library.ums.ac.id (Surakarta) – Dalam menghadapi perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia akademik, Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerbitkan “Panduan Pemanfaatan Artificial Intelligence (Generative AI/GenAI) untuk Sivitas Akademika UMS”. Panduan ini menjadi tonggak awal dalam membangun budaya literasi AI yang etis, produktif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam dan Ke-Muhammadiyahan, serta mendukung transformasi digital pendidikan tinggi.
Disusun oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE (Kepala Bagian Pengelolaan dan Layanan Digital), dan disahkan oleh Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A. (Kepala Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS), panduan ini hadir sebagai bentuk komitmen UMS dalam mengintegrasikan teknologi AI secara bertanggung jawab dan strategis dalam aktivitas pembelajaran, penelitian, dan pengembangan institusi akademik.
Menjawab Tantangan dan Kebutuhan Nyata Sivitas UMS terhadap AI
Berdasarkan survei internal yang dilakukan pada 2–4 Maret 2025 kepada 233 responden, lebih dari 78,9% sivitas akademika UMS telah menggunakan teknologi berbasis AI dalam aktivitas akademik, dengan frekuensi yang cukup tinggi (cukup sering hingga sangat sering). Namun, muncul pula sejumlah kendala yang dihadapi, antara lain:
-
- Isu etika dan keakuratan informasi AI
-
- Keterbatasan keterampilan dan akses terhadap tools AI
-
- Kekhawatiran terhadap dampak AI terhadap proses berpikir kritis
Sebanyak 79,4% responden menyatakan bahwa pelatihan AI adalah kebutuhan utama, mendorong Perpustakaan UMS untuk mengambil peran lebih aktif sebagai pusat literasi AI kampus.
Menjawab kebutuhan tersebut, Perpustakaan UMS telah menginisiasi berbagai pelatihan praktis seperti penelusuran jurnal online, pemanfaatan Scopus dan reference manager (Mendeley & Zotero), serta pelatihan AI untuk mendukung proses belajar dan riset.
Isi Panduan: Edukatif, Etis, dan Aplikatif
Panduan ini terdiri dari beberapa bab kunci yang menjelaskan secara menyeluruh mengenai:
1. Konsep Dasar Generative AI (GenAI)
Menjelaskan jenis dan prinsip kerja AI yang mampu menghasilkan konten baru berdasarkan data pelatihan, seperti teks, gambar, suara, atau video. Dikenalkan pula sejumlah tools populer seperti ChatGPT, Gemini, DALL·E, Perplexity, dan RunwayML beserta fungsi dan etika penggunaannya.
2. Manfaat dan Risiko Penggunaan AI di Dunia Pendidikan
AI dianggap mampu mendukung personalisasi pembelajaran, menyusun bahan ajar, membantu pemahaman konsep sulit, dan menghasilkan latihan soal otomatis. Namun, penggunaannya harus dibatasi oleh prinsip integritas akademik, tidak untuk plagiarisme, serta harus melalui proses validasi oleh pengguna.
3. Etika dan Prinsip Penggunaan AI Berdasarkan Panduan Kemendikbudristek 2024
Terdapat 9 prinsip etis penggunaan AI di perguruan tinggi, antara lain: keamanan, non-diskriminasi, keberlanjutan, perlindungan data, tanggung jawab manusia, transparansi, akuntabilitas, literasi AI, dan kolaborasi adaptif. Panduan ini memberikan penekanan bahwa penggunaan AI bukan sekadar soal teknis, tetapi juga tanggung jawab moral dan akademik.
4. Tools AI yang Direkomendasikan untuk Mahasiswa
Disajikan daftar tools dan platform yang dapat membantu proses belajar dan riset mahasiswa secara praktis dan aman, seperti:
-
- ChatGPT untuk brainstorming dan asisten penulisan
-
- Gemini untuk pencarian dan referensi terintegrasi Google
-
- Perplexity.ai untuk pencarian cepat dengan sumber referensi
-
- SciSpace, Open Knowledge Maps, dan Connected Papers untuk eksplorasi literatur ilmiah
-
- Canva AI, Gamma, Quizbot untuk infografis dan materi evaluasi
Disertakan pula contoh penggunaan dalam menyusun ringkasan, menyusun konten multimedia, hingga membuat soal latihan.
Tanggung Jawab Bersama Sivitas Akademika
Perpustakaan UMS juga memberikan rekomendasi tanggung jawab penggunaan AI bagi:
● Mahasiswa, agar:
-
- Menggunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti pemikiran
-
- Menyebutkan dengan jujur bila AI digunakan dalam karya tulis
-
- Menghindari manipulasi informasi dan tetap mengandalkan sumber kredibel
● Dosen dan Tenaga Pendidik, agar:
-
- Memberikan arahan jelas tentang penggunaan AI dalam pembelajaran
-
- Menjadi teladan dalam penggunaan AI secara etis
-
- Mendesain asesmen yang mendorong keaslian dan orisinalitas karya mahasiswa
Perpustakaan sebagai Pusat Literasi AI UMS
Panduan ini menjadi bagian dari peran strategis Perpustakaan UMS dalam menjadi pusat literasi AI yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga mendorong kecakapan digital sivitas kampus. Ke depan, perpustakaan akan terus mengembangkan:
-
- Lokakarya dan diskusi etika teknologi
Dengan strategi ini, Perpustakaan UMS ingin memastikan bahwa teknologi tidak hanya digunakan, tetapi dipahami, dikritisi, dan dimanfaatkan dengan nilai-nilai akademik yang kuat.
Perpustakaan UMS juga menegaskan bahwa AI bukan pengganti manusia, tetapi alat bantu yang harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan prinsip inklusif dan kolaboratif, perpustakaan berkomitmen untuk mengawal ekosistem pembelajaran yang humanis dan adaptif terhadap teknologi.
Arah Masa Depan: Ekosistem Akademik yang Humanis dan Adaptif
Perpustakaan UMS menegaskan bahwa AI adalah alat bantu yang cerdas, bukan pengganti manusia sebagai subjek pembelajaran dan pencipta ilmu. Panduan ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan.
Dengan penerbitan panduan ini, Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital berkomitmen untuk:
✅ Mendorong pemanfaatan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab
✅ Membangun budaya akademik yang transparan dan berbasis etika
✅ Menjadi pionir literasi digital di perguruan tinggi Muhammadiyah dan nasional