UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Akhir Awardee UMS Library Digital Scholarship 2026 pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Meeting dan Diskusi Siti Badilah, Lantai 1 Perpustakaan UMS. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian program pembinaan yang telah berlangsung selama beberapa bulan.
Acara diawali dengan sambutan dari Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Dalam sambutannya, Maria menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh awardee yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, serta tanggung jawab selama mengikuti program. Menurutnya, para awardee tidak hanya memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan layanan digital dan promosi perpustakaan, tetapi juga menjadi representasi mahasiswa yang mampu berinovasi dan berkolaborasi untuk mendukung transformasi perpustakaan di era digital.
Sambutan juga disampaikan oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (ITE), Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Digital. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan kompetensi para awardee selama program berlangsung. Menurutnya, hasil karya, inovasi, dan semangat belajar yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti bahwa program UMS Digital Library Scholarship mampu mencetak mahasiswa yang memiliki kemampuan teknis sekaligus kreativitas dalam menghasilkan solusi dan konten digital yang bermanfaat bagi Perpustakaan UMS.
Pada kegiatan monitoring dan evaluasi, masing-masing awardee mempresentasikan laporan akhir, capaian program, serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti UMS Digital Library Scholarship 2026. Tim pengelola memberikan masukan dan evaluasi sebagai bahan pengembangan program pada periode mendatang.
Program UMS Digital Library Scholarship 2026 menghasilkan lima awardee terbaik yang telah berkontribusi aktif sesuai bidangnya. Pada kategori Teknologi Informasi/Sistem Informasi/Aplikasi, awardee terdiri atas Haydar Aulia Rahman dan Narendra Satya Adikurniawan. Sementara pada kategori Konten Kreator, awardee terdiri atas M. Ghali Apriansyah, Deysilla Afifah Feriz, dan Septyas Ayu Kusuma Aji.
Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap para awardee dapat terus mengembangkan kompetensi yang telah diperoleh serta menjadi agen perubahan dalam pengembangan literasi digital, teknologi informasi, dan kreativitas konten, baik di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta maupun di masyarakat luas.
Monitoring dan Evaluasi Akhir ini menjadi penanda berakhirnya program UMS Digital Library Scholarship 2026 sekaligus menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian yang telah diraih, sebagai bekal untuk menghadirkan program yang semakin berkualitas pada periode selanjutnya. (nnf190)
Surakarta, 9 Juli 2026 – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Turnitin for Instructor: Optimalisasi Pemanfaatan Turnitin untuk Dosen dan Tendik secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UMS sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan Turnitin dalam mendukung integritas akademik.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa UMS telah menggunakan layanan Turnitin sejak tahun 2012. Seiring berkembangnya teknologi dan hadirnya berbagai pembaruan fitur, pelatihan ini menjadi penting agar dosen dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan Turnitin secara lebih optimal dalam proses pembelajaran maupun penulisan karya ilmiah.
Workshop menghadirkan Muhammad David Lung, Senior Professional and Education Services Consultant, Turnitin, LLC, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Turnitin saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pendeteksi kemiripan naskah (Similarity Report), tetapi juga sebagai platform yang mendukung proses pembelajaran melalui berbagai fitur seperti Feedback Studio, QuickMarks, Peer Review, serta AI Writing Detection.
Muhammad David Lung menjelaskan bahwa hasil Similarity Report perlu dipahami secara bijak karena persentase kemiripan tidak selalu menunjukkan adanya plagiarisme. Penilaian tetap harus mempertimbangkan jenis karya tulis, penggunaan sitasi, serta kebijakan yang berlaku di masing-masing institusi. Ia juga mengulas fitur AI Writing Detection yang membantu dosen mengidentifikasi indikasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penyusunan naskah, sekaligus menekankan pentingnya penyusunan kebijakan penggunaan AI yang bertanggung jawab di lingkungan perguruan tinggi.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi penggunaan Turnitin Feedback Studio, mulai dari pembuatan kelas, pengelolaan tugas, pengaturan tenggat waktu, interpretasi laporan kesamaan, hingga pemberian umpan balik kepada mahasiswa menggunakan fitur QuickMarks dan rubrik penilaian. Narasumber juga membagikan berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan akun Turnitin agar penggunaan lisensi lebih efektif.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai pertanyaan peserta terkait penggunaan fitur Quick Submit, pengecualian sitasi dan daftar pustaka, keamanan akun, kendala unggah dokumen, hingga kompatibilitas browser. Narasumber juga memperkenalkan Turnitin Clarity, fitur terbaru yang dirancang untuk mendukung proses penyusunan draf dan pemberian umpan balik terhadap tulisan mahasiswa.
Melalui workshop ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dosen dan tenaga kependidikan semakin memahami berbagai fitur Turnitin serta mampu memanfaatkannya secara optimal, tidak hanya sebagai alat pemeriksa kemiripan naskah, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran, penulisan ilmiah, dan budaya integritas akademik di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, pembagian doorprize, serta informasi mengenai distribusi materi dan e-sertifikat kepada seluruh peserta. (nnf190)
Surakarta – UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan Pembinaan Agen Pojok Statistik Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Senin (6/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB ini diikuti oleh Agen Pojok Statistik UMS, yang merupakan Duta Perpustakaan UMS aktif, sebagai upaya meningkatkan literasi statistik dan kompetensi mahasiswa dalam memanfaatkan data resmi untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. Dalam sambutannya, Maria menyampaikan bahwa kehadiran Pojok Statistik di lingkungan perguruan tinggi merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dengan Badan Pusat Statistik dalam membangun budaya pengambilan keputusan berbasis data.
“Di era digital saat ini, kemampuan mengakses informasi saja tidak lagi cukup. Mahasiswa harus mampu memilih data yang valid, memahami cara mengolahnya, serta menginterpretasikannya secara tepat untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas. Melalui Pembinaan Agen Pojok Statistik ini, kami berharap para agen mampu menjadi duta literasi data yang dapat mengedukasi sivitas akademika mengenai pentingnya pemanfaatan data statistik resmi,” ujar Maria.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara UMS dan BPS Kabupaten Sukoharjo dalam menghadirkan layanan Pojok Statistik sebagai salah satu fasilitas pendukung pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Anang Sarwoto, S.Si., M.M. dari BPS Kabupaten Sukoharjo secara resmi membuka sesi pelatihan sekaligus menyampaikan materi mengenai peran statistik dalam pembangunan. Ia menjelaskan bahwa data statistik menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan publik, perencanaan pembangunan, hingga pengambilan keputusan di berbagai sektor.
Menurut Anang, statistik yang dihasilkan BPS harus memenuhi prinsip independen, objektif, akurat, dan menjaga kerahasiaan responden. Ia juga menjelaskan tugas BPS dalam penyelenggaraan statistik dasar, pembinaan statistik sektoral, serta pengembangan kapasitas statistik di instansi pemerintah, perguruan tinggi, maupun desa.
“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen literasi statistik. Mereka diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan data resmi, tetapi juga dapat menjadi konsultan dan penyebar informasi statistik yang benar di lingkungan kampus,” jelasnya.
Pada sesi berikutnya, Resti Amalia, SST, Ahli Statistik Pertama BPS Kabupaten Sukoharjo, memberikan pemahaman mengenai konsep dasar statistik. Ia menjelaskan perbedaan antara data sebagai informasi mentah dengan statistik sebagai hasil pengolahan data yang telah dianalisis dan disajikan dalam bentuk informasi yang bermanfaat.
Resti juga memaparkan berbagai jenis kegiatan statistik, mulai dari statistik dasar, statistik sektoral, hingga statistik khusus, beserta metode pengumpulan data melalui sensus, survei, kompilasi administrasi, dan pemanfaatan teknologi seperti Big Data. Peserta juga dikenalkan dengan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) yang menjadi standar proses penyelenggaraan statistik, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi hasil.
Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya metadata dalam mendokumentasikan kegiatan statistik, baik metadata kegiatan, variabel, maupun indikator. Pada kesempatan tersebut, Resti juga mengajak para agen untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai salah satu program strategis BPS.
Materi mengenai layanan BPS disampaikan oleh Puspa P. Winri, S.Si. Ia memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika, seperti layanan perpustakaan statistik, konsultasi statistik, serta rekomendasi kegiatan statistik. Peserta juga diajak mengenal berbagai publikasi, infografis, tabel statistik, dan data resmi yang dapat diakses melalui website BPS Kabupaten Sukoharjo.
Selain layanan gratis tersebut, Puspa menjelaskan mekanisme akses mikrodata melalui platform SILASTIK, yang menjadi sarana resmi bagi peneliti untuk memperoleh data sesuai ketentuan yang berlaku.
Sesi berikutnya menghadirkan Laelatul Q., SST yang membahas indikator-indikator statistik, khususnya indikator kemiskinan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah. Ia menjelaskan metode pengukuran kemiskinan secara makro maupun mikro, indikator pembangunan manusia (IPM), serta berbagai indikator ekonomi daerah.
Dalam pemaparannya disebutkan bahwa sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar perekonomian Kabupaten Sukoharjo dengan kontribusi sebesar 38,03 persen, disusul sektor perdagangan dan pertanian. Selain itu, Kabupaten Sukoharjo juga memiliki capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tergolong tinggi di Jawa Tengah dengan indikator harapan hidup sekitar 78 tahun dan harapan lama sekolah sekitar 14 tahun.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Defanny Artha M., SST mengenai prinsip-prinsip desain infografis statistik. Peserta dibekali pemahaman mengenai penyusunan infografis yang sederhana, komunikatif, memiliki hierarki visual yang jelas, serta konsisten dalam penggunaan warna dan tipografi sehingga informasi statistik dapat dipahami masyarakat dengan lebih mudah.
Defanny juga memperkenalkan implementasi Pojok Statistik Virtual, sebuah platform digital yang memungkinkan Agen Pojok Statistik mengunggah berbagai konten edukasi berupa infografis, video, maupun materi literasi statistik sebagai media diseminasi informasi kepada masyarakat.
Pada sesi terakhir, M. Khusni Fajar, SST menjelaskan mekanisme pemanfaatan platform Pojok Statistik sebagai media publikasi karya dan dokumentasi aktivitas Agen Pojok Statistik. Ia juga menyampaikan bahwa keaktifan mahasiswa dalam menghasilkan konten edukatif menjadi salah satu syarat untuk mengikuti program Data Camp Statistik BPS.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif mengenai metodologi sensus, teknik sampling, kualitas data, serta mekanisme akses mikrodata. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait pemanfaatan data statistik dalam penelitian dan penyusunan karya ilmiah.
Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS bersama BPS Kabupaten Sukoharjo berharap Agen Pojok Statistik dapat menjadi motor penggerak literasi data di lingkungan kampus. Dengan meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam mengakses, memahami, dan mengomunikasikan data statistik resmi, diharapkan akan lahir penelitian-penelitian yang lebih berkualitas serta mendukung terciptanya generasi yang kritis, adaptif, dan berbasis bukti dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. (nnf190/Ai)
Surakarta, 3 Juli 2026 – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan akademik melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Workshop Sitasi dan Indeksasi yang diikuti oleh pustakawan dan tenaga kependidikan UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS pada Jumat (3/7/2026) di Ruang Internet UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam memahami konsep sitasi, pengelolaan referensi, serta proses indeksasi karya ilmiah. Kompetensi tersebut dinilai penting agar pustakawan mampu memberikan layanan pendampingan yang lebih optimal kepada sivitas akademika, khususnya dalam penyusunan dan publikasi karya ilmiah.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Digital UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. (ITE), menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pustakawan menjadi salah satu strategi perpustakaan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
“Perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia sumber informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi sivitas akademika dalam proses publikasi ilmiah. Melalui workshop ini, kami ingin meningkatkan kompetensi pustakawan agar mampu memberikan pendampingan terkait sitasi, pengelolaan referensi, hingga pemahaman mengenai indeksasi jurnal secara lebih profesional,” ujar Hardika.
Menurutnya, perkembangan dunia akademik menuntut pustakawan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu menjawab kebutuhan dosen, mahasiswa, maupun peneliti dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.
Workshop ini juga menjadi bagian dari program peningkatan kompetensi berkelanjutan yang diselenggarakan oleh UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan sehari-hari, sehingga kualitas layanan informasi dan pendampingan publikasi ilmiah di lingkungan UMS semakin meningkat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS kembali menegaskan perannya sebagai pusat informasi sekaligus mitra akademik yang mendukung peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan kompetensi sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Surakarta. (nnf190/Ai)
Surakarta – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah bekerja sama dengan UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Public Speaking for Librarians pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Ruang Siti Badilah UMS.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh pustakawan dan pengelola perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Workshop diselenggarakan selama kurang lebih 10 jam dan terbagi dalam dua sesi utama, yaitu sesi penyampaian materi pada pagi hari dan sesi praktik pada siang hari.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua FPPTI Jawa Tengah, Suwondo, S.Hum., M.Kom., yang menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi komunikasi bagi pustakawan di era layanan informasi yang semakin berkembang. Sambutan juga disampaikan oleh Maria Husnun Nisa, selaku Kepala UPT Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, yang menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai sarana pengembangan kapasitas pustakawan.
Workshop menghadirkan narasumber Novy Diana Fauzie, S.S., M.A., Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi pustakawan di tingkat nasional. Dalam pemaparannya, Novy menekankan bahwa keterampilan berbicara di depan umum merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki pustakawan untuk mendukung keberhasilan layanan, pelatihan, literasi informasi, maupun berbagai program perpustakaan.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai lima komponen utama presentasi yang efektif, yaitu pesan yang jelas, pemahaman terhadap audiens, struktur presentasi yang baik, teknik penyampaian melalui bahasa tubuh dan intonasi suara, serta persiapan yang matang. Narasumber juga membahas strategi membangun kepercayaan diri, mengatasi rasa gugup, mengelola interaksi dengan audiens, hingga teknik membuka dan menutup presentasi secara menarik.
Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya menyesuaikan gaya penyampaian dengan karakter audiens dan situasi acara. Berbagai contoh pengalaman nyata dalam kegiatan pelatihan, edukasi pengguna, maupun peran sebagai moderator dan pembawa acara turut dibagikan untuk memperkaya wawasan peserta.
Memasuki sesi praktik pada siang hari, peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik public speaking yang telah dipelajari. Kegiatan praktik meliputi latihan artikulasi, pengaturan napas, kontak mata, ekspresi wajah, teknik membaca naskah, serta simulasi menjadi moderator dan master of ceremony (MC). Setiap peserta mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber guna meningkatkan kualitas penyampaian dan kepercayaan diri saat tampil di depan publik.
Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Melalui kombinasi materi teoritis dan praktik intensif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat diterapkan dalam kegiatan pelayanan perpustakaan, pelatihan literasi informasi, maupun berbagai kegiatan akademik lainnya.
Melalui workshop ini, FPPTI Jawa Tengah berharap para pustakawan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi profesional sehingga dapat menyampaikan informasi secara lebih efektif, membangun hubungan yang baik dengan pemustaka, serta mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan di perguruan tinggi. (nnf190)
Surakarta, 2 Juni 2026 – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Perpustakaan UMS bekerja sama dengan Elsevier menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan LeapSpace bagi Sivitas Akademika UMS pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan YouTube Live ini menghadirkan Dr. Johan Jang, Strategic Engagement Manager Southeast Asia Elsevier, sebagai narasumber utama.
Acara dibuka oleh Maria Husnun Nisa,S.Sos.,M.A selaku kepala UPT Perpustakaan UMS yang menyampaikan bahwa UMS memperoleh kesempatan untuk melakukan uji coba (trial) LeapSpace selama satu bulan. Program ini diharapkan dapat membantu dosen, peneliti, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas penelitian dan produktivitas akademik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam paparannya, Dr. Johan Jang memperkenalkan LeapSpace sebagai platform AI generasi terbaru dari Elsevier yang dirancang untuk mendukung proses penelitian secara lebih cepat, efisien, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik. LeapSpace memungkinkan pengguna melakukan pencarian literatur dari berbagai penerbit, memperoleh jawaban dalam bahasa alami, serta memanfaatkan fitur Trust Card yang berfungsi mengevaluasi tingkat keandalan jawaban yang dihasilkan AI.
Melalui demonstrasi langsung, Johan menunjukkan cara mengakses LeapSpace melalui ScienceDirect dan mempraktikkan berbagai fitur yang tersedia. Salah satu keunggulan yang ditampilkan adalah kemampuan sistem dalam menilai potensi halusinasi atau ketidakakuratan informasi melalui mekanisme evaluasi yang transparan, sehingga pengguna dapat lebih kritis dalam memanfaatkan hasil yang diberikan AI.
Lebih lanjut, Johan menjelaskan bahwa LeapSpace tidak hanya membantu pencarian referensi ilmiah, tetapi juga menyediakan fitur rekomendasi jurnal, unggah dokumen, serta kemampuan deep research yang mendukung eksplorasi topik penelitian secara lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa dokumen yang diunggah pengguna tidak akan digunakan sebagai data pelatihan sistem, sehingga keamanan dan privasi data tetap terjaga.
“LeapSpace menggunakan pendekatan yang netral terhadap penerbit sehingga pengguna dapat memperoleh referensi dari berbagai sumber, tidak terbatas pada satu platform tertentu,” jelas Johan.
Pada sesi diskusi, peserta menanyakan berbagai hal terkait kemampuan bahasa dan fitur penelitian yang tersedia. Johan menjelaskan bahwa LeapSpace dapat menghasilkan jawaban dalam berbagai bahasa sesuai preferensi pengguna. Namun, sebagian besar referensi yang digunakan tetap berasal dari publikasi internasional berbahasa Inggris yang terindeks dalam basis data seperti Scopus dan ScienceDirect.
Selain itu, dibahas pula perbedaan antara mode pencarian standar dan fitur deep research. Menurut Johan, penggunaan fitur penelitian mendalam akan menghasilkan jawaban yang lebih komprehensif karena sistem melakukan analisis sumber yang lebih luas, meskipun prosesnya membutuhkan waktu yang lebih lama.
Terkait pengelolaan referensi, LeapSpace menyediakan fasilitas ekspor dalam berbagai format, seperti RIS, BibTeX, dan CSV, sehingga memudahkan integrasi dengan perangkat lunak manajemen referensi yang umum digunakan peneliti. Menjawab pertanyaan peserta mengenai pencarian jurnal tanpa biaya publikasi (non-APC), Johan menjelaskan bahwa LeapSpace memungkinkan pengguna melakukan penyaringan berdasarkan status akses sehingga dapat membantu menemukan jurnal yang sesuai dengan kebutuhan.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa masa uji coba LeapSpace di UMS berlangsung hingga 1 Juli 2026 dengan akses penggunaan tanpa batas selama periode trial. Johan mengingatkan bahwa meskipun teknologi AI dapat mempercepat proses penelitian, pengguna tetap perlu melakukan evaluasi terhadap referensi dan memastikan kredibilitas sumber yang digunakan sesuai standar akademik.
Melalui kegiatan ini, UMS menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan dan penelitian. Kehadiran LeapSpace diharapkan dapat menjadi solusi inovatif yang membantu sivitas akademika UMS dalam mengakses, menganalisis, dan mengelola informasi ilmiah secara lebih efektif di era kecerdasan buatan. (nnf190/Ai)
SURAKARTA, 19 Mei 2026 — Dalam upaya memperkuat dan menanamkan budaya literasi sejak dini di lingkungan sekolah, Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara resmi meluncurkan dan meresmikan fasilitas baru bertajuk UMS Library Corner di Perpustakaan SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta pada hari ini, Selasa (19/5).
Hadirnya Library Corner ini mengadaptasi program inovasi pengabdian masyarakat milik UMS untuk memperluas jangkauan literasi, yang mana sebelumnya model serupa juga sukses diinisiasi di beberapa sekolah menengah di Surakarta.
Sinergi dan Keberlanjutan Program Literasi
Kepala Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran UMS Library Corner bukan sekadar program seremonial biasa. Fasilitas ini merupakan bagian dari inovasi berkelanjutan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata serta kemanfaatan luas bagi masyarakat, khususnya di ekosistem pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah.
Apresiasi Tinggi untuk Fasilitas Masa Depan
Langkah strategis ini disambut dengan antusiasme yang sangat luar biasa oleh pihak sekolah. Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasihnya yang mendalam atas dipilihnya sekolah mereka sebagai mitra program dari perpustakaan UMS.
Acara peresmian ditandai dengan prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kemitraan oleh Maria Husnun Nisa dan Muhdiyatmoko. (arr241)
Surakarta, 20 Mei 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei 2026, Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kegiatan “Perpus UMS Berbagi Es Krim” yang berlangsung pada 18–20 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada sivitas akademika sekaligus upaya meningkatkan minat baca dan kunjungan ke perpustakaan.
Melalui program ini, mahasiswa dan pemustaka berkesempatan memperoleh voucher gratis es krim dengan mengikuti salah satu dari empat aktivitas yang telah disediakan. Aktivitas tersebut meliputi berfoto swafoto (selfie) di Perpustakaan UMS dan mengunggahnya ke media sosial dengan menandai akun Instagram @perpusums, meminjam minimal tiga buku, mengisi formulir usulan koleksi buku, atau memberikan ulasan dan rating positif untuk Perpustakaan UMS di Google.
Setelah menyelesaikan salah satu aktivitas tersebut, peserta dapat menunjukkan bukti kepada petugas perpustakaan untuk memperoleh voucher es krim yang kemudian dapat ditukarkan di bagian Informasi/Administrasi Perpustakaan.
Kepala Perpustakaan UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos.,M.A menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara kreatif untuk mengajak mahasiswa lebih dekat dengan perpustakaan dan memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia.
“Peringatan Hari Buku Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan budaya membaca, tetapi juga untuk memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan secara lebih menarik dan menyenangkan bagi mahasiswa,” ujarnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat sejak hari pertama pelaksanaan kegiatan. Banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkunjung, meminjam buku, serta berinteraksi dengan berbagai layanan yang ada di perpustakaan.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan UMS berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi, meningkatkan pemanfaatan koleksi dan layanan perpustakaan, serta menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman, inspiratif, dan dekat dengan sivitas akademika.
SURAKARTA, UMS.ac.id – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan kegiatan SNI Live Corner bertajuk “Implementasi Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi Berbasis ISO 31000:2018”. Acara yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) pukul 08.30 WIB ini dilaksanakan secara hybrid, berpusat di Ruang Siti Badilah Meeting & Discussion Room Kampus UMS, serta disiarkan secara daring melalui platform Zoom.
Kegiatan penting ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Nihayati, S.I.P., M.Hum. (Pustakawan Ahli Muda BSN sekaligus Pengelola Risiko Pusat Data dan Informasi BSN) dan Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D. (Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan UMS sekaligus Dosen Program Studi Teknik Industri UMS).
Meski dilaksanakan secara bauran (hybrid), acara tetap berlangsung dengan khidmat dan interaktif. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Minanuddin, S.I.P., M.Hum. selaku Kepala Bagian Layanan Informasi dan Perpustakaan BSN yang hadir secara virtual melalui Zoom. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini serta menekankan pentingnya sinergi antara BSN dan perguruan tinggi dalam memasyarakatkan budaya standar dan pengelolaan risiko demi mutu institusi yang lebih baik.
Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., yang juga tersambung secara daring via Zoom. Dalam pidato pembukaannya, beliau menekankan bahwa UMS berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam sistem tata kelola universitas guna menghadapi tantangan masa depan dan menjaga mutu akademik.
Memasuki sesi inti, narasumber pertama, Nihayati, S.I.P., M.Hum., memaparkan materi mengenai “Implementasi Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi Berbasis ISO 31000:2018”. Beliau menegaskan bahwa tujuan utama dari manajemen risiko adalah untuk menciptakan dan melindungi nilai (value) organisasi, meningkatkan kinerja, serta mendorong inovasi.
“Sebagai pondasi pertimbangan, pengelolaan risiko wajib memenuhi delapan prinsip utama: harus terintegrasi dengan seluruh aktivitas; dijalankan secara terstruktur dan komprehensif; disesuaikan (customized) dengan konteks organisasi; bersifat inklusif dengan melibatkan pemangku kepentingan; dinamis dalam merespons perubahan; bersandar pada informasi terbaik yang tersedia; mempertimbangkan faktor manusia dan budaya; serta mengutamakan perbaikan berkelanjutan,” urai Nihayati.
Melanjutkan sesi kedua, Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., mengupas sisi praktis melalui materi “Implementasi Manajemen Risiko di Perguruan Tinggi Berbasis ISO 21001:2018”. Beliau memberikan mengingatkan pentingnya kesadaran risiko bagi keberlanjutan institusi.
“Perguruan Tinggi yang tidak mengelola risiko secara sistematis tidak akan gagal hari ini, tapi pasti akan tertinggal besok. Manajemen risiko bukan hanya kepatuhan; ia adalah cara berpikir strategis dalam menjaga keberlanjutan dan reputasi institusi,” tegas Munajat.
Lebih lanjut, Munajat memetakan pengelolaan risiko di perguruan tinggi ke dalam enam tipologi utama yaitu Strategis, Akademik, Operasional, Keuangan, Kepatuhan dan Reputasi. Untuk mengukur risiko tersebut, institusi dapat menggunakan alat evaluasi Risk Matrix 5×5 untuk menakar tingkat keseringan (likelihood) dan dampak (impact) dari setiap potensi kejadian buruk.
Acara SNI Live Corner ini berlangsung dinamis dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta yang hadir di ruangan maupun peserta virtual, yang diharapkan mampu memberikan panduan aplikatif bagi seluruh unit kerja di lingkungan UMS dalam mengelola risiko secara profesional. (nnf190/Ai)
Surakarta, 23 April 2026 — Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan dengan topik “Pelatihan Resiliensi dan Kesehatan Mental untuk Karyawan” pada Rabu, 23 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 3,5 jam ini dihadiri oleh 23 staf perpustakaan UMS dan dibuka secara resmi oleh Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A.
Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh dan resilien di lingkungan kerja. Kesehatan mental menjadi fondasi penting bagi kinerja optimal karyawan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2022, satu dari lima karyawan di tempat kerja mengalami kondisi kesehatan mental yang memerlukan perhatian serius. Selain itu, stigma dan kurangnya kesadaran terhadap kesehatan mental masih menjadi hambatan nyata bagi kesetaraan di tempat kerja.
Pelatihan dibawakan oleh Rina Jayanti, M.Psi, Psikolog, CHt® yang merupakan Psikolog Klinis di RS PKU Muhammadiyah Surakarta dan Certified Clinical Hypnotherapist by AWGI. Beliau membawakan materi komprehensif mencakup pemahaman konsep kesehatan mental dan resiliensi, strategi praktis mengelola stres, serta cara menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Pemateri membagikan definisi kesehatan mental menurut WHO yang menekankan bahwa kesehatan mental bukan sekadar ketiadaan gangguan, melainkan kemampuan seseorang untuk belajar, bekerja dengan baik, dan menjalani hidup yang bermakna.
Melalui materi yang disajikan, peserta diajarkan tentang penyebab stres di tempat kerja, antara lain beban kerja yang tinggi, konflik interpersonal, ketidakjelasan peran, serta ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Rina Jayanti menjelaskan dampak stres yang tidak dikelola dengan baik, mulai dari burnout—kelelahan total secara fisik dan emosional—hingga penurunan produktivitas dan kualitas layanan terhadap pengguna. Untuk mengatasi hal tersebut, beliau menghadirkan strategi manajemen stres yang terdiri dari tiga pendekatan: regulasi emosi melalui relaksasi dan teknik grounding, strategi perilaku dengan time management dan teknik Pomodoro, serta strategi sosial melalui pembangunan support system dan komunikasi asertif.
Konsep resiliensi yang disampaikan dalam pelatihan mengutip pemahaman dari Ann Masten (2001) yang mendefinisikan resiliensi sebagai kemampuan untuk “bounce back”—bangkit dari tekanan, bertahan, dan justru berkembang dalam situasi yang sulit. Resiliensi bukan berarti tidak pernah jatuh, melainkan kemampuan untuk bangkit kembali dengan lebih kuat setiap kali menghadapi tantangan. Rina Jayanti mengidentifikasi lima karakteristik individu yang resilien: kemampuan mengelola emosi secara positif, berpikir fleksibel, memiliki makna hidup yang jelas, terampil dalam problem solving, serta memiliki dukungan sosial yang kuat.
Pada sesi praktis, peserta dilatih menggunakan teknik grounding untuk melepaskan emosi negatif dan meningkatkan kesadaran diri. Pemateri juga memperkenalkan konsep self-compassion (welas asih diri) berdasarkan penelitian Dr. Kristin Neff yang menekankan pentingnya bersikap lembut terhadap diri sendiri, menyadari bahwa penderitaan adalah bagian dari pengalaman manusia yang universal, serta mengembangkan kesadaran yang seimbang terhadap emosi yang sulit. Teknik Pomodoro juga diajarkan sebagai sistem manajemen waktu yang efektif untuk meningkatkan fokus dan produktivitas kerja melalui pembagian waktu kerja menjadi sesi 25 menit yang diselingi istirahat singkat.
Pemateri menekankan pentingnya pengembangan kemampuan adaptasi dan ketahanan psikologis melalui fleksibilitas berpikir, toleransi terhadap ketidakpastian, dan adopsi growth mindset—kepercayaan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran. Dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, Rina Jayanti juga membahas peran kepemimpinan suportif, budaya kerja yang seimbang, psychological safety, dan apresiasi terhadap kontribusi karyawan.
Dalam konteks kebijakan kesehatan mental di tempat kerja, Rina Jayanti mengacu pada rekomendasi WHO tahun 2022 yang menekankan tiga pilar utama: pencegahan risiko psikososial di tempat kerja, perlindungan dan promosi kesehatan mental, serta dukungan kepada karyawan untuk pulih dan berkembang. Keseimbangan antara upaya individu dan dukungan organisasi menjadi kunci mencapai kesehatan mental yang optimal.
Maria Husnun Nisa mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta dan menekankan komitmen perpustakaan untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan kompetensi dan kesejahteraan karyawan. Beliau menyatakan bahwa investasi dalam kesehatan mental karyawan merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan produktivitas di perpustakaan UMS.
Dengan menyelenggarakan pelatihan ini, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS berharap dapat memberdayakan setiap karyawan untuk membangun resiliensi yang kuat, mengelola stres dengan efektif, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan saling mendukung. Pelatihan resiliensi dan kesehatan mental ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memupuk budaya kerja yang lebih sehat, produktif, dan bermakna di lingkungan perpustakaan UMS ke depannya. (han/ai)