
Surakarta, 5 Februari 2026 — Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Orientasi dan Capacity Building Duta Perpustakaan UMS 2026 selama dua hari, Rabu–Kamis (4–5 Februari 2026), bertempat di Ruang Siti Badilah Lantai 1, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis perpustakaan dalam menyiapkan Duta Perpustakaan UMS 2026 sebagai mitra aktif yang profesional, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan layanan dan teknologi informasi. Acara dibuka secara resmi oleh Gatiningsih, S.IP., selaku Kepala Seksi (Kasi) Layanan Perpustakaan, yang hadir mewakili Kepala Perpustakaan UMS yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar para duta perpustakaan yang telah terpilih dapat mengikuti seluruh rangkaian pembekalan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pembekalan ini merupakan fondasi penting agar para duta mampu memahami, menguasai, dan menjelaskan seluruh layanan Perpustakaan dan Layanan Digital UMS secara utuh, sehingga dapat menjadi rujukan informasi yang kredibel, komunikatif, serta berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan citra perpustakaan sebagai pusat layanan akademik yang modern dan terpercaya.

Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test sebagai pemetaan awal pemahaman peserta, kemudian dilanjutkan dengan materi penguatan integritas dan loyalitas layanan, kehumasan dan promosi perpustakaan, serta pengenalan berbagai layanan inti seperti layanan sirkulasi, referensi, cadangan, trolly, layanan informasi, pojok statistik, corner, dan layanan unggulan lainnya. Pada hari ini pula, peserta mendapatkan pembekalan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung layanan perpustakaan dan pendampingan pemustaka di era digital, yang menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi. Selain itu, materi Turnitin dan Turnitin Draft Coach turut diberikan sebagai bagian dari penguatan literasi akademik dan etika kepenulisan ilmiah. Seluruh rangkaian sesi dikemas secara interaktif dengan selingan ice breaking untuk menjaga fokus, partisipasi, dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

Salah satu pemateri, Esti Handayani, S.I.Pust., yang menyampaikan materi Turnitin, menegaskan pentingnya integritas dalam kepenulisan akademik di kalangan mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa integritas akademik merupakan fondasi utama dalam dunia pendidikan tinggi, sehingga mahasiswa perlu memahami batasan antara menulis ilmiah dan tindakan plagiarisme. Esti menekankan perlunya strategi parafrase yang benar dan tepat, yaitu dengan memahami substansi sumber rujukan, menyusunnya kembali menggunakan struktur dan gaya bahasa sendiri, serta tetap mencantumkan sitasi yang sesuai. Selain itu, ia juga menyoroti pemanfaatan Turnitin Draft Coach sebagai alat bantu penulisan yang efektif dan edukatif, karena dapat digunakan sejak tahap awal penyusunan draf karya ilmiah. Fitur ini, lanjutnya, dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh sivitas akademika UMS sebagai sarana pembelajaran mandiri dalam meningkatkan kualitas tulisan akademik yang orisinal dan beretika.

Sementara itu, pada hari kedua kegiatan difokuskan secara khusus pada peningkatan kapasitas literasi informasi dan kualitas pelayanan perpustakaan. Para peserta mendapatkan pembekalan pemanfaatan basis data ilmiah bereputasi seperti Scopus dan ScienceDirect sebagai rujukan utama penelitian dan kepenulisan akademik, serta pelatihan pengelolaan sitasi dan referensi menggunakan Mendeley untuk mendukung penulisan karya ilmiah yang sistematis dan terstandar. Pada hari ini pula, peserta dibekali materi layanan prima yang diisi oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc(ITE) yakni menitikberatkan pada pembentukan sikap, etika, dan keterampilan komunikasi dalam melayani pemustaka secara ramah, empatik, dan solutif. Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan post-test sebagai bentuk evaluasi capaian pembelajaran serta sesi capacity building yang berfokus pada penguatan kerja sama tim, kepemimpinan, dan kepercayaan diri para duta. Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan ini, Perpustakaan UMS berharap Duta Perpustakaan 2026 mampu menjadi agen literasi informasi yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan dan pemanfaatan Perpustakaan dan Layanan Digital UMS di era digital. (han/ai)





































