Skip to main content

Surakarta — UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan dari KB-TK Aisyiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta pada Senin (14/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 WIB tersebut diikuti 60 siswa bersama 9 guru pendamping dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan sekaligus mengenalkan budaya literasi sejak usia dini.

Kepala UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, pengenalan perpustakaan sejak dini dapat membangun pengalaman positif anak terhadap buku dan lingkungan belajar.

Ia juga menambahkan bahwa perpustakaan memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tempat menyimpan dan membaca buku. Bagi anak-anak, perpustakaan dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan imajinasi, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, sekaligus membangun rasa ingin tahu melalui berbagai pengalaman literasi.

Sementara itu, Kepala KB-TK Aisyiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Nur Ratna Juwita, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membiasakan anak mengenal dunia literasi secara langsung. Menurutnya, literasi bagi anak usia dini dapat diperkenalkan melalui pengalaman, interaksi, cerita, permainan, maupun kedekatan dengan buku.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan library tour yang didampingi staf UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS serta guru pendamping. Para siswa diajak berkeliling mengenal ruang, fasilitas, dan koleksi perpustakaan dengan penjelasan sederhana yang mudah dipahami.

Antusiasme siswa terlihat selama mengikuti library tour. Mereka tampak aktif memperhatikan dan menunjukkan rasa ingin tahu terhadap lingkungan perpustakaan. Kegiatan dilanjutkan dengan games interaktif yang mengajak siswa belajar sambil bermain dan berinteraksi bersama teman-temannya.

Sebagai bentuk apresiasi, UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS memberikan merchandise kepada para siswa. Melalui kegiatan ini, perpustakaan berharap dapat terus menjadi ruang belajar yang terbuka dan menyenangkan bagi anak-anak serta turut menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan budaya literasi sejak dini. (nnf190)

Share