembangan perpustakaan sebagai sistem pendukung (support system) vital di lingkungan universitas.

Dalam pertemuan tersebut, Maria Husnun Nisa menyampaikan keinginannya untuk mempelajari secara rinci bagaimana Perpustakaan UNAIR menangani penjaminan mutu, mulai dari peta proses hingga audit. Selain itu, diskusi juga difokuskan pada pengembangan sarana dan prasarana (sarpras), layanan pemustaka, manajemen koleksi, repositori, hingga sistem informasi yang digunakan.

Sinergi Penjaminan Mutu Rombongan UMS disambut hangat oleh Kepala Seksi Kepustakawanan UNAIR, Ika Rudianto, S.Sos., M.I.Kom. Dalam paparan pembukanya, Ika menjelaskan perjalanan bisnis proses perpustakaan UNAIR hingga terbentuknya peta pelaksanaan penjaminan mutu yang solid. Ia menekankan bahwa keberhasilan proses ini tidak lepas dari pendampingan intensif oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) universitas, yang memastikan evaluasi dan audit berjalan rutin setiap tahunnya.

Integrasi Sistem dan Layanan Digital Diskusi berlanjut pada aspek teknis dan inovasi layanan. Perpustakaan UNAIR memaparkan kebijakan integrasi yang ketat, di mana mahasiswa diwajibkan mengunggah sertifikat Online Research Management (ORM) sebagai syarat melihat Kartu Hasil Studi (KHS). Kebijakan ini telah diakomodasi penuh oleh sistem universitas.

Terkait sistem informasi, UNAIR memanfaatkan Inlislite dan AILIS for Education yang didukung dengan kegiatan Training of Trainer secara rutin. Evaluasi koleksi dilakukan berbasis statistik; jika data menunjukkan minimnya peminat, koleksi tersebut akan ditarik untuk menjaga efisiensi.

Strategi “Jemput Bola” dan Promosi Kreatif Untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan, Perpustakaan UNAIR menerapkan strategi proaktif atau “jemput bola”. Kegiatan roadshow ke fakultas dan program studi dilakukan secara berkala untuk pengenalan perpustakaan serta pendampingan unggah mandiri.

Inovasi fisik juga menjadi sorotan. Penataan koleksi didesain menarik per subjek layaknya toko buku modern (seperti Gramedia), lengkap dengan alarm pengingat bulanan. Koleksi buku direkomendasikan menggunakan bantuan Artificial Intelligence (AI) dan ditampilkan dalam book showcase yang estetik.

Guna menarik minat pemustaka, berbagai taktik promosi diterapkan, antara lain:

  • Pemberian suvenir (tas) bagi pemustaka yang meminjam buku dalam jumlah banyak.
  • Fitur Express Your Idea dan pameran buku populer.

Kunjungan ditutup dengan library tour yang dipandu langsung oleh Kepala Perpustakaan UNAIR, Prof. Dr. Rahma Sugihartati, Dra., M.Si. Rombongan UMS diajak melihat langsung fasilitas dan implementasi layanan yang telah didiskusikan guna menjadi referensi pengembangan di UMS ke depannya. (nnf190/Ai)

Menjemput Inspirasi, Menghidupkan Layanan: Catatan Perjalanan Studi Tiru Perpustakaan UMS ke Jantung Inovasi Literasi

By News

Surakarta – Perpustakaan bukan sekadar deretan rak kayu yang memahat keheningan; ia adalah jantung pengetahuan yang harus terus berdenyut mengikuti perkembangan zaman. Semangat inilah yang membawa tim UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempuh perjalanan studi tiru ke Jakarta dan Bandung pada 13–14 Januari 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Perpustakaan UMS untuk terus bertransformasi agar tetap relevan, inklusif, dan berdaya guna bagi seluruh sivitas akademika. Dipimpin oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., rombongan ini mengunjungi tiga institusi rujukan: Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Perpustakaan Jakarta & PDS HB Jassin, dan Perpustakaan Kandaga Universitas Padjadjaran (Unpad).


Belajar Menjadi Mitra yang Hangat di UI
Kunjungan pertama di Perpustakaan UI memberikan perspektif baru tentang bagaimana pustakawan dapat hadir sebagai mitra akademik yang proaktif. Diskusi hangat mengalir mengenai pengembangan SDM, pengelolaan koleksi secara berkelanjutan, hingga etika pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran. Salah satu poin menyentuh adalah bagaimana layanan Electronic Resources Delivery Services (EDS) mampu meningkatkan kepercayaan diri pustakawan dalam melayani para pakar dan profesor.

Ruang Ketiga: Perpustakaan yang Memanusiakan di Perpustakaan Jakarta & PDS HB Jassin

Di Jakarta, tim menyelami konsep “Ruang Ketiga” di Perpustakaan Jakarta & Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin. Pasca revitalisasi, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat meminjam buku, melainkan ruang publik yang nyaman untuk berkarya dan bertumbuh. Dengan suasana yang inklusif dan pengelolaan media sosial yang profesional, tempat ini berhasil menarik ribuan pengunjung setiap harinya, serta mampu membuktikan bahwa perpustakaan bisa menjadi destinasi rekreasi yang membahagiakan.

Integrasi Digital dan Pelestarian di Kandaga Unpad

Perjalanan berlanjut ke Bandung, tepatnya di Perpustakaan Kandaga Unpad. Di sini, tim Perpustakaan UMS belajar tentang konsep GLAM (Gallery, Library, Archive, and Museum) yang mengintegrasikan berbagai sumber informasi dalam satu pintu digital. Inovasi teknologi yang dikembangkan secara mandiri di Kandaga Unpad menunjukkan bahwa kreativitas lokal mampu menjawab tantangan era digital tanpa kehilangan sentuhan fasilitas fisik yang nyaman bagi mahasiswa. (kry164)

Dukung Kreativitas Mahasiswa, UPT Perpustakaan dan Layanan DIgital Buka Pendaftaran “UMSLIbrary Digital Scholarship 2026”

By News

SURAKARTA – Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membuka peluang emas bagi mahasiswa melalui program UMS Library Digital Scholarship 2026. Program beasiswa ini ditujukan khusus bagi mahasiswa yang memiliki minat dan keahlian di bidang pengembangan konten digital dan sistem informasi.

Pendaftaran telah resmi dibuka mulai hari ini, 31 Desember 2025, dan akan berlangsung hingga 5 Februari 2026.

 

Persyaratan Peserta

Bagi mahasiswa yang tertarik bergabung, berikut adalah kriteria yang harus dipenuhi:

 

      1. Mahasiswa aktif S1 UMS minimal Semester 3.

      1. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00.

      1. Menyiapkan CV lengkap.

      1. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan.

      1. Melampirkan link portofolio/pengalaman dalam pengembangan program komputer, sistem, aplikasi, atau konten digital kreatif (bisa berupa tugas kuliah maupun proyek di luar perkuliahan).

    1. Bukan merupakan Duta Perpustakaan.

 

 

Keuntungan (Benefit)

Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan berbagai fasilitas menarik, di antaranya:

 

      • Dana insentif pengembangan proyek/konten.

      • Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan ID Card resmi.

      • Pendampingan langsung oleh mentor profesional dalam pengembangan proyek.

    • Insentif tambahan bagi proyek atau konten terbaik.

 

 

Jadwal Seleksi (Timeline)

Proses seleksi akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kandidat terbaik yang terpilih:

 

      • Pendaftaran: 31 Des 2025 – 5 Feb 2026

      • Seleksi Administrasi & Profiling: 6 – 8 Feb 2026

      • Pengumuman Tahap 1: 10 Feb 2026

      • Seleksi Wawancara/Substansi: 15 – 19 Feb 2026

    • Pengumuman Kelolosan Akhir: 23 Feb 2026

 

 

Cara Mendaftar

Mahasiswa dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan resmi: ums.id/UMSLIBDS2026 atau dengan memindai QR Code yang tertera pada poster resmi.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Call Center Perpustakaan UMS di nomor WhatsApp 0813 2685 9003 atau ikuti akun Instagram resmi @perpusums.

panduan download disini
(nnf190/Ai)

 

 

Optimalkan Publikasi Ilmiah, UPT Perpustakaan UMS Gelar Workshop Systematic Literature Review (SLR)

By News

SURAKARTA – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Systematic Literature Review (SLR) untuk Publikasi Ilmiah” pada Selasa (23/12/2025). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 – 12.00 WIB ini dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Ruang Siti Walidah Lantai 1, Perpustakaan UMS.

Acara dibuka oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (ITE), selaku Kabid Pengelolaan dan Layanan Digital UMS. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa workshop ini merupakan agenda strategis perpustakaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya digital.

“Kegiatan ini adalah upaya kami untuk memasifkan layanan koleksi database yang telah dilanggan oleh UMS. Kami ingin memastikan mahasiswa dan dosen tidak hanya memiliki akses, tetapi juga memiliki wawasan mendalam terkait metode SLR guna meningkatkan kualitas publikasi ilmiah mereka,” ujar Hardika.

Dalam sesi inti, Naufal Ishartono, Ph.D. membedah secara teknis alur kerja metode SLR, mulai dari pengumpulan data hingga menjadi draf artikel siap submit. Beliau menjelaskan bahwa langkah pertama yang krusial adalah kemampuan memanen referensi secara akurat dari berbagai basis data ilmiah.

“Peneliti harus mampu menarik data referensi dari berbagai sumber kredibel seperti Scopus, hingga Web of Science. Kuncinya adalah pada penggunaan kata kunci yang tepat agar artikel yang terjaring benar-benar relevan,” jelas Naufal.

Setelah data terkumpul, peneliti diarahkan untuk melakukan seleksi ketat (screening) guna memastikan setiap artikel selaras dengan topik dan tujuan penelitian yang diangkat. Peserta diajarkan cara membedah temuan-temuan dari artikel terdahulu untuk menemukan pola, tren, dan celah penelitian (research gap).

Langkah terakhir adalah menuangkan hasil analisis tersebut ke dalam struktur artikel ilmiah. “Menulis SLR bukan sekadar merangkum, melainkan menyintesis berbagai literatur menjadi sebuah argumen baru yang kuat dan sistematis dalam bentuk artikel publikasi,” tambahnya.

Pelaksanaan secara hybrid memungkinkan peserta dari berbagai fakultas, baik yang hadir secara fisik maupun daring, untuk berinteraksi langsung. Sesi tanya jawab diwarnai dengan diskusi teknis mengenai kendala yang sering dihadapi peneliti saat melakukan seleksi artikel yang berjumlah ribuan.

Melalui workshop ini, diharapkan produktivitas publikasi ilmiah di lingkungan UMS semakin meningkat, baik di jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi. (Nnf190/Ai)